Kamis, 18 Agustus 2016

5 Ciri-Ciri Dewasa

aisyahtika.wordpress.com
“Selamat ya Bita, udah dewasa, udah nanggung dosa sendiri”. Ucapku pada keponakan yang ketahuan mengalami menstruasi untuk pertama kali. Bita pun tersipu malu kepadaku.
Menurut pandangan Islam, secara fisik kedewasaan seseorang (aqil baligh) diantaranya diukur dari menstruasi pada perempuan. Iapun disyaratkan punya kemampuan berfikir yang sehat sempurna sehingga mampu menanggung beban hukum.

Saat aqil baligh, berarti seorang muslim disebut mukallaf, yaitu orang yang wajib menjalankan syariah Islam. Usia akil baligh biasanya tak lebih dari 15 tahun. Ada juga muslim yang baru berusia 9 tahun sudah mencapai akil baligh. Kalau keponakanku Bita mengalaminya diusia 10 tahun.

Adalah Islam yang bukan sekedar menetapkan standar kedewasaan, tapi juga memiliki tuntunan untuk orangtua, sekolah maupun negara agar diusia dewasanya, seorang muslim benar-benar layak dan mampu diberi tanggungjawab melaksanakan pedoman hidup Islam bagi kehidupannya.

Kepada orangtua terutama ibu, Allah swt memerintahkan untuk mendidik anaknya sesuai Islam. Negara pun diperintahkan menyediakan pendidikan formal dan suasana kondusif dalam masyarakat untuk saling mendukung dengan oratua dalam mendidik anak-anak.

Hasilnya, sebagaimana salah satu kisah yang diceritakan dalam sejarah kejayaan Islam, di usia mudanya Muhammad al Fatih mampu menjadi pemimpin negara dan panglima perang. Di masa kini, sebagai contoh, Alvin mendapat lampu hijau dari ayahnya, Ustadz Arifin Ilham, untuk menikah setelah menamatkan hafalan qur’annya. Alhasil di usia 17 tahun Alvin telah benar-benar menunjukkan kedewasaan dan siap menjadi pemimpin rumahtangga dengan menikahi seorang muallaf inspiratif bernama Siti Raisa.

Beberapa ciri muslim dewasa bisa dilihat dari sejumlah karakter yaitu:


Tenang Menghadapi Masalah

Masalah sudah pasti jadi teman setia manusia. Menginginkan hidup tanpa masalah sama dengan nggak pengen hidup lagi hehe. Banyak orang gusar dalam menghadapi masalah. Marah, panik, galau, seolah nggak ada jalan keluar. Itulah pentingnya memahami Islam. Karena Islam berfungsi sebagai problem solving dalam hidup kita.

Saat kekurangan rezeki misalnya, ilmunya ikhtiar, sabar dan tawakkal. Saat ditawari kerjaan yang diharamkan Allah swt dengan pendapatan aduhai, ilmunya yaitu istiqomah dalam kebenaran. Dan banyak lagi.

Nah, orang yang dewasa dengan standar Islam, so pasti akan tenang menghadapi masalah. Karena ia punya Allah swt sebagai tempat bersandar.

Berpikir Secara Tepat

Banyak momen yang membutuhkan keputusan dari kita. Nikah sama dia nggak ya? Pilih melakukan itu atau melakukan ini? Nah, orang dewasa tuh biasanya selalu berfikir dengan tepat.

Saat butuh memutuskan suatu hal dengan pemikiran mendalam, ia akan lakukan. Saat butuh memutuskan suatu hal secepatnya ia pun sanggup melakukan. Lagi-lagi, kuncinya tuh ada pada pemahaman Islam kita. Dengan panduan Islam, insya allah keputusan-keputusan yang kita pilih sesuai dengan tuntunanNya.

Bertanggungjawab

Menjadi dewasa amat butuh sikap tanggungjawab. Sebab untuk jadi manusia berkualitas pasti kita akan diberi pelatihan dengan sejumlah tugas-tugas di tiap peran yang kita jalani. Sama ortu, diamanahkan buat mengelola uang jajan misalnya, atau dikasih tugas rumahan tertentu. Di sekolah dikasih tugas sama guru, jadi anggota OSIS dan lain sebagainya.

Termasuk pula tugas-tugas yang diberikan Allah swt berupa perintah dan larangan yang ada dalam al Qur’an dan as sunnah. Maka kita hanya akan dianggap dewasa kalau mampu mengerjakan dengan baik tiap tugas yang diberikan alias bertanggungjawab.

Mandiri

Dalam Islam, lelaki dewasa yang normal dan tidak cacat yang menyebabkannya butuh bantuan orang lain buat beraktivitas, maka wajib baginya menanggung nafkah dirinya dan kerabatnya. Seorang anak lelaki dewasa menafkahi diri dan ortunya. Seorang suami menafkahi keluarganya. Demikian dengan muslimah dewasa, ia sudah seharusnya mampu mengurusi dengan baik segala urusannya.

Maka lekaki bisa dikatakan dewasa bila mandiri secara finansial dan urusan pribadinya. Muslimah dewasa dikatakan mandiri saat mampu mengatasi masalahnya tanpa banyak merepotkan oranglain.

Peduli

    Orang dewasa tentu paham kalau manusia adalah makhluk sosial yang nggak bisa hidup tanpa orang lain. So, pastinya ia bakal menanggalkan sikap individualis dan berganti jadi orang yang lebih peduli.

Ditambah lagi kalau bagi muslim, harus dipahami bahwa Islam nggak kenal istilah elo elo gue gue. Islam memandang kaum muslim sebagai satu tubuh. Wujudnya adalah harus saling peduli terutama dalam hal saling menasehati dan saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran (QS surat al ashr).

Islam juga mengajarkan bersikap baik pada sesama yang menunjukkan kepedulian. Allah swt berfirman, Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)

Jadi, kalau kamu muslim dan merasa sudah dewasa, sudah seharusnya ciri dewasa tersebut ada pada diri kamu. Kalau belum, mari kita sama-sama terus belajar menjadi manusia dewasa sesuai standar Islam. Yakin deh, hidupmu akan tenang dan nyaman ketika jadi dewasa yang sesungguhnya.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Klik untuk tembah komentar

Posting Komentar

Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...