27 Maret 2019

Berharap Dapat Inspirasi Dari Biografi Haji Anif

Gramedia Digital



Biografi adalah salah satu jenis bacaan yang ku suka. Jadi, beberapa waktu lalu saat berkunjung ke toko buku bersama suami, rak buku – buku biografi salah satu space bagiku untuk betah berlama – lama. Ketemulah buku biografi Pak Haji Anif berjudul Hidup Ikhlas Tanpa Tipu Muslihat.

Aku mengenal nama Haji Anif sejak kuliah. Nama itu tertera di sebuah gedung dalam Universitas Negeri Medan. Ternyata gedung itu milik si bapak. Belakangan nama itu kembali ku ingat sebab anak lelaki si bapak mencalonkan diri menjadi wakil gubernur Sumatera Utara dan terpilih.

Haji Anif adalah salah seorang hartawan Sumut. Sebagai seorang yang berhasil meraih dunia, sudah pasti beliau istimewa. Sebab tidak semua orang dapat berada di posisi tersebut. Biasanya ada proses yang dijalani oleh seseorang sehingga  dapat mencapai level tertentu yang melampaui orang kebanyakan.

Inilah yang ku harapkan ketika membaca biografi Haji Anif. Aku penasaran pada kerja kerasnya. Barangkali hal itu dapat tambah menginspirasiku bersemangat melakukan pencapaian di bidangku.

Buku Berkualitas, Mencerahkan



Tokopedia


Judul buku    : Meniti Jalan Intelektual Tercerahkan
Penulis          : Ahmad Wasim
Penerbit         : CV. Garuda Mas Sejahtera
Tahun terbit  : 2017
Cetakan         : ke-2
Ketebalan      : 270 hal
ISBN               : 978-623-212-124-9

Ada benarnya yang dikatakan penulis buku satu ini. Kita tak sekedar butuh membaca. Lebih dari itu, kita butuh membaca bacaan berkualitas. Buat apa membaca bacaan sampah, cuma mengotori pikiran saja. Namun kita tak satu suara mengenai kriteria bacaan berkualitas atau tidak.

Penulis buku ini menawarkan tulisan – tulisan esai berbau politik, agama, sosial, ideologi dan pengetahuan. Dikemas dengan sub – sub judul yang cukup unik menurut saya. Puber Politik, Arsitektur Syurga: Solusi Untuk Isu Pemanasan Global, ‘Rancu’ nya Shalat Para Sahabat dan lain sebagainya. Sub – sub judul yang unik ternyata bukan cuma sebatas judul, isinya pun cukup menarik. Seperti sub judul kedua yang disebutkan, penulis menyimpulkan bahwa gambaran syurga dalam al Qur’an yang bernuansa alam adalah solusi tepat bagi pemanasan global.

Kumpulan tulisan tersebut sebelumnya diposting di media sosial milik penulis. Rupanya menurut penulis, tulisan – tulisan seperti inilah yang dapat disebut berkualitas. Bacaan yang mendidik katanya. Lebih merangkul, tidak mengadu domba.

Entah tulisan seperti apa yang dimaksud penulis sebagai tulisan semrawut non kualitas. Genre buku banyak sekali. Masing – masing penikmat genre tersebut memiliki penilaian akan kuaitas bacaan mereka. Lagi – lagi penilaiannya subjektif. Dinilai berdasarkan manfaat yang diperoleh.

Tampaknya penulis buku ini cukup percaya diri dengan pendapatnya. Yaah, setidaknya kita sepakat satu hal, bahwa bacaan berkualitas harus membawa kebaikan tak hanya bagi diri sendiri tapi juga dirasakan oleh orang lain. Lagi – lagi, terlepas dari standar penilaian baik buruk yang berbeda – beda antar penikmat buku hari ini.