17 Juli 2018

Perbedaan Pendapat Ulama Tentang Sedekah Pahala

(Review Buku)

Judul Buku   : Hukum Sedekah Pahala

Penulis         : Fathiy Syamsuddin Ramadlan An Nawiy

Penerbit       : Al Azhar Fresh Zone

Tahun terbit  : 2014

Ketebalan     : 84 halaman

Kehadiran buku ini oleh penulisnya ditujukan untuk merespon sikap sebagian muslim yang sulit menerima perbedaan dalam hal fiqih. Padahal masalah fiqih adalah ranah ijtihad (penggalian hukum).

Artinya para mujtahid (para penggali hukum) boleh berbeda pendapat tentang suatu hukum Islam. Asalkan pendapat tersebut dihasilkan sesuai syarat-syarat berijtihad dalam Islam.

Maka bukan menjadi masalah bagi muslim di masa Khilafah dulunya ketika Abu Bakar berbeda pendapat dengan Umar bin Khattab tentang masalah talaq dan ghanimah. Bukan masalah pula ketika Imam Syafi’i berbeda pendapat dengan Imam Malik dalam hal rincian praktek wudhu dan salat.

Masalah fiqih yang dibahas dalam buku ini mengenai sedekah pahala. Sebagian muslim di Indonesia mengamalkan beberapa hal dengan keyakinan pahalanya akan diterima oleh  orang yang dituju. Seperti membaca al Qur’an, berhaji atau berpuasa yang dimaksudkan agar pahalanya diperoleh seseorang yang telah meninggal dunia.
16 Juli 2018

3 Alasan Sepele Penyebab Perceraian



Bisa mempertahankan rumah tangga hingga akhir hayat adalah suatu hal yang hebat di zaman ini. Pasalnya jumlah rumah tangga rapuh makin banyak saja. Tak peduli lama pernikahan sudah belasan atau puluhan tahun, perceraian tetap terjadi. 

Konon lagi pernikahan seumur jagung dimana penyesuaian diri terbilang baru dijalani, perceraian juga terjadi. Alasannya macam – macam. Dari alasan klise seperti sudah tak cinta lagi atau sudah tidak ada kecocokan lagi. Sampai alasan-alasan tak masuk akal. Berikut beberapa alasan sepele menurut saya, yang menjadi penyebab perceraian.

Pertama; Bercerai karena sepak bola.

Terus terang saja, peristiwa lucu ini yang membuat saya memutuskan menulis tentang alasan sepele perceraian. Aneh sekali menurut saya. Ceritanya begini. Seperti yang saya baca di Harian Waspada Medan (09/ 07/ 2018) kolom Ada – Ada Saja.
6 Juli 2018

Catatan Idul Fitri 2018



Alhamdulillah syukur tiada terhingga, karena Allah swt masih berkenan mempertemukan saya dengan Ramadhan dan syawal tahun ini. Idul Fitri bertabur momen indah yang ingin dirasakan selalu. Utamanya berkumpul dengan keluarga serta silaturahmi dengan sanak saudara juga teman. Aktivitas yang jarang dilakukan di hari-hari selain idul fitri.

Setelah tahun lalu lebaran pertama di rumah orangtua saya. Kali ini lebaran pertama saya dan suami langsung menuju rumah mertua saya. Jarak antara tempat tinggal kami dan rumah mertua kurang lebih dua jam. Kami memilih salat ied di kampung.

Maka berangkatlah kami menuju kampung selepas salat subuh, sekitar pukul setengah enam. Jalanan begitu sepi hingga perjalanan kami begitu mulus. Melalui beberapa rel kereta api, saya sempat mengingatkan suami beberapa kali agar waspada.

Sebab beberapa hari sebelumnya dapat cerita dari mamak saya, bahwa ada satu keluarga yang melakukan perjalanan mudik di subuh hari tertabrak kereta api. Konon mereka membawa rasa rindu yang amat sangat pada keluarga, hingga motor mereka melesat cepat di jalanan. Alhasil takdir Allah swt menghendaki mereka menghembuskan nafas terakhir saat itu.
5 Juli 2018

Dua Nasihat Ustaz Hari Moekti



Ustaz Hari Moekti telah menghadap Rabbnya. Namun nasehat-nasehat darinya tetap berkesan di hati orang-orang yang mengenal dakwah beliau. Setidaknya dua diantara pesan beliau wara wiri di media sosial. Pertama; Dakwah itu menyampaikan apa yang harus mereka dengar. Bukan apa yang ingin mereka dengar.

Nasihat beliau menyiratkan keberanian dalam menyampaikan Islam. Rasulullah saw memang mencontohkan bahwa Islam harus disampaikan apa adanya. Meski barangkali ada hal-hal yang tidak ingin di dengar oleh seseorang. Sebagaimana orang-orang kafir quraish tidak suka mendengar berhala-berhala mereka disebut bukan Tuhan yang benar, tak patut di sembah. Namun Rasulullah saw senantiasa mendakwahkan semua ajaran Islam kepada siapa saja.

Yang lagi kasmaran bisa jadi tidak suka kalau kita sebut pacaran dilarang Allah swt. Yang sedang berbisnis dengan modal dari bank bisa tersinggung kalau kita bilang riba itu haram. Kalau kita katakan dihadapan rekan kerja bahwa suap menyuap ataupun korupsi sebagai hal buruk, bisa-bisa dia katakan kita sok suci atau munafik.

Termasuk sekarang ketika para pembenci Islam mencitranegatifkan ajaran Islam semisal poligami, jihad dan khilafah. Jika kepada orang yang termakan isu tersebut kita katakan mengenai ajaran Islam tersebut, dia mungkin akan marah. Tapi begitulah tabiat kebaikan. Dia pasti berbenturan dengan keburukan. Namun sebagaimana nasehat almarhum, untuk bisa menyadarkan saudara-saudara muslim yang kita sayangi, sampaikanlah apa yang memang harus mereka dengar. Untuk menyelamatkan saudara kita dari keburukan, sampaikanlah kebenaran meski pahit terasa.
4 Juli 2018

Para Shahabiyah Dalam Rupa Putri Raja




Judul buku          : Princess Shahabiyah
Penulis                 : Lisdy Rahayu
Penerbit                : Bhuana Ilmu Populer
Tahun terbit         : 2018
ISBN                     : 978-602-455-527-6

Paling senang kalau diajak suami main ke Toko Buku. Salah satu tempat favorit yang sering kami kunjungi ya toko buku. Selain yang utama adalah tempat makan, hehe. Meski budget buat beli buku sudah habis, setidaknya bisa membaca buku di tempat.

Sepertinya sudah jadi kebiasaan di toko buku, tiap judul buku selalu ada satu yang bungkus plastiknya sudah terbuka. Jadi bisa dibaca. Ntah itu kerjaan pengunjung atau memang dibuka plastik bukunya oleh pegawai toko.

Saat berkunjung ke Toko Buku Gramedia Medan libur lebaran lalu, saya tuntas membaca buku berilustrasi berjudul Princess Shahabiyah ini. Buku-buku berilustrasi memang sedang ramai peminat. Selain gambar-gambar yang memanjakan mata, tulisannya pun sedikit jadi enak dibaca bagi yang kurang suka membaca.

Targetnya sih buat remaja ke bawah ya. Sementara saya, sudah tua hehehe. Tapi agar tuntas membaca di tempat, dalam keadaan berdiri pula, buku-buku berilustrasi seperti itu saya pikir cocok jadi pilihan saya. Isinya mengandung pelajaran tak hanya untuk remaja dan anak-anak tetapi juga bisa untuk dewasa.  Pengennya membelikan buku itu untuk ponakan. Tapi belum bisa.

Buku Princess Shahabiyah berisi sepuluh cerita fiksi tentang putri kerajaan yang memiliki sifat-sifat layaknya muslimah terbaik di masa Nabi. Ada putri raja yang dermawan layaknya bunda Siti Khadijah, cerdas dan ceria seperti Siti Aisyah dan pemberani seperti Asma binti Abu Bakar.
3 Juli 2018

Mengenal Warga Jepang Melalui Film "Survival Family"



Salah satu kegiatan libur lebaran saya dan suami adalah nonton bareng. Nggak ke bioskop kok. Kami nonton di rumah saja. Nonton gratisan film lama. Kali ini tertarik sama film Jepang berjudul “Survival Family”, dirilis Februari 2017. Saya dan suami memang sepakat memilih genre film family. Dan dari trailer film tersebut, sepertinya seru, kisah sebuah keluarga yang bertahan hidup dalam keadaan sulit.

Ternyata dugaan saya benar, film ini menarik. Melalui film tersebut saya bisa melihat wajah lain dari Jepang. Image bersih dan tertibnya orang Jepang hilang disebabkan kesulitan yang mengancam jiwa mereka.

Diceritakan pada suatu ketika, seluruh dunia termasuk Jepang mengalami mati listrik. Bahkan baterai sekalipun tak lagi berfungsi. Padamnya listrik bukan sehari dua hari, tapi sekitar dua tahun. Konflik dimulai sejak hari pertama listrik padam. Beberapa catatan yang saya dapatkan adalah sebagai berikut:

Pertama, orang Jepang cinta sekali dengan pekerjaan dan sekolah.

Hari pertama listrik padam, kegiatan masih diupayakan berjalan normal. Para pekerja dan pelajar pergi seperti biasa ke tujuan masing-masing. Meski tempat tujuan mereka jauh tetap ditempuh dengan jalan kaki ataupun dengan sepeda. Mereka tak bisa menggunakan mobil atau bus. Sebab rata-rata kendaraan orang Jepang kecuali sepeda menggunakan tenaga listrik. Maka transportasi umum maupun mobil pribadi lumpuh total saat itu.

Dalam keadaan panas tanpa pendingin ruangan dan cahaya remang-remang yang berasal dari lilin, mereka tetap bertahan. Tapi ternyata tak lama. Di hari kedua, satu persatu sekolah mulai diliburkan. Sementara kantor, setelah beberapa hari juga terpaksa diliburkan, menunggu hingga keadaan normal.

Kedua, masyarakat modern sangat bergantung dengan listrik.

Jepang merupakan salah satu negara maju. Ia terkategori maju disebabkan oleh kecanggihan teknologinya. Masyarakat perkotaan seperti tokyo pun sehari-harinya menggunakan berbagai barang elektronik bertenaga listrik untuk kehidupan mereka. Pada akhirnya mati listrik menjadi masalah besar.

Kehidupan warga Tokyo benar-benar terancam tanpa listrik. Terutama karena mereka tak bisa memasak makanan dan mendapatkan air. Mengerikan melihat mereka kehabisan stok makanan baik di rumah maupun di supermarket. Sampai-sampai mereka terpaksa makan makanan kucing kalengan dan minum air aki.

Dalam kondisi tak ada makanan itu, uang tak lagi laku sebagai alat tukar. Orang-orang hanya mau tukar menukar barang yang bisa dimakan. Yang terpikir hanya bagaimana agar bisa bertahan hidup.