24 November 2017

Apa Itu Mazhab?



Sekitar lima atau enam tahun lalu (tepatnya lupa), saya pernah beli bucil alias buku kecil berjudul “Understanding Mazhab” karya seorang da’i di Kota Banjarmasin, Fauzan al Banjari. Belinya iseng. Karena bukunya kecil, murah, saya toh juga butuh ilmu, jadi saya beli.

Secara umum ngerti sih kalau isinya penjelasan bagaimana memahami perbedaan pendapat dikalangan ahli fiqih. Tapi rupanya buku mungil itu nyelesaikannya nggak semudah bayangan saya. Buka halaman pertama, malas lanjut baca. Soalnya banyak nemu istilah bahasa arab. Meski ada terjemahnya, tetap aja nggak selera buat lanjut.

Sekitar dua bulan lalu saya benar-benar berkomitmen untuk membaca tuntas buku-buku yang pernah dibeli. Cukup banyak buku saya yang dibeli tapi nggak dibaca. Entah karena kasus kayak buku yang diceritain di atas, karena bukunya tebal ataupun merasa memang belum selera aja gitu untuk baca.

Jadi satu persatu buku itu saya baca. Nah saya baru saja baca tuntas bucil “Understanding Mazhab”. Akhirnyaaaa, setelah bertahun-tahun dimiliki baru bisa mereguk ilmu di dalamnya. Terlalu ya saya hehe.

Ada beberapa hal yang saya dapati dari buku itu. Pertama, tentang defenisi mazhab. Sering ya dengar kata mazhab. Ternyata mazhab itu artinya kumpulan pendapat fuqaha (ahli fiqih) berupa hukum Islam terperinci yang digali dari al Qur’an dan as sunnah serta sumber lainnya yang disetujui keduanya.

Di dalam defenisi itu ada dua poin, yaitu sekumpulan hukum Islam yang digali  dan ushul fiqih (metode menggali hukum). Jadi kalau dikatakan, mazhab syafi’i berarti itu fiqih Imam syafi’i yang beliau gali dari al Qur’an, As sunnah dan sumber yang disetujui keduanya, menggunakan tata cara hasil temuan beliau sendiri.
19 November 2017

Al Qur’an, Tanda kekuasaan Allah Bukan Kitab Sains




Judul buku          : Miracles of Al Qur’an & As-Sunnah
Penulis                 : Zakir Naik & Tim Islamweb
Penerjemah          : Dani Ristanto
Penerbit                : Aqwam
Tahun terbit         : 2017
Cetakan                : IV
Ketebalan             : 224 hal
ISBN                     : 978-979-039-339-4


                Ustadz Zakir Naik dikenal sebagai ahli perbandingan agama. Beliau menyebar dakwah, mengajak nonmuslim masuk Islam. Sosok beliau sudah dikenal dunia. Karena dakwah beliau yang cukup berpengaruh, sampai-sampai penguasa india membencinya dan berusaha menghentikan dakwahnya. Semoga Allah swt merahmati beliau.

            Isi buku ini sering jadi bahan dakwah Ustadz Zakir. Mengingat untuk beriman orang perlu bukti. Bukti atas kesalahan agamanya semula dan bukti kebenaran Islam. Memuat fakta-fakta ilmiah di alam semesta yang membuktikan al Qur’an benar dari Sang Pencipta.

Ketika ilmuwan menemukan adanya zat penyembuh pada madu misalnya(QS An Nahl; 68-69). Ternyata al Qur’an sudah sejak 1400 tahun lalu mengabarkan hal tersebut. Padahal saat itu belum ada aktivitas penelitian tentang madu. Hingga tak mungkin al Qur’an yang hebat itu dibuat oleh manusia.

Atau ketika al Qur’an menyatakan calon bayi dalam rahim dilindungi tiga lapis kegelapan (QS. Az- Zumar:6). Maka hal ini ditemukan oleh ilmuwan barat Dr. Keith Moore. Beliau bilang ada tiga lapis pelindung pada janin berupa anterior dinding perut ibu, dinding rahim dan membrane amnio chorionic.
13 November 2017

Rahasia Para Muallaf

Irene Handono by paktiga.com

Saya suka ngiri sama para muallaf yang amat dekat pada agama. Kayak muallaf, Ustadzah Irena Handono, yang dikenal sebagai da’iyah plus kristolog. Dengan wadah Irene Centre, hingga kini beliau konsisten berdakwah serta membimbing dan memberi perlindungan bagi para muallaf lainnya agar kuat berada di jalan Islam.

Ada ustadz Felix Siauw, muallaf keturunan cina yang begitu getol dakwah ngajakin muslim menjalankan ajaran Islam secara utuh. Dai muda satu ini cukup fenomenal ya. Media sosial jadi sarana baginya sejak awal untuk berdakwah, hingga kini dikenal banyak orang. Akhir-akhir ini makin terkenal karena beberapa kali batal ngisi pengajian akibat ulah segelintir orang.

Banyak lagi muallaf yang mengagumkan. Suka malu sama diri ini yang ilmu agamanya belum apa-apa, jauh tertinggal dari mereka.

Tapi tak semua muallaf ternyata dekat dengan agama. Ada para muallaf yang pribadinya tak jauh berubah dibanding dirinya yang dulu. Gaya hidupnya biasa aja. Tetap membuka aurat. Tetap gaul bebas. Tetap melangkah ke tempat-tempat hiburan. Hemm, kenapa yang berbeda-beda?

Mereka jadi muallaf, saya merasa bahagia. Tapi ketika ternyata mereka belum berubah ke arah Islam, saya cukup sedih. Dari apa yang saya dengar di pengajian, saya punya beberapa kesimpulan yang buat saya jadi mengerti perbedaan tersebut.

Pertama, soal akidah. Memang hidayah datangnya dari Allah swt. Tapi tetap saja ada cerita di setiap peristiwa. Ternyata motivasi awal yang mendorong seorang muallaf berganti akidah macam-macam ya. Ada yang karena menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah. Ada yang karena mau menikah dengan muslim. Ini banyak terjadi dikalangan artis.
9 November 2017

Hati-Hati Virus LGBT


WinNetNews.com

Perlahan tapi pasti, prilaku menyukai sesama jenis terus eksis. Penggerebekan demi penggerebekan pesta seks kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) membuka mata masyarakat akan hal tersebut. Terbaru, awal Oktober lalu anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek sebuah tempat spa di kawasan Gambir. 

Dari penggerebekan tersebut polisi berhasil menjaring puluhan gay, menyita barang bukti berupa puluhan alat kontrasepsi bekas pakai, sejumlah alat bantu seks pria dan wanita serta uang tunai. Setelah polisi mendata, para pria yang diduga anggota komunitas LGBT itu pun dibebaskan. Sementara 6 orang pengelola spa menjadi tersangka. Mereka akan dijerat Pasal Pornografi dengan ancaman enam tahun penjara.

LGBT Itu Menular

Perkembangan kaum LGBT memang cukup memprihatinkan. Tahun 2009 saja populasi gay berjumlah sekitar 800 ribu jiwa. Berselang tiga tahun jumlahnya meningkat menjadi jutaan. Demikian estimasi Kementrian Kesehatan di tahun 2012, (http://nasional.republika.co.id). Kini diperkirakan jumlah gay menginjak angka tiga persen dari jumlah seluruh penduduk Indonesia, (Jawapos.com).