Selasa, 28 Februari 2017

Profesi-Profesi Hina Dalam Pandangan Islam


Judul buku          : Profesi Hina Yang Dianggap Mulia
Penulis                  : Fathy Syamsuddin Ramadhan An Nawiy
Penerbit                : Al Azhar Press
Tahun terbit         : Cetakan pertama, 2016
Ketebalan              : 154 hal
ISBN                     : 978-602-7986-46-6

Seorang kenalan lulusan fakultas ekonomi, pernah dituntut orangtuanya untuk bekerja menjadi pegawai bank. Alasannya, pegawai bank itu dipandang baik oleh para tetangga. Gaji yang besar menjadikan profesi pegawai bank punya citra positif hingga banyak diincar.

Begitulah, masyarakat kebanyakan terlanjur memandang harta dan profesi sebagai ukuran kemuliaan seseorang. Sampai-sampai lupa mempertimbangkan, apakah kemuliaan itu sejalan dengan ridha Allah swt.  

Buku ini menuntun kita untuk memahami pandangan Islam mengenai sebelas jenis profesi yang dikenal mulia di masyarakat, namun hakikatnya buruk di mata Allah swt.

Profesi-profesi tersebut yakni peramal dan tukang sihir, pekerja seks komersil, penjudi, bankir ribawi, profesi jasa asuransi, penarik pajak, profesi membuat undang-undang dan hukum, penjaga dan pembantu penguasa zhalim, mata-mata, artis dan penyanyi.

Dalil-dalil yang disampaikan dari sumber al Qur’an dan as Sunnah saya kira cukup memadai bagi kita untuk sepakat dengan penulis, bahwa demikianlah adanya profesi-profesi tersebut.

Penulis pun menyadari bahwa terjerumusnya kaum muslim dalam berbagai profesi tersebut tak lepas dari pengaruh sistem. Namun bukan berarti kita harus menyerah pada keadaan. Justru usaha kita untuk mengubah sistem kapitalisme ini kepada sistem Islam seraya mencari penghidupan dengan jalan yang halal akan bernilai pahala berlipat ganda dari Allah swt, insya Allah.

Pada akhirnya keimananlah yang menjawab, ketika ternyata kita bersentuhan dengan profesi tersebut, apakah kita masih hendak melanjutkannya atau berhenti karena takut pada Allah swt.

Apakah kita ingin harta yang berkah ataukah kita lebih memilih mengumpulkan harta yang banyak namun dibenci Allah swt.

Apakah kita ingin tiap doa-doa kita terkabulkan atau kita rela daging yang tumbuh dalam diri kita dan keluarga berasal dari harta haram hingga tiap doa kita tertolak.

Semua pilihan ada di tangan kita. Semoga kita semua tergolong hamba-hamba Allah swt yang berfikir. Amin
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Klik untuk tembah komentar

Poskan Komentar

Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...