18 Desember 2017

Hebatnya Islam Bertoleransi




Saya yakin, yang menuduh Islam tidak toleran, apalagi itu diucapkan oleh muslim sendiri, dia belum melek Islam. Saya semakin kagum dengan agama saya. Salah satunya karena baiknya ajaran Islam tentang bersikap pada nonmuslim. Dalam rubrik Ustadz Bertanya di Tabloid Media Umat pernah dibahas hukum berta’ziyah kepada nonmuslim.

Bagaimana sikap kita jika ada tetangga nonmuslim meninggal dunia? Sebagai masyarakat yang hidup di satu lingkungan pasti hati ini tak enak dong kalau tak berbelasungkawa. Ternyata Islam memang membolehkan muslim melayat kafir.

Demikian pendapat jumhur ulama seperti pendapat Imam Nawawi dan Imam Ibnul Qayyim. Imam Nawawi bilang boleh hukumnya seorang Muslim berta’ziyah kepada seorang dzimmi karena kerabatnya yang dzimmi meninggal dunia, lalu mengucapkan, “Semoga Allah mengganti musibah yang menimpa Anda dan semoga Allah tidak mengurangi jumlah anda”. (Imam Nawawi dalam al Majmu’ Syarah Al Muhadzdzab)

Dalil dari perkataan sang imam adalah al Qur’an surat al Mumtahanah ayat 8, bahwa muslim boleh berbuat baik pada nonmuslim, selama ia tak memusuhi atau memerangi kaum muslim.

Dalil lainnya adalah hadist yang menyatakan bahwa Rasulullah saw pernah mengunjungi seorang pemua Yahudi yang sedang sakit, (HR. Bukhari).

Penjelasan lainnya, ada rambu-rambu yang harus diperhatikan seorang muslim dalam berta’ziyah pada nonmuslim. Pertama, pastikan nonmuslim tersebut bukan pembenci Islam yang nyata.

Pacaran Bukan Jaminan


Judul buku   : Just Married
10 Kisah Nyata Tentang Cinta, Pengorbanan, Dan Cobaan Dalam Dunia  Perkawinan
Penulis          : Indah Hanaco
Penerbit         : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit  : 2013
Ketebalan      : 117 hal
ISBN               : 978-602-03-0010-8
Peresensi      : Eva Arlini

Kisah-kisah dalam buku ini makin meyakinkan saya kalau pacaran itu tidak perlu. Sudahlah haram (menurut agama saya), sia-sia pulak. Ketika pacaran dianggap jalan mengenal pasangan, nyatanya gagal.

Rata-rata pasangan yang dikisahkan memulai hubungan dengan pacaran. Pernikahan baru seumur jagung, ketika mereka sadar ternyata baru kenal pasangannya sebatas kulit luar.
Sudah menikah baru tersingkap aslinya. Dan penuh perjuangan bagi mereka untuk menanggalkan ego masing-masing guna mempertahankan pernikahan.

Dua kisah, endingnya berpisah. Satunya karena ketahuan sang suami maniak seks dan tak ingin berubah. Satunya berpisah gara-gara suami yang posesif tingkat akut. Sampai memilih memukuli istrinya tiap cemburu buta. Sementara pasangan lainnya berhasil bertahan.

Meski tiap konflik dalam sepuluh kisah itu berbeda, tapi cara penulis menceritakan cukup monoton. Pembukanya sama, mulai pacaran, saling percaya, berkomitmen hidup bersama lalu menikah. Tak lama mulai timbul konflik. Diakhir cerita masalah terurai dan terselesaikan.

Pelajarannya, menikahlah dengan proses sesuai Islam. Pilih pasangan sesuai standar Islam. Kenali pasangan sesuai tuntunan Islam. Dan jalani pernikahan dengan Islam. Meski tak juga ada jaminan langgeng, tapi insya allah berkah dan ridha Allah digapai.
24 November 2017

Apa Itu Mazhab?



Sekitar lima atau enam tahun lalu (tepatnya lupa), saya pernah beli bucil alias buku kecil berjudul “Understanding Mazhab” karya seorang da’i di Kota Banjarmasin, Fauzan al Banjari. Belinya iseng. Karena bukunya kecil, murah, saya toh juga butuh ilmu, jadi saya beli.

Secara umum ngerti sih kalau isinya penjelasan bagaimana memahami perbedaan pendapat dikalangan ahli fiqih. Tapi rupanya buku mungil itu nyelesaikannya nggak semudah bayangan saya. Buka halaman pertama, malas lanjut baca. Soalnya banyak nemu istilah bahasa arab. Meski ada terjemahnya, tetap aja nggak selera buat lanjut.

Sekitar dua bulan lalu saya benar-benar berkomitmen untuk membaca tuntas buku-buku yang pernah dibeli. Cukup banyak buku saya yang dibeli tapi nggak dibaca. Entah karena kasus kayak buku yang diceritain di atas, karena bukunya tebal ataupun merasa memang belum selera aja gitu untuk baca.

Jadi satu persatu buku itu saya baca. Nah saya baru saja baca tuntas bucil “Understanding Mazhab”. Akhirnyaaaa, setelah bertahun-tahun dimiliki baru bisa mereguk ilmu di dalamnya. Terlalu ya saya hehe.

Ada beberapa hal yang saya dapati dari buku itu. Pertama, tentang defenisi mazhab. Sering ya dengar kata mazhab. Ternyata mazhab itu artinya kumpulan pendapat fuqaha (ahli fiqih) berupa hukum Islam terperinci yang digali dari al Qur’an dan as sunnah serta sumber lainnya yang disetujui keduanya.

Di dalam defenisi itu ada dua poin, yaitu sekumpulan hukum Islam yang digali  dan ushul fiqih (metode menggali hukum). Jadi kalau dikatakan, mazhab syafi’i berarti itu fiqih Imam syafi’i yang beliau gali dari al Qur’an, As sunnah dan sumber yang disetujui keduanya, menggunakan tata cara hasil temuan beliau sendiri.
19 November 2017

Al Qur’an, Tanda kekuasaan Allah Bukan Kitab Sains




Judul buku          : Miracles of Al Qur’an & As-Sunnah
Penulis                 : Zakir Naik & Tim Islamweb
Penerjemah          : Dani Ristanto
Penerbit                : Aqwam
Tahun terbit         : 2017
Cetakan                : IV
Ketebalan             : 224 hal
ISBN                     : 978-979-039-339-4


                Ustadz Zakir Naik dikenal sebagai ahli perbandingan agama. Beliau menyebar dakwah, mengajak nonmuslim masuk Islam. Sosok beliau sudah dikenal dunia. Karena dakwah beliau yang cukup berpengaruh, sampai-sampai penguasa india membencinya dan berusaha menghentikan dakwahnya. Semoga Allah swt merahmati beliau.

            Isi buku ini sering jadi bahan dakwah Ustadz Zakir. Mengingat untuk beriman orang perlu bukti. Bukti atas kesalahan agamanya semula dan bukti kebenaran Islam. Memuat fakta-fakta ilmiah di alam semesta yang membuktikan al Qur’an benar dari Sang Pencipta.

Ketika ilmuwan menemukan adanya zat penyembuh pada madu misalnya(QS An Nahl; 68-69). Ternyata al Qur’an sudah sejak 1400 tahun lalu mengabarkan hal tersebut. Padahal saat itu belum ada aktivitas penelitian tentang madu. Hingga tak mungkin al Qur’an yang hebat itu dibuat oleh manusia.

Atau ketika al Qur’an menyatakan calon bayi dalam rahim dilindungi tiga lapis kegelapan (QS. Az- Zumar:6). Maka hal ini ditemukan oleh ilmuwan barat Dr. Keith Moore. Beliau bilang ada tiga lapis pelindung pada janin berupa anterior dinding perut ibu, dinding rahim dan membrane amnio chorionic.
13 November 2017

Rahasia Para Muallaf

Irene Handono by paktiga.com

Saya suka ngiri sama para muallaf yang amat dekat pada agama. Kayak muallaf, Ustadzah Irena Handono, yang dikenal sebagai da’iyah plus kristolog. Dengan wadah Irene Centre, hingga kini beliau konsisten berdakwah serta membimbing dan memberi perlindungan bagi para muallaf lainnya agar kuat berada di jalan Islam.

Ada ustadz Felix Siauw, muallaf keturunan cina yang begitu getol dakwah ngajakin muslim menjalankan ajaran Islam secara utuh. Dai muda satu ini cukup fenomenal ya. Media sosial jadi sarana baginya sejak awal untuk berdakwah, hingga kini dikenal banyak orang. Akhir-akhir ini makin terkenal karena beberapa kali batal ngisi pengajian akibat ulah segelintir orang.

Banyak lagi muallaf yang mengagumkan. Suka malu sama diri ini yang ilmu agamanya belum apa-apa, jauh tertinggal dari mereka.

Tapi tak semua muallaf ternyata dekat dengan agama. Ada para muallaf yang pribadinya tak jauh berubah dibanding dirinya yang dulu. Gaya hidupnya biasa aja. Tetap membuka aurat. Tetap gaul bebas. Tetap melangkah ke tempat-tempat hiburan. Hemm, kenapa yang berbeda-beda?

Mereka jadi muallaf, saya merasa bahagia. Tapi ketika ternyata mereka belum berubah ke arah Islam, saya cukup sedih. Dari apa yang saya dengar di pengajian, saya punya beberapa kesimpulan yang buat saya jadi mengerti perbedaan tersebut.

Pertama, soal akidah. Memang hidayah datangnya dari Allah swt. Tapi tetap saja ada cerita di setiap peristiwa. Ternyata motivasi awal yang mendorong seorang muallaf berganti akidah macam-macam ya. Ada yang karena menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah. Ada yang karena mau menikah dengan muslim. Ini banyak terjadi dikalangan artis.
9 November 2017

Hati-Hati Virus LGBT


WinNetNews.com

Perlahan tapi pasti, prilaku menyukai sesama jenis terus eksis. Penggerebekan demi penggerebekan pesta seks kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) membuka mata masyarakat akan hal tersebut. Terbaru, awal Oktober lalu anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek sebuah tempat spa di kawasan Gambir. 

Dari penggerebekan tersebut polisi berhasil menjaring puluhan gay, menyita barang bukti berupa puluhan alat kontrasepsi bekas pakai, sejumlah alat bantu seks pria dan wanita serta uang tunai. Setelah polisi mendata, para pria yang diduga anggota komunitas LGBT itu pun dibebaskan. Sementara 6 orang pengelola spa menjadi tersangka. Mereka akan dijerat Pasal Pornografi dengan ancaman enam tahun penjara.

LGBT Itu Menular

Perkembangan kaum LGBT memang cukup memprihatinkan. Tahun 2009 saja populasi gay berjumlah sekitar 800 ribu jiwa. Berselang tiga tahun jumlahnya meningkat menjadi jutaan. Demikian estimasi Kementrian Kesehatan di tahun 2012, (http://nasional.republika.co.id). Kini diperkirakan jumlah gay menginjak angka tiga persen dari jumlah seluruh penduduk Indonesia, (Jawapos.com).
6 Oktober 2017

Bantu Diri Istiqamah


Judul buku      : Hikmah-Hikmah Bertutur Untuk Jiwa Yang Mudah Futur
Penulis            : Arief B. Iskandar
Penerbit          : Al Azhar Press
Tahun terbit     : Cetakan pertama, 2010
Ketebalan       : 280 hal
ISBN               : 979-3118-78-4
Peresensi       : Eva Arlini

Sesuai judulnya, buku ini berisi kumpulan tulisan penuh hikmah yang menyegarkan keimanan kita. Sumber tulisan adalah ayat-ayat al qur’an dan hadist beserta tafsir dan syarah hadist. Diramu bersama kisah-kisah menarik zaman nabi dan para sahabat juga generasi salih/ saliha setelahnya.

Buku ini diperuntukkan bagi para pengemban dakwah khususnya dan kaum muslim pada umumnya. Bila untuk istiqamah butuh teman salih/ saliha, rutin ikut kajian Islam dan perbanyak mendekat pada Allah swt, maka buku ini melengkapi ketiga hal tersebut. Buku ini berisi banyak ilmu penunjang diri agar mantap menapaki jalan Islam.

Buku ini mengajak untuk menguatkan ketaatan pada Allah swt. Ia memaparkan keagungan al Qur’an dan para pengembannya. Ia mengingatkan untuk meneladani baginda nabi saw. Ia menjelaskan cara meraih ‘Izzah dakwah. Ia juga mengingatkan agar menjauh dari neraka dengan mengubur dosa. Iapun mengabarkan keagungan Islam dan kemuliaan Islam.

Dengan membaca buku ini, kita diajak merenungkan kembali tentang makna dzikir. Bahwa mengingat Allah swt ditunjukkan dengan lisan, hati dan perbuatan. Lisan yang basah oleh kalimah-kalimah thayyibah. Hati yang senantiasa ingat Allah dan muhasabah diri. Perbuatan yang kerap diikatkan dengan syariahNya yang agung.

Dalam buku ini akan kita temukan kedahsyatan para mukhlishin. Syetan itu kerjanya menggoda manusia. Tapi ada satu tipe manusia yang tak bisa digoda syetan. Itulah para mukhlishin (orang-orang ikhlas). “ Iblis berkata, “Demi kemuliaan-Mu, aku pasti akan menyesatkan mereka (anak-anak Adam) semuanya, kecuali hamba-hambaMu dari kalangan al –Mukhlashin di antara mereka.” (QS. Shad: 82-83).
29 September 2017

(review buku) Inspirasi Dari Ibunda Para Ulama


Judul buku    : Ibunda Para Ulama
Penulis         : Sufyan bin Fuad Baswedan MA
Penerbit        : Pustaka Al Inabah
Tahun terbit  : Cetakan pertama, 2016
Ketebalan     : 154 hal
ISBN             : 978-602-7986-46-6
Peresensi      : Eva Arlini

Produktifnya kaum ibu adalah menghasilkan generasi yang hebat. Setuju? Kalau kita amati jejak-jejak keberhasilan banyak orang, sebahagian besarnya pasti tak lepas dari peran ibu. Dari dulu hingga sekarang, ibu tetap teristimewa, motivator utama bagi pembentukan pribadi anak. Islam pun mengakuinya.

Peradaban Islam mencatat sejumlah ibu yang berperan penting melahirkan para ulama. Meski jarang kitab sejarah berbahasa arab yang khusus membahas biografi para ibu, tapi dimana ada kisah para ulama, di buku itu biasanya ada cerita ibunya. Dan kita tidak perlu repot lagi mencari kisah para ibu itu di tumpukan kitab tebal biografi para ulama. Cukup baca buku karya Sufyan ini. Penulis berhasil merangkum kisah-kisah ibunda para ulama sejak generasi salaf hingga kini.

Ada kisahn ibunda Anas bin Malik, ibunda Urwah bin Zubeir dan ibu susu Hasan al Bashry. Ketiga ibunda dari para ulama besar itu adalah shabiyah ahli syurga, insya allah. Ada pula ibunda Hasan bin Shalih bin Huyai. Ibunda Rabi’ah bin Abi ‘Abdirrahman, ibunda Iman Asy-syafi’i, ibunda dari ibundanya Umar bin Abdul Aziz dan lain-lain. Salah satu mutiara yang dihasilkan para ibu di masa kegemilangan Islam adalah imam syafi’i. Sama-sama kita mengenal beliau sebagai ulama yang fiqihnya dipakai banyak muslim di negeri kita. Saat itu lingkungan islami berpadu dengan peran ibu dalam merawat anaknya.

Para ibu shaliha masa kini menghasilkan ulama seperti Syaikh bin Baz, Syaikh ‘Ali bin Muhammad al-Sinan, ulama Mauritania dan lain-lain. Kesungguhan para ibu tersebut dalam mendidik anak telah menghasilkan ‘produk gagal’ dari sistem sekuler khas barat yang sedang menaungi kita. Menghasilkan para ulama yang berperan dalam upaya kebangkitan Islam, insya allah.

(review buku) Apa Alat Kontrasepsi Terbaikmu?


                                                   


Judul buku          : Memilih Kontrasepsi Alami dan Halal
Penulis                 : dr. Dwi Anton & dr. Dyah Andari
Penerbit                : Aqwam Medika
Tahun terbit         : Cetakan pertama, 2013
Ketebalan             : 192 hal
ISBN                     : 978-602-8831-03-1

Bagi muslim, menggunakan alat kontrasepsi sepatutnya bukan karena ingin mencegah kehamilan guna membatasi kelahiran. Sebab banyak dalil larangan menghentikan kehamilan secara permanen. Jika karena takut miskin, Allah swt sudah tegaskan rizki itu datangnya dari Allah swt, bukan dari manusia. Kalau karena merepotkan dalam perawatan, Allah swt menyampaikan bahwa dalam tiap aktivitas mengurus anak ada pahala yang mengalir. Kalau karena takut tak mampu membentuk generasi yang kuat menjalani hidup, sebenarnya cukup penuhi tuntunan Islam dalam merawat dan mendidik anak. Insya allah hasilnya memuaskan.

So, penggunaan alat kontrasepsi dibutuhkan untuk mengatur jarak kelahiran. Karena manajemen kelahiran anak berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan si anak maupun kondisi fisik dan mental si ibu. Dalam hal ini Islam membolehkan. Sayangnya berbagai alat kontrasepsi yang beredar tak semua baik, tak semua halal. Kita perlu kenal dengan jenis-jenis kontrasepsi berikut sisi positif dan negatifnya. Buku ini memberi penjelasan tentang hal tersebut.

Alat kontrasepsi terbagi dua jenis. Ada kontrasepsi alami dan ada yang buatan. Yang alami seperti metode azl, penyusuan dan metode pantang berskala seksual (KB Kalender, Suhu Basal Badan dan lendir serviks). Sedangkan kontrasepsi buatan seperti kondom, vasektomi dan suntik KB. Ada juga kontrasepsi buatan khusus untuk wanita seperti kontrasepsi hormonal, IUD (Intra Uterine Divice) dan sterilisasi. Sang dokter penulis buku menyatakan dibanding kontrasepsi buatan, yang alami lebih aman dari efek samping dan cenderung lebih terjamin kehalalannya. Misalnya kontrasepsi hormonal (pil, suntik, susuk) yang bisa menimbulkan gangguan menstruasi, mual, sakit kepala, disfungsi seksual dll. Metode IUD dan sterilisasi dinyatakan oleh ulama haram hukumnya.
20 September 2017

(Review) Bekerja Untuk Mengembangkan Diri

  
Judul buku     : Bekerja Bukan Untuk Uang
Penulis           : Venny Eriska
Penerbit         : Jejak Publisher
Tahun terbit   : Cetakan
Ketebalan      : 90 hal
ISBN              : 978-602-61595-6-4
Peresensi      : Eva Arlini

Kalau boleh saya sebut, buku ini buku motivasi. Iya. Karya remaja yang menggelari dirinya gadis kecil ini mengajak pembaca agar memandang pekerjaan lebih dari sekedar uang. Terinspirasi dari gurunya, Venny berkesimpulan bahwa pertimbangan utama dalam memilih pekerjaan sebaiknya adalah peluang untuk berkembang.

Kalau saya menafsirkan sih, yang dimaksud lebih kepada pekerja pemula yang belum banyak pengalaman. Kalau untuk seorang ahli, tentu dirinya dan perusahaan harus memperhitungkan gaji yang pantas untuk sang ahli. Sebab gaji yang sesuai standar keahlian tersebut menunjukkan penghargaan kepada ilmu. Artinya, kalau seseorang yang sudah berpengalaman dan amat ahli dalam bidang tertentu tidak menjadikan uang sebagai pertimbangan, sama saja ia tidak menghargai ilmu yang dimilikinya. Ini menurut saya loh hehe.

Maka demi mematangkan diri jadi seorang ahli, kita harus mau mencoba sebuah pekerjaan meski gaji tak seberapa. Sebab, pengalaman lebih berharga. Ketika sudah terbina dengan ilmu dan pengalaman, maka uang bakal datang dengan sendirinya. Ini yang saya tangkap dari buku tersebut. Untuk meyakinkan pembaca Venny memberi ilustrasi dan contoh-contoh kasus yang membuktikan pandangannya.

Saya menemukan spirit perjuangan dalam buku ini. Motivasi untuk pembaca dan penulis sendiri. Karena kabarnya penulis ingin bekerja dan cari pengalaman di Jepang, untuk membentuknya sebagai professional di bidang yang ia pilih. Makanya pembahasan dilengkapi dengan tips menjadi seorang pekerja yang baik dan beragam contoh negara yang sukses karena pekerjanya bekerja dengan baik. Memuat pula jenis-jenis pekerjaan unik yang ada di dunia. Membacanya bikin gelik, hehe.

9 September 2017

Romantisme Rumah Tangga Saya


Di sesi sharing bareng adek adek jomblo saliha kemaren, saya diminta cerita tentang romantisme kehidupan rumahtangga saya. Alasannya, saya menjemput jodoh tanpa pacaran. Penasaran mereka gimana interaksi saya dengan suami.

Bertemu jodoh dengan jalan ta’aruf saya syukuri banget. Sebab dari kajian Islam yang saya dapatkan, saya meyakini jodoh yang baik akan ketemu kalau jalan yang ditempuh baik pula. Seperti janji Allah swt dalam al qur’an, lelaki yang baik untuk perempuan yang baik, demikian sebaliknya.

Dengan segala kekurangan dan kelebihan suami saya, harapan dulunya cukup terpenuhi. Dua hal yang paling saya harapkan dulu, punya suami yang nggak galak, nggak suka bentak dan cinta ilmu.

Kenapa yang nggak galak? Ceritanya saya sejak kecil diperlakukan galak oleh adik ibu yang merupakan satu-satunya lelaki di rumah. Maksud tulang saya barangkali mendidik. Supaya saya disiplin, kalau melanggar aturan maka saya akan dapat hukuman bentakan dan pukulan.

Udah bosan diperlakukan kasar, mohon betul sama Allah swt jodoh saya kelak bersikap lembut. Nggak mukul dan nggak bentak.
5 September 2017

Venny, Remaja Hebat


Awal kenal remaja Medan satu ini, Venny Eriska, bisa dibilang nggak sengaja sih. Udah lama nggak main ke Grup Fb Blogger Medan, beberapa waktu belakangan mulai kunjungan rutin lagi. Eh ketemu satu postingan Venny berisi cerita traveling di vlog pribadinya. Ini dia https://www.youtube.com/watch?v=6RFj927gCeE&t=272s.

Kunjungan pertama menghantarkan saya ke video Venny lainnya. Disitu saya ketahui Venny remaja yang sedang belajar seputar dunia pembuatan film. Doi juga hobi nulis dan baru saja menelurkan buku berjudul “Bekerja Bukan Untuk Uang”. Buku itu adalah buku ketiga Venny. Buku pertama dibuat saat Venny SMP.

Saya pikir Venny salah satu remaja yang tidak biasa. Dia istimewa dengan hobi menulisnya. Ditambah lagi sejak muda ia sudah berhasil membentuk cita-citanya yaitu menginjakkan kaki ke Jepang untuk belajar tanpa biaya orangtua alias beasiswa. Tak heran meski usianya kini masih tujuh belas tahun tapi aktivitas Venny cukup terarah. Karya buku dan Vlognya membuktikan hal itu.

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan main ke rumah Venny. Kita janjian ketemu karena saya pengen beli buku terbaru Venny plus buku keduanya Novel “Sensei”. Tiba di rumah Venny saya bersama seorang teman disambut ibu Venny. Ternyata Venny belum pulang sekolah. Agak kecewa juga sih, soalnya udah janjian.

Untungnya sembari menunggu Venny pulang ibunya menemani dengan terus bercerita tentang Venny. Ibu Venny tampak begitu bangga sama anak pertama beliau itu. Pujian demi pujian terus mengalir dari lisan ibu Venny untuk anak kesayangan.
22 Agustus 2017

Panggung Buram

Aku Islam

“Ra, kan gak harus buka kerudung. Kamu tetap bisa ngemsi berpakaian adat tanpa buka kerudung kan.”

Vira hanya diam. Pena dalam genggaman gadis berkerudung, berkulit putih dan berhidung mancung itu menari-nari di atas buku yang sedang ditatapnya. Ia asyik melengkapi catatan pelajaran kemarin. Terpaksa ia ketinggalan pelajaran karena latihan membawakan acara pada perpisahan kakak kelas nantinya. Ucapan sohibnya tak dihiraukan. Baginya ocehan Titin hanya angin lalu. Ia sudah lama menunggu moment itu. Berdampingan dengan Rangga dan cuap-cuap berdua di atas panggung.

Titin menatap terus ke arah Vira, berharap Vira membalas tatapannya dengan binar penyesalan. Namun sia-sia. Vira tetap bergeming. Titin melemparkan pandangannya ke arah jendela. Ia mencoba mencari-cari kalimat apa yang dapat menyentuh pedirian sahabatnya itu. Ia tak rela, hanya karena pesona dunia Vira lemah. Ia yakin kebahagiaan hanya angan bila justru menjauh dari Sang pemilik kebahagiaan. Titin ingin Vira sadar.

“Ra, aku sayang sama kamu. Makanya aku ngingatin kamu. Bukankah wujud kasih sayang tertinggi bagi saudara seiman adalah nasehat pada agama? Nggak mungkin aku biarkan sahabatku lupa sama Allah.”

Vira menghentikan laju penanya. Rayuan Titin dibalas dengan tatapan garang. “Kamu nggak usah lebay amat deh. Aku masih salat. Aku masih tutup aurat. Aku cuma pengen terlihat sempurna saja di acara nanti. Lagian niatku baik kok. Mau melatih diriku supaya lebih percaya diri di atas panggung. Pakaian adat batak samosir tuh lebih alami terlihat kalau aku pakai sanggul. Aku cuma akan buka kerudung sekali ini saja. Kamu berhenti meneror aku. Dasar nyinyir.”

Puas meluapkan kekesalan Vira membereskan bukunya dan bergegas meninggalkan kelas. Titin terdiam. Ia tak menyangka begitu cepat Vira berubah. Rasanya baru kemarin mereka jalan bareng ke musala sekolah SMA Negeri 2 Medan itu, mengikuti kajian rutin yang diadakan oleh bagian keputrian OSIS .

Masih tergiang-ngiang di telinga Titin, harapan Vira untuk tak lagi buka kerudung setelah memahami materi tentang aurat. Vira pun ingin mulai belajar pakai jilbab[1]. Titin rindu Vira yang dulu. Vira yang menyambut nasihat Islam dengan antusias. Vira yang berusaha segera mempraktekkan ilmu Islam begitu ia memperolehnya. Vira yang hanif, yang mudah tersentuh kebenaran. Kini Vira telah melupakan tekadnya, sejak kenal Rangga.
13 Agustus 2017

Mewujudkan Ekonomi Yang Sehat

(Review Buku)

Judul Buku   : Ekonomi Islam Mazhab Hamfara Jilid 2
                        Ekonomi Pasar Syariah
Penulis          : H. Dwi Condro Triono, Ph.D
Penerbit        : Irtikaz
Tahun terbit   : 2017
Ketebalan     : 380 hal
ISBN             : 978-602-72973-2-6

Pakar ekonomi Islam, Dwi Condro Triono pernah mendapatkan pesan Whatsapp dari seseorang. Isinya pernyataan dukungan pada kebijakan pemerintah yang mencabut subsidi bahan bakar minyak (bbm). Alasannya, langkah pemerintah sudah sesuai dengan Islam.

Dalam hadist Rasulullah saw ada larangan mematok harga jual. Maka melepas harga jual bbm ke pasar dianggap langkah yang tepat. Orang tersebut sedang protes pada pak Dwi yang mengkritik kebijakan pencabutan subsidi oleh pemerintah. Bagaimana menurut anda?

Pak Dwi, yang merupakan penulis buku ini pun meluruskan pemahaman orang tersebut. Memang benar, bahwa Rasulullah saw melarang pedagang untuk mematok harga.

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allahlah yang mematok harga, yang menyempitkan dan yang melapangkan rizki, dan aku sungguh berharap bertemu Allah dalam kondisi tidak seorangpun dari kalian yang menuntut kepadaku dengan suatu kezhaliman-pun dalam darah dan harta.”(HR. Abu Dawud).

Tapi rupanya, dalil ini belum lengkap. Masih ada dalil lainnya. Rasulullah saw bersabda: “Kaum muslim berserikat pada tiga hal; air, rumput & api. Dan harganya adalah haram.”(HR. Ibnu Majah).

Bila dipahami dengan benar, maka maksud larangan mematok harga adalah ditujukan kepada barang dagangan selain dari air (laut/ sungai), rumput (hutan/ pulau) dan api (energi).

Ketiganya menurut Islam terkategori sebagai kepemilikan umum. Jadi bbm sebagai bagian dari energi tak seharusnya dijadikan komoditas bisnis, melainkan harus dikelola negara dan hasilnya digunakan untuk memberi pelayanan pendidikan, kesehatan maupun keamanan kepada rakyat secara cuma-cuma. Itulah jawaban yang tepat. Dan peristiwa tersebut menjadi contoh kesalahpahaman umat pada ekonomi Islam.
12 Agustus 2017

Muslim Produktif

foto suami waktu menemani saya belanja
Produktif, kata yang digunakan untuk menyebut seseorang yang mampu menghasilkan sesuatu. Dalam pandangan ekonomi, produktif berarti mampu menghasilkan karya-karya yang berdampak pada keuntungan materi.

Di kalangan kaum terpelajar, produktif berarti mampu menghasilkan berbagai karya berupa ide-ide ataupun pandangan yang berguna bagi pemecah persoalan masyarakat. Untuk mencapai gelar professor, sebagai gelar akademik tertinggi saat ini, seorang calon guru besar/ profesor harus produktif, yaitu menghasilkan karya berupa penelitian dan karya lainnya.

Dalam sudut pandang Islam, produktif berarti mampu berkarya untuk Allah swt. Dalam bentuk apa? Tentunya, karya apa saja yang bernilai dihadapan Allah swt. Karya yang berguna bagi kemajuan Islam dan umatnya. Karya yang mampu membawa seorang muslim ke surga. Karya yang membuat seorang muslim mulia di dunia dan akhirat.

Produktivitas pada umumnya lahir dari keinginan kuat untuk mencapai satu titik tertentu dalam hidup. Keinginan kuat tersebut lahir dari satu pandangan bahwa pencapaian tersebut menghasilkan suatu kebahagiaan.

Bukankah kebahagiaan merupakan tujuan yang paling dicari semua orang? Bagi seorang muslim, produktivitas lahir dari hasrat mengejar predikat takwa. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu”(QS. Al Hujurat: 13).

Sebab, predikat takwa adalah predikat tertinggi yang bisa dicapai oleh kaum muslim. Alasannya, kedudukan tersebut menghasilkan satu kebahagiaan khas Islam, yaitu ridha Allah swt. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga ‘adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.”(QS. Al Bayyinah: 6-8).

Maka, semua bermula dari iman yang mantap. Iman yang berarti pembenaran secara pasti akan keberadaan Allah swt sebagai Sang Pencipta, keberadaan malaikat sebagai makhluk Allah swt, keberadaan rasul-rasulNya, kitab-kitabNya, adanya hari berbangkit dan qadha qadar. Iman yang sempurna inilah kemudian menjadikan seorang muslim menjadi produktif.
10 Agustus 2017

Sosok Almarhum Ryan Thamrin


Bintang.com
Sebelumnya saya tak mengenal almarhum dr. Ryan Thamrin. Maklum jarang nonton TV. Dan memang saya nggak punya TV. Kalau ada acara yang saya anggap perlu ditonton, kayak tayangan Indonesia Lowyer Club (ILC), saya baru buka TV online dari komputer. Sejak berita berpulangnya beliau wara wiri di media sosial, saya jadi penasaran sama beliau.

Dr. Ryan Thamrin adalah seorang dokter spesialis seksologi dan kesehatan reproduksi. Selain itu, dokter tampan itu ternyata juga berpengalaman dengan berbagai profesi lainnya. Beliau pernah jadi model, ikutan kontes abang-none Jakarta dan jadi presenter televisi.

Sejak 2013, dr. Ryan berbagi ilmu seputar kesehatan dalam program Dr. Oz Indonesia. Profesi ini yang buat nama dr. Ryan dikenal luas oleh publik.

Penasaran seperti apa sosok dr. Ryan, saya ubek-ubek youtube buat nyarik performa beliau. Saya dapati shownya beliau dalam sebuah acara stand up comedy dengan pembawa acara Gading Martin. Nama acaranya saya lupa.

Ternyata dr. Ryan ini multi talen ya. Dalam acara itu beliau melakoni stand up comedy dengan tetap mengusung tema kesehatan. Dengan bergaya komedi beliau mengajarkan cara hidup sehat sama penonton. Yang saya ingat cuma dua diantaranya tips sehat menurut beliau.

Pertama, atur menu makanan. Perhatikan soal rasa. Makanan jangan terlalu asin ataupun manis, karena bisa menyebabkan penyakit seperti kolestrol, darah tinggi dan lain-lain. Kedua, rajin berolahraga.

Saya juga ngintip video acaranya beliau lainnya. Saya penasaran sama judul video yang bilang kalau acara itu adalah terakhir kali penampilan dr. Ryan. Saat itu beliau juga sudah sakit. Tentang ikan lele. Acara itu memecahkan mitos bahwa ikan lele mengandung 3000 sel kanker. Alasannya, ikan lele dibudidayakan di tempat yang kotor. Beliau mengatakan kalau ikan lele aman dimakan. Karena saat ini rata-rata budidaya ikan lele di Indonesia sudah baik, kolamnya bersih, tidak seperti yang disangka khalayak.

Begitulah saya mengenal almarhum dr. Ryan. Tutup usia 39 tahun, beliau masih single, menyusul sang ayah meninggalkan ibu dan keluarga yang amat menyayangi beliau. Fans beliau pun merasa kehilangan. 

Sebagai sesama muslim, saya mengucapkan turut berduka cita. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah swt.

Kematian selalu mengandung pelajaran. Demikian dengan kematian dr. Ryan. Beliau yang mengajarkan ilmu kesehatan pun tak luput dari ajal. Karena kita semua punya giliran. Tinggal lagi siapa yang lebih dulu berpulang. Kita berharap semoga kita bisa bertaubat sebelum kematian datang, diberi rahmat Allah saat kematian dan diampuni dosa-dosa kita di yaumil akhir kelak. Amin-amin ya rabbal ‘alamin.