19 Oktober 2018

Berburu Tiket Ke Surga

hanya ilustrasi, by soeara peladjar bangkit


Tiga remaja putri itu sedang menikmati jalan hijrah. Tahap demi tahap ilmu Islam mereka lahap dengan semangat. Senyum mengembang hampir sepanjang kajian Islam berjalan. Mata berbinar. Mengangguk kala yang didengarnya kebenaran. Mengkerutkan dahi saat yang dijelaskan bentuk bentuk kemaksiatan.

Sekitar dua bulan kebersamaan kami. Berbagi pemahaman dasar Islam. Buruknya pacaran. Jahatnya curang. Indahnya menutup aurat. Mulianya hidup dalam naungan Islam. Semua sudah mereka dengar. Tak semua terserap mungkin. Tapi yang butuh dipahami sepertinya sudah dipahami.

Alhamdulillah, sedikit demi sedikit perubahan terjadi. Dua dari mereka bercita-cita menjadi guru, guru saliha. Satunya bercita-cita menjadi dokter, dokter saliha. Ketiganya sepakat untuk mengejar prestasi lebih dari sebelumnya. Bukan semata ingin pujian. Tidak hanya karena ingin unggul dari sesama. Namun karena belajar adalah bagian dari ibadah. Orang cerdas nan taat disukai Allah swt. Semua muslim selayaknya bersemangat menjadi yang terbaik.

Bukan hanya bicara prestasi di sekolah, tapi juga dalam hal perbaikan ibadah. Ingin menjadi yang terbaik dihadapan Allah swt. Belajar bahasa arab. Memperbaiki cara menutup aurat. Berusaha menjaga pergaulan. Berjanji akan mengajak teman lainnya untuk berhijrah. Sebab sebagaimana hijrahnya muslim yang lain, mereka merindukan surga.

Mereka terus berlomba – lomba berburu tiket ke surga. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang – orang bertakwa” (TQS. Ali ‘Imran: 133).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah memberi komentar bijak dan bermanfaat untuk blog ini