28 Oktober 2016

Antara Penyusutan dan Perempuan

Check It Out
Nggak terasa rupanya sudah empat tahun aku lulus kuliah. Ingatan tentang masa kuliah barangkali berguguran sedikit demi sedikit. Yang masih lekat diingatan, sosok dosen favorit ibu Shita Tiara. 

Terakhir kali beranjak dari kampus, beliau diangkat jadi Dekan Fakultas Ekonomi UMN Al Wahliyah. Menurutku beliau paling menarik mengajarnya. Beliau selalu bisa menuangkan pelajaran akuntansi ke dalam dunia sosial. Salah satunya saat membahas tentang penyusutan.

Menurut ilmu akuntansi, penyusutan berkaitan dengan bahasan aktiva tetap (harta perusahaan yang punya masa manfaat panjang). Barang-barang seperti kendaraan, bangunan dan peralatan yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan dalam aktivitas operasional akan mengalami pengurangan manfaat ketika digunakan. Berkurangnya masa manfaat itulah yang disebut penyusutan.

Bu Shita mengkaitkan bahasa penyusutan dengan perempuan. “Kita pun nak, lama-lama berkurang masa manfaatnya. Ya kan.” Kurang lebih begitu kata-kata bu Shita.

Kita merasakan, seiring bertambahnya usia, manusia akan mengikuti sunnatullah. Energi yang berkurang, kemampuan indera yang berkurang dan ingatan yang berkurang. 

Pada perempuan, akan tiba masanya dia mengalami menopause yang artinya berkurang pelayanan kepada suami secara seksual. Jadi, kata penyusutan bisa dikaitkan dengan hal ini.
25 Oktober 2016

Saat Pribadi Positif Terbentuk Dari Nasehat Baik

www.pesona.co.id 

Judul Buku   : A Thousand Miles in Broken Slippers
Penulis          : Rosi L. Simamora
Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama 
Ketebalan      : 204 Halaman
Tahun terbit  : cetakan pertama, 2014
ISBN               : 9786020319780

“Jangan biarkan sandalmu menentukan jati dirimu, Dong. Jangan pernah merasa malu ke sekolah hanya mengenakan sandal dan seragam lungsuran yang sudah pudar putihnya”

“Biarpun kau tidak menggunakan sepatu bermerek yang mahal, kalau kau terus berjuang dan giat belajar, sandalmu yang hanya seharga lima belas peso (saat itu 3 ribu rupiah) ini akan membawamu hingga ribuan mil perjalanan.

Satu pesan diantara pesan-pesan lainnya dari ayah Dong, perlahan membentuk dirinya untuk berani bermimpi. Efeknya, ia belajar serius, mengejar prestasi demi merubah hidup di masa depan. Alhasil, masa-masa sekolah Dong dipenuhi berbagai gelar juara, dari ranking kelas hingga juara sejumlah kegiatan ekstrakulikuler. Ia tumbuh sebagai sosok yang pantang mematikan harapan tanpa memperjuangkannya lebih dulu. Di masa SMA, meski sering merasakan kelaparan saat istirahat sekolah, Dong tetap menanamkan mimpi menginjakkan kaki di area Menara Eiffel sebagai simbol kesuksesannya kelak.

Menjadi bagian dari keluarga miskin di kota kecil Bolinao, 6 jam perjalanan dengan bus Philippine Rabit dari Manila, membuat Dong, nama kecil Leonardo Consul, sejak dini ditempa dalam suasana perjuangan untuk bertahan hidup. Di usia delapan atau sembilan tahun telah belajar mencari uang. Bertanggungjawab dalam urusan perut bersama ayah, ibu dan empat orang saudaranya.

Hampir setiap malam Dong bersama teman-teman kecilnya melakoni pekerjaan sebagai pencuci bus Philippine Rabbit. Persaingan ketat diantara para Rabbit Boys untuk mencuci bus yang jumlahnya terbatas, meninggalkan satu kenangan cukup pahit. Saat Dong terpaksa harus membersihkan mobil penuh muntah hanya untuk uang yang cukup ditukar dengan sepotong roti. Satu kebahagiaan tersendiri ketika dalam upayanya menahan nafas dari bau busuk suasana mobil, ia mendapati sisa fast food dalam keranjang sampah. Membuat lidahnya sempat merasakan bagaimana makanan orang berduit.
20 Oktober 2016

Hati-Hati Beli Emas Kredit

       
http://media.suara.com/thumb/650x365/images/
Bimbel yang dikelola suami tampaknya harus kehilangan satu orang guru lagi. Dia sudah jarang masuk, membuat kesal suamiku, saban dia terjadwal harus mencari ganti. Konfirmasi terakhir atas ketidakhadirannya dipakai suamiku buat nanya nomor rekeningnya. Buat apa? Untuk ngirim sisa honor si guru, tanda putusnya hubungan kerja mereka.

Aku bertugas ke Bank untuk transfer uang itu. Sambil menunggu nomor antrian, aku terusik dengan percakapan antara Teller dan nasabah yang sedang bertransaksi. Di sela transaksi si Teller menawarkan si ibu beli emas batangan. Katanya keuntungan beli emas di bank, dapatnya emas murni. Nggak bakal dapat emas murni di toko emas deh katanya. Pembelian bisa dibayar secara kredit, cicilan hingga tahunan. Aku lupa tepatnya harus lunas berapa tahun yang disebut Teller itu.

Perkara ini yang mengusik hatiku. Jual beli emas secara kredit. Apa hukumnya dalam Islam? Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit RA bahwa Nabi SAW bersabda,”Emas ditukarkan dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum (al-burru bil burri), jewawut dengan jewawut (asy-sya’ir bi asy-sya’ir), kurma dengan kurma, garam dengan garam, harus sama takarannya (mitslan bi mitslin sawa`an bi sawa`in) dan harus dilakukan dengan kontan (yadan bi yadin). Dan jika berbeda jenis-jenisnya, maka juallah sesukamu asalkan dilakukan dengan kontan (yadan bi yadin).” (HR Muslim no 1587).

Imam Syaukani menjelaskan hadis tersebut,”Jelas bahwa tidak boleh menjual suatu barang ribawi dengan sesama barang ribawi lainnya, kecuali secara kontan. Tidak boleh pula menjualnya secara bertempo (kredit), meskipun keduanya berbeda jenis dan ukurannya, misalnya menjual gandum dan jewawut (sya’ir), dengan emas dan perak.” (Imam Syaukani, Nailul Authar, hal. 1061).
13 Oktober 2016

Fenomena PPAP Cermin Generasi Malas Berfikir


Saat jam belajar, terdengar suara ribut-ribut siswa kelas 3 SMA di salah satu ruangan bimbel suamiku. Ku tatap ke dalam ruangan melalui kaca pintu, mereka sedang melihat smartphone sambil mempraktikan sesuatu. Tangan mereka bergoyang bergantian, sembari mulutnya ikut cuap-cuap. Gurunya saja sampai terheran-heran. Apa begitu stressnya anak-anak itu sampai-sampai sedang belajar pun disempatkan menghibur diri dengan cuap-cuap dan gerakan?

Membaca beberapa artikel membahas lagu PPAP (Pen Pineapple Apple Pen) yang lagi booming  terutama di kalangan remaja, baru ngerti aku rupanya murid-murid bimbel sedang demam lagu PPAP. Mendadak aku jadi penasaran pengen lihat seperti apa rupanya lagu itu. Oala, lagunya dinyanyikan oleh seorang pria tua bergaya gemulai dengan nama beken Piko-Taro. Apa yang menarik dari lagu itu? Tak ada makna sama sekali selain menyebut kata "I have a pen, I have an Apple, Uh! Apple pen...! I have a pen, I have pineapple.”

Lagu tanpa makna seperti itu bisa mendapat puluhan ribu like dan jutaan views di situs Youtube? Ya Allah. Berdasar pantauan KompasTekno, lagu itu jadi viral melalui situs-situs berbagi kelucuan, seperti 9GAG dan SGAG. Lewat meme-meme dan video cover, netizen banyak yang membaginya di media sosial, sepertiFacebook, Vine, Instagram, Twitter dan sebagainya. Ya Allah. Maksudnya, dalam kondisi dimana kita butuh belajar serius dan memandang dengan sungguh-sungguh hidup ini agar mudah memecahkan masalah, masih ada tempat ya buat yang gituan?
5 Oktober 2016

Tolong Hargai Aku

www.ummi-online.com
                “Ambilkan dulu minum”, Darwin meminta pada istrinya dengan wajah dan suara yang datar.

            Terdengar biasa sebenarnya. Tapi tidak bagi Kia. Kia merasa suara itu menyinggungnya. Beberapa hari menjalani biduk rumahtangga, sudah tiga kali suaminya memintanya melakukan sesuatu. Tanpa ucapan minta tolong. Tanpa memanggilnya dengan sebutan apapun. Dek. Kia. Tak ada.

            Sejenak Kia lupa sosok humoris suaminya. Ia melihat sisi yang berbeda. Suaminya dingin.  Kia tersinggung. Dibawakannya segelas air yang diminta dengan wajah cemberut. Darwin menatap sekilas, lalu kembali tenggelam dengan aktivitasnya di depan komputer.
***
Keesokan harinya…

            “Adek jadi nitip infaknya?”

            Kia hanya menggeleng tanpa menatap wajah Darwin. Dibiarkannya suaminya berlalu pergi ke mesjid menunaikan salat jum’at tanpa senyum khas istri saliha. Ia tahu pahala Allah terletak pada sedapnya wajah istri dipandang suami. Ia paham ridha Allah ada bila hati suaminya merasa tentram terhadapnya. Ia mengerti tak boleh berlama-lama diam. Namun semua ilmu Islam yang pernah ia pelajari dikalahkan oleh amarah. Tak tampak pada dirinya cermin seorang pengemban dakwah yag selama ini ia sandang.

 Kia kecewa, kenapa Darwin bersikap seolah tanpa masalah. Padahal ia sedang merasa tersakiti. Bukankah sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya? Sikap baik seperti apa itu. Menyuruh tanpa menyebut nama. Tanpa kata tolong.