Kamis, 02 Juni 2016

Harapan Kok Minimalis?

www.voa-islam.com
"Aku ngajikan anakku supaya yaaaa minimal dia bisa baca al Qur'an. Syukur-syukur bisa khatam al Qur'an. Minimal satu kali khatam pun jadi. "

Aduuuh buuk, harapan kok minimalis sih? Emang ada yang ngelarang ya anak ibu jadi hafizh al Qur'an? Ada yang melarang anak ibu jadi pintar agama? (membatin saya)

Sering sih mendengar pernyataan seperti kalimat di atas. Para orangtua membatasi harapan mereka dalam hal agama. Seolah ada rasa minder dan keraguan terhadap pencapaian agama. Padahal tanpa Islam, hidup tak akan berkah. Tanpa Islam hidup tak akan terarah. Muslim berilmu tanpa memegang Islam sebagai prinsip hidupnya, maka besar kemungkinan ilmunya berbahaya bagi orang lain. Sebab ia akan menggunakan ilmu sesuai hawa nafsunya yang bisa saja merugikan orang lain. 

Kalau ditanyakan kepada semua orangtua, pasti ingin anaknya salih dan saliha. Tapi kalau ditanya lebih dalam lagi, kriteria salih saliha yang seperti apa yang dimaksud. Maka jawaban yang pernah saya temui, "nurut sama orangtua, rajin shalatnya, baik akhlaknya". 

Nah kalau yang seperti itupun menurut saya masih terkategori harapan minimalis. Sebab kriteria salih saliha seperti itu tidak mencakup memahami tentang pergaulan dalam Islam, pakaian syar'i dan aturan-aturan Islam lainnya. Kita tau kan ya kalau pergaulan remaja sekarang luar biasa rusaknya. Hamil di luar nikah, kumpu kebo, aborsi, bunuh pacarnya, dan sejumlah tragedi lainnya yang semua berawal salah satunya karena pergaulan mereka tak diatur oleh Islam. 

Maka sebenarnya, yang dibutuhkan anak-anak kita adalah pemahama Islam yang utuh. Setidaknya itulah usaha untuk membentengi diri anak-anak kita, meski ancaman kejahatan karena buruknya lingkungan hidup kita senantiasa mengancam pula.

Pak/ buk, mau nggak mau kita harus maksimal dalam mendidik anak kita dan mengarahkan mereka hidup sesuai tuntutan Islam. Dimulai dari harapan bapak/ ibu harus tinggi, ingin anak jadi faqih fiddin (ahli agama), penghafal al qur'an, ustadz-ustadzah dan lain sebagainya. Langkah berikutnya, orangtua harus juga membekali diri dengan ilmu agama. Karena pemikiran kita akan sulit bangkit untuk berharap punya anak dengan pemahaman agama yang baik. Kita juga akan kepayahan untuk mendidik mereka dengan Islam, jika kita sendiri tak punya pemahaman agama yang baik.

Semoga para orangtua yang sedang berusaha membentuk anaknya jadi hamba Allah yang taat, diberi kekuatan dan kesabaran oleh Allah Swt, amin


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Klik untuk tembah komentar

Posting Komentar

Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...