Kamis, 13 Oktober 2016

Fenomena PPAP Cermin Generasi Malas Berfikir


Saat jam belajar, terdengar suara ribut-ribut siswa kelas 3 SMA di salah satu ruangan bimbel suamiku. Ku tatap ke dalam ruangan melalui kaca pintu, mereka sedang melihat smartphone sambil mempraktikan sesuatu. Tangan mereka bergoyang bergantian, sembari mulutnya ikut cuap-cuap. Gurunya saja sampai terheran-heran. Apa begitu stressnya anak-anak itu sampai-sampai sedang belajar pun disempatkan menghibur diri dengan cuap-cuap dan gerakan?

Membaca beberapa artikel membahas lagu PPAP (Pen Pineapple Apple Pen) yang lagi booming  terutama di kalangan remaja, baru ngerti aku rupanya murid-murid bimbel sedang demam lagu PPAP. Mendadak aku jadi penasaran pengen lihat seperti apa rupanya lagu itu. Oala, lagunya dinyanyikan oleh seorang pria tua bergaya gemulai dengan nama beken Piko-Taro. Apa yang menarik dari lagu itu? Tak ada makna sama sekali selain menyebut kata "I have a pen, I have an Apple, Uh! Apple pen...! I have a pen, I have pineapple.”

Lagu tanpa makna seperti itu bisa mendapat puluhan ribu like dan jutaan views di situs Youtube? Ya Allah. Berdasar pantauan KompasTekno, lagu itu jadi viral melalui situs-situs berbagi kelucuan, seperti 9GAG dan SGAG. Lewat meme-meme dan video cover, netizen banyak yang membaginya di media sosial, sepertiFacebook, Vine, Instagram, Twitter dan sebagainya. Ya Allah. Maksudnya, dalam kondisi dimana kita butuh belajar serius dan memandang dengan sungguh-sungguh hidup ini agar mudah memecahkan masalah, masih ada tempat ya buat yang gituan?

Fenomena PPAP tak lebih menunjukkan sebuah keprihatinan, bahwa generasi kita saat ini adalah orang-orang yang malas berfikir. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu buat lucu-lucuan. Menjadikan hiburan sebagai unsur penting dalam hidup. Racun 3F ala barat jadi standarisasi kesenangan. Inilah zaman jahiliyyah modern, era kapitalisme yang terus membentuk generasi dengan pikiran semakin dangkal.

Dalam al Qur’an, Allah Swt telah memperingatkan kita tentang waktu. Betapa pentignya waktu untuk mengumpulkan bekal menuju rumah hakiki kelak. Betapa waktu sehat dan waktu luang sering melalaikan manusia hingga terlena nikmat dunia. Merugilah orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Sadarlah wahai pemuda Islam. Kebangkitan umat ini adalah tanggungjawabmu. Jangan sampai kau tertunduk malu dihadapan Allah swt di akhirat kelak karena telah melalaikan hidup di dunia.

8 komentar:

  1. Yups saat ini yang menjadi viral jarang banget hal-hal yang bermutu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup mbak..makasih sudah berkunjung

      Hapus
  2. Kalo menurut saya, Mbak Eva berpikirnya agak terlalu dalam. Setelah menjadi seorang guru, saya belajar bahwa sesuatu yg tidak kita mengerti itu belum tentu buruk. Saya juga sudah bukan termasuk generasi muda, tapi saya menyadari dan menghargai bahwa setiap generasi itu punya gaya dan kesukaannya masing-masing. Seengganya lagu PPAP ini kontennya negatif seperti lagu BAD nya Awkarin dan Young Lex. Mbak pernah denger ga lagunya? Kalo pernah denger, wah dijamin pasti PPAP ini terlihat jauh lebih baik dibandingkan lagu tersebut, hehehe...

    Tidak setiap hal harus disangkutpautkan dengan agama. Kita juga pernah muda, biarkanlah anak-anak muda kita juga menikmati masa muda mereka dengan gaya mereka sendiri, tanpa harus kita hakimi setiap jengkalnya. Walaupun caranya berbeda dengan yg kita lakukan dulu, bukan berarti itu salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Claude..Bagi saya, Islam adalah pandangan hidup.Dan memang Islam diturunkan Allah swt sebagai aturan hidup bagi manusia. Secara rinci bisa ditemukan dalam al Qur'an dan as sunnah berbagai aturan mengenai berbagai perkara. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, dari masuk kamar mandi hingga membangun negara. Prilaku remaja muslim sekarang memang jauh dari idealnya potret pemuda zaman kejayaan Islam yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk meraih ridha Allah swt.Bukan berarti tidak suka hiburan. Namun hiburan mereka adalah membaca al Qur'an, membaca buku buku kesukaan, mempelajari berbagai hal hingga siap menghadapi berbagai masalah. Wajar kalau umur duapuluhan seperti Muhammad al Fatih siap jadi pemimpin, karena memang di didik menjadi dewasa dengan Islam secara tepat...mempelajari Islam membuat saya khawatir, prihatin dan rindu dengan sosok para pemuda Islam ideal. menjadi tugas kitalah sebagai guru untuk membimbing mereka. semoga kita semua semakin baik, amin..salam kenal mbak. makasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  3. Paling bentar lagi juga ga booming lagi, kayak Gangnam Style itu lho. Saya sama kayak Claude, lebih sedih dengerin anak bimbel nyanyi lagu BADnya Awkarin, sedih banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kita mau mendaftar, wah banyak sekali hiburan-hiburan berupa lagu dll yang merusak ya mbak. Seperti lagu kekasih gelap shela on seven yg dulu dll (cuma itu yg diingat spontan hehe)..miris memang mbak..tugas kitalah untuk membimbing anak-anak itu ke arah yang tepat. salam kenal mbak :)

      Hapus
  4. Iya, mba.. aku tahu ini dari temen-temen kantor. Ternyata viral banget ya di internet. Semoga dengan internet justru membuat kita berperan untuk menebarkan kebaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin..makasih sudah berkunjung mbak..

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...