28 Februari 2017

Profesi-Profesi Hina Dalam Pandangan Islam


Judul buku          : Profesi Hina Yang Dianggap Mulia
Penulis                  : Fathy Syamsuddin Ramadhan An Nawiy
Penerbit                : Al Azhar Press
Tahun terbit         : Cetakan pertama, 2016
Ketebalan              : 154 hal
ISBN                     : 978-602-7986-46-6

Seorang kenalan lulusan fakultas ekonomi, pernah dituntut orangtuanya untuk bekerja menjadi pegawai bank. Alasannya, pegawai bank itu dipandang baik oleh para tetangga. Gaji yang besar menjadikan profesi pegawai bank punya citra positif hingga banyak diincar.

Begitulah, masyarakat kebanyakan terlanjur memandang harta dan profesi sebagai ukuran kemuliaan seseorang. Sampai-sampai lupa mempertimbangkan, apakah kemuliaan itu sejalan dengan ridha Allah swt.  

Buku ini menuntun kita untuk memahami pandangan Islam mengenai sebelas jenis profesi yang dikenal mulia di masyarakat, namun hakikatnya buruk di mata Allah swt.

Profesi-profesi tersebut yakni peramal dan tukang sihir, pekerja seks komersil, penjudi, bankir ribawi, profesi jasa asuransi, penarik pajak, profesi membuat undang-undang dan hukum, penjaga dan pembantu penguasa zhalim, mata-mata, artis dan penyanyi.
13 Februari 2017

Kesalahan Sistem Ekonomi Kapitalisme Hingga Sosialis Marxisme


Judul buku          : Muqaddimah Sistem Ekonomi Islam, Kritik Atas Sistem
                              Ekonomi Kapitalisme Hingga Sosialisme Marxisme
Penulis                 : K.H. Hafidz Abdurrahman, MA
Penerbit               : Al Azhar Press
Tahun terbit         : Cetakan kedua , 2014
Ketebalan             : 189 hal
ISBN                    : 979-3118-87-3
Peresensi              : Eva Arlini

Indonesia tidak kekurangan ahli ekonomi. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri dianggap sudah teruji kemampuannya, sebab sudah pernah menjabat sebagai petinggi di World Bank.

Namun apa lantas masalah kemiskinan dan pengangguran selesai? Ternyata tidak. Meski angka kemiskinan tahun 2016 diklaim oleh pemerintah menurun, namun kualitas kemiskinannya makin dalam dan makin parah.

Misalnya saja, kalau tadinya keluarga miskin makan tiga kali sehari dengan lauk seadanya, kini makin banyak orang miskin yang makannya sekali sehari. Angka kemiskinan yang menurun itu tak seberapa jumlahnya, tapi tingkat keparahan dari penduduk miskin itu jauh lebih mengkhawatirkan. Apa yang salah pada perekonomian kita?

Buku ini mengurai kesalahan-kesalahan mendasar dari ekonomi kapitalis yang sedang diterapkan saat ini. Kesalahan mendasar tersebut tak pernah dibahas oleh para ahli ekonomi termasuk pemerintah. Padahal kesalahan mendasar tersebut merupakan sisi paling penting dan utama yang menjadi penyebab rentetan permasalahan ekonomi yang ada.