Senin, 28 September 2015

Puasa, Salah Satu Cara Taqarrub Ilallah



Picture by ayuhasyyati.wordpress.com

Judul Buku      : Meraih Syurga Dengan Puasa (Panduan Lengkap Puasa Setahun)
Penulis             : H. Herdiansyah Achmad, Lc.
Penerbit           : Puspa Swara, Anggota IKAPI
Tahun Terbit   : 2007
Tebal               : 140
Cetakan           : Pertama
ISBN                : 978-979 1481 50 2

            Salah satu amalan dalam Islam yang bisa mendekatkan kita pada Allah Swt ialah berpuasa. Dalam setahun, banyak waktu-waktu yang dianjurkan berpuasa. Buku ini bisa memandu kita untuk tahu tentang rukun, syarat, cara dan hal-hal yang membatalkan puasa. Ada pula penjelasan tentang macam-macam puasa selama setahun beserta dalil-dalilnya.

            Puasa dalam bahasa arab artinya menahan diri dari sesuatu. Sementara ibadah puasa artinya menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkan puasa sehari penuh, yakni menahan diri dari hawa nafsu, makan, seks dan segala maksiat badan kita mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dengan disertai niat. (Hal. 5-6).

            Muhammad Ali As-Sabuni (ahli tafsir) dalam bukunya Rawa’in Al Bayan Tafsir Ayatul-I-Ahkam minal Al-Qur’an, mengatakan bahwa sekurang-kurangnya ada empat hikmah yang terkandung dalam puasa. Pertama, sebagai sarana pendidikan bagi manusia agar tetap bertakwa kepada Allah Swt. Kedua, Pendidikan bagi jiwa dan membiasakannya untuk tetap sabar dan tahan terhadap segala penderitaan dalam menempuh dan melaksanakan perintah Allah Swt. Puasa juga dapat menjadikan orang dapat menahan diri dari segala keinginan hawa nafsunya. Ia senantiasa berjalan di atas petunjuk syariat (hukum Islam).

Ketiga, sarana menumbuhkan rasa kasih sayang dan rasa persaudaraan terhadap orang lain sehingga terdorong untuk membantu dan menyantuni orang-orang melarat dan tidak berkecukupan. Keempat, menanamkan dalam diri manusia rasa takwa kepada Allah Swt dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya, baik dalam keadaan terang-terang maupun sembunyi-sembunyi, dan meninggalkan segala larangan-Nya. (Hal. 10-11)

           Supaya puasa kita bernilai dihadapan Allah Swt, maka kita harus memenuhi segala rukun dan syarat berpuasa. Rukun puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, niat dan ada orang yang berpuasa. Syarat wajib berpuasa adalah baligh, berakal, Islam dan mampu secara fisik dan syariat. Sementara syarat sah puasa adalah Islam, tamyiz (kemampuan membedakan baik dan buruk), Bebas dari haid dan nifas serta tidak berpuasa pada hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan hari-hari tasyrik.

Kita juga harus paham apa-apa saja yang bisa membatalkan puasa. Ada hal-hal yang menyebabkan batal puasa dan kita harus menggantinya sekaligus membayar kafarat, yaitu melakukan jimak atau hubungan suami istri. Ada hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi cukup menggantinya saja di hari lainnya, seperti keluar mani, muntah dengan sengaja, masuknya sesuatu ke dalam perut, dan lain sebagainya.

Puasa terbagi dua, puasa wajib dan sunah. Jenis-jenis puasa wajib yaitu puasa nazar dan puasa Ramadhan. Jenis-jenis puasa sunnah terbagi lagi ke dalam dua jenis yaitu, puasa yang dibatasi waktu seperti puasa senin-kamis, puasa enam hari di bulan syawal, puasa arafah dan lain-lain. Lalu puasa sunah yang tidak dibatasi waktu seperti puasa sunah Daud dan puasa sunah dalam berjihad.

Teristimewa buat puasa Ramadhan. Puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan. Dimana dalam bulan itu ada malam seribu bulan, malam diturunkannya al Qur’an. Buat bulan istimewa Ramadhan, spesial disediakan ruang yang cukup banyak di buku ini untuk membahas topik tersebut. Mulai dari kisah Rasulullah Saw dalam menyambut Ramadhan, persiapan yang bisa kita lakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan, bahasan tentang penentuan awal dan akhir Ramadhan, cara menghidupkan bulan Ramadhan dan lain sebagainya. Ada pula panduan bagi orangtua untuk membimbing anak dalam berpuasa. Tak lupa dilengkapi dengan panduan mengisi momen lebaran dengan amal-amal baik serta panduan mudik.

Buku ini terbilang yang pertama kali saya beli sejak bersemangat mengkaji Islam lebih dalam. Bukunya cukup simpel dan praktis, mudah dipahami oleh kita yang kurang suka membaca bacaan rumit. Hanya saja kalau yang membaca butuh pendalaman dalil, tidak akan didapati dalam buku ini. So far so good lah. Met bertaqarub ilallah dengan puasa J


 Islamic Reading Chalenge (ISRC) 2015
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Klik untuk tembah komentar

Posting Komentar

Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...