Rabu, 17 Januari 2018

Bukan Kematian Biasa


Foto by Jawa Pos

Kematian itu sebenarnya peristiwa biasa. Sama biasanya kayak kelahiran, sakit, nikah dan peristiwa lainnya. Dikatakan peristiwa biasa, sebab selalu berulang. Tapi, peristiwa semacam itu baru terasa istimewa kalau terjadi pada orang yang kita kenal. Satu peristiwa juga bisa mengundang perhatian kita ketika ada keunikan di dalamnya. Disini saya mau bahas dua peristiwa kematian yang istimewa. Karena, ada hal-hal tak biasa serta pelajaran berharga padanya.

Pelajaran Dari Aisyah Bahar


Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Gadis berusia 22 tahun asal Kabupaten Bone, SulSel bernama Aisyah Bahar, Kamis di minggu pertama bulan Januari meninggal dunia. Keluarga dan teman-temannya pasti merasakan sedih. Tapi bersama rasa sedih itu, saya yakin terselip pula kebahagiaan. Ya, insya allah Aisyah meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.

Berpulangnya Aisyah Bahar sempat viral di media sosial. Ajal menjemputnya usai salat subuh berjamaah di masjid, sedang berpuasa sunnah dan sedang tadarrus ditemani ayahnya. Penghantar kematiannya tak diketahui persis. Sang ayah bilang Aisyah tak punya sakit kronis. Tak ada angin tak ada hujan, ia meninggal dunia. Maha Kuasa Allah swt atas segala sesuatu. Apa yang dikehendakiNya tak bisa ditawar-tawar oleh manusia. Masanya sudah datang sesuai yang ditentukanNya, maka terjadilah.

Menutup usia dengan kebaikan atau khusnul khatimah pastilah menjadi cita-cita kita bersama. Karena kita yakin ada kehidupan abadi setelah kehidupan di dunia. Kita ingin kelak berada di syurga. Dan khusnul khatimah jadi tanda, insya allah seseorang bakal bertempat di syurgaNya Allah swt.

Berbagai dalil menyebut tanda-tanda seseorang meninggal dengan khusnul khatimah. Diantaranya, bila seseorang meninggal dalam keadaan beriman dan mengerjakan amal salih, yaitu segala perbuatan yang diridhai Allah swt.

 “Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena Allah maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.” (HR. Ahmad)

….seorang yang beriman apabila menghadapi sakaratul maut, maka seorang pemberi kabar gembira utusan Allah datang menghampirinya seraya menunjukkan tempat kembalinya, hingga tidak ada sesuatu yang lebih dia sukai kecuali bertemu dengan Allah. Lalu Allah pun suka bertemu dengannya. Adapun orang yang banyak berbuat dosa, atau orang kafir, apabila telah menghadapi sakaratul maut, maka datang seseorang dengan menunjukkan tempat kembalinya yang buruk, atau apa yang akan dijumpainya berupa keburukan. Maka itu membuatnya tidak suka bertemu Allah, hingga Allah pun tidak suka bertemu dengannya.” (HR. Ahmad)

Tiap manusia tak pernah tahu kapan waktu kematiannya tiba. Maka tak mungkin seseorang berencana akan beramal salih sesaat akan menjemput ajal, kecuali memang ia sudah terbiasa mengerjakan amal salih.

Ternyata benar, almarhumah Aisyah Bahar adalah muslimah salihah sehari-harinya. Shalatnya terjaga, rutin membaca al Qur’an, rajin puasa sunnah, menutup aurat, patuh pada orangtua dan tentu ketaatan lainnya ia lakukan. Kabarnya Aisyah sempat mencium kaki ibunya tak lama sebelum kematiannya.

Pelajaran berharga dari gadis saliha ini. Bahwa hidup harus dipenuhi dengan ketaatan pada Allah swt. Bila kita ingin mati dalam keadaan khusnul khatimah.

Pelajaran Dari Mustafa Kemal


Teman-teman kenal sama Mustafa Kemal? Yang suka baca sejarah Islam pasti tidak asing dengan nama tersebut. Ya, ia adalah presiden pertama Republik Turki. Disebut pula sebagai bapak revolusi Turki. Sama halnya dengan almarhumah Aisyah, Mustafa telah tiada.
Tapi kondisi kematiannya berbeda. Literatur sejarah menceritakan bahwa kematian Mustafa Kemal amat menyedihkan. Ia wafat pada 10 November 1938, akibat over dosis minuman keras. Jelang kematian, ginjal dan levernya bermasalah. Disertai pula dengan penyakit kelamin. Penyakit kelamin dideritanya karena kebiasaan bermain perempuan.
Sejak sakitnya ia kerap merasakan gatal, sampai tubuhnya terluka bekas garukan. Ada keanehan yang dialaminya. Ia takut berada di istana megahnya. Sebab, di dalam istana ia merasakan panas luar biasa.
Kepada bawahannya ia minta dibawa ke tengah laut dengan sebuah kapal. Disana ia selalu berteriak kesakitan penuh siksa, sampai maut benar-benar menjemputnya.
Dalam Kitab ”Al-Jaza Min Jinsil Amal” Karangan Syeikh Dr. Sayyid Husien Al-Affani disebutkan, walaupun Attaturk dikelilingi para dokter, namun penyakit kanker hatinya baru di ketahui pada tahun 1938 padahal dia telah merasakan pedihnya penyakit tersebut sejak 1936.
Ia menghadapi sakaratul maut sendiri dalam kapal di tengah lautan. Tak ada yang berani mendekat hingga sembilan hari setelah kematiannya barulah jenazahnya di shalatkan.
Mustafa Kemal tak pernah benar-benar dimakamkan. Jenazahnya diawetkan, ditempatkan sementara di Museum Etnografi. Setelah lima belas tahun jenazahnya dipindahkan ke pemakaman khusus dirinya. Tempatnya mewah, sangat luas, di atas bukit Ankara. Naudzubillahi minzalik.
Apa yang dilakukan Mustafa Kemal semasa hidupnya?
Mustafa Kemal memang bapak pendiri Turki. Ambisinya menjadi penguasa tercapai pada 3 Maret 1924. Namun sekaligus hal itu berarti hancurnya Khilafah Turki Utsmani. Mustafa Kemal adalah aktor utama penghancur perisai umat Islam itu.    
Mustafa Kemal berkonspirasi dengan Inggris mengubah wajah Turki, dari Khilafah berdasar tauhid, menjadi Republik Turki berdasar sekulerisme. Tak ada lagi jabatan Khalifah. Ia menghapus syariah Islam dari peraturan perundang-undangan negara dan menggantinya dengan hukum-hukum barat.
Mustafa Kemal saat itu menutup beberapa masjid dan madrasah. Ia mengubah azan ke dalam bahasa Turki. Ia melarang pendidikan agama di sekolah umum. Ia melarang kerudung bagi kaum wanita dan mereka dipaksa berpakaian ala wanita barat. Diperkenalkanlah kalender Masehi dan digantinya alphabet berbahasa arab dengan huruf latin.
Mustafa Kemal amat anti terhadap dakwah Islam, anti Islam. Ia pernah menggantung tiga puluh ulama saat itu. Ia benar-benar ingin menghapus jejak Khilafah dari Turki.
Mustafa Kemal bertanggungjawab atas derita umat Islam di Palestina, Afganistan, Xinjiang, Rohingya dan tempat lainnya. Sebab karenanya Khilafah sebagai pelindung umat Islam telah tiada.
Pelajaran berharga dari hidup Mustafa Kemal. Bahwa Allah swt tak tidur. Allah swt kan membalas tiap perbuatan manusia. Bisa ditunjukkanNya di dunia. Tapi yang jauh lebih dahsyat saat kita menerima pembalasan di akhirat.
Semoga kita istiqamah dalam iman dan taat. Moga Allah swt berkenan memutus nyawa kita dalam keadaan baik. Amin ya rabb..


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Klik untuk tembah komentar

Posting Komentar

Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...