Selasa, 12 Januari 2016

Menunggu....



Masalah adalah bagian dari manusia. Ia tanda bagi kehidupan. Bila tak bertemu masalah, sama artinya hidup manusia telah berakhir. Lantas kalau masalah akan selalu ada, bagaimana kita bisa bahagia?

Bahagia akan kita dapatkan kalau kita memilih untuk bahagia. Artinya, bahagia adalah bagaimana kita memandang masalah dengan damai. Memandang masalah besar jadi kecil dan memandang masalah kecil dengan menghilangkan jejaknya dari kehidupan. Bahagia adalah bagaimana kita membentuk cara pandang, agar semua bisa terselesaikan dan tampak baik-baik saja.

Mati listrik bisa jadi masalah, saat kau tak punya pencahayaan lain dan ingin ada cahaya yang cukup untuk menerangi kau membaca buku. Mati listrik adalah masalah saat kau tak ingin hawa panas ditambah nyamuk menghampiri. Namun mati listrik bisa saja tak berarti, saat kau merasa kesunyian ini adalah waktu yang tepat untukmu berzikir, atau menggali ide menulis dengan tenang dari benakmu. Mati listrik juga bukan masalah saat kau anggap ini waktu yang tepat untuk lebih dekat dengan keluarga, bercerita banyak hal yang mungkin jarang terjadi karena biasanya kebersamaan itu dirampas oleh teknologi.

Saat ini aku sedang menunggu, menunggu hidupnya listrik. Aku sedang menciptakan suasana tanpa masalah. Menggunakan gelap berteman nyamuk sebagai waktu yang tepat untuk menuangkan pikiran lewat tulisan. Alhamdulillah, sudah tiga artikel terselesaikan. Baterai hp sepertinya segera habis. Demikian dengan senter yang ada di depanku. Suami sudah terlanjur punya janji mengisi kajian Islam di rumah teman. Tak mungkin batal pergi hanya karena aku yang merasa mati listrik, sendiri berteman nyamuk sebagai masalah. Aku harus mencari lagi, apa yang bisa dilakukan hingga terbebas dari rasa punya masalah, saat ini. Mungkin pejam mata sambil mengulang hafalan al qur'an, atau belajar pidato bisa kulakukan. Sesaat lagi, sesaat lagi, ku yakin listrik akan hidup kembali.

Senin, 11 januari 2016
Sendiri, berteman sepi dan nyamuk,  tanpa cahaya yang menerangi.


2 komentar:

  1. Mati listrik ituuu...
    Repot, Mba. Bisa kena ngipasin krucil sampai nyala lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe..minimal ada temannya mbak..minta gantian aja ngipasinnya sama krucil :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...