Senin, 03 Agustus 2015

Kenali Diri, Gali Potensi, Ukir Prestasi

( Nostalgia masa kuliah)


            Masih berkaitan dengan OSPEK ni. Kali ini saya bukan lagi cerita soal acara pengenalan kampus yang diadakan oleh pihak Universitas, melainkan acara yang dibuat organisasi kampus. Sudah menjadi kebiasaan di kampus saya, Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Medan, kalau di awal tahun ajaran, diadakan acara penyambutan kepada adik-adik mahasiswa baru oleh beberapa organsiasi Islami kampus. Tujuannya untuk berkenalan dan dakwah.
            Forum kajian Islam kami saat itu bernama Majlis Ta’lim (MT) An Nahdoh. MT An Nahdoh mengundang calon mahasiswa (cama) pas ujian tes masuk. Acara yang kami beri nama Teram (Temu Ramah) itu diadakan di hari pengumuman kelulusan. Kami meminta adik-adik cama ikut acara Teram dulu baru lihat pengumuman. Kami turut membantu mereka melihat pengumuman. Nggak masalah yang ikut acara Teram belum tahu tentang kelulusan. Karena seperti yang sudah-sudah, rata-rata cama lulus tes masuk kok. Untuk kampus swasta, kemungkinan diterima jauh lebih besar ketimbang di kampus negeri. MT An Nahdoh sudah izin menggunakan ruang kelas yang cukup besar untuk acara tersebut. Sekitar 20 hingga 50 orang cama hadir di acara Teram. Sedikit ya. Soalnya banyak yang anak daerah. Seteleh ujian tes masuk, sebagian besar pulang kampung dulu dan melihat pengumuman dari internet. Ada juga anak Medan yang melihat hasil pengumuman lewat internet. Ditambah lagi kita-kita organisasi kampus yang buat acara penyambutan untuk adik-adik calon mahasiswa, mengadakannya di hari yang sama. Jadi menyebar deh adik-adiknya.


            Rangkaian acara Teram kami sajikan semenghibur mungkin. Dengan acara selingan berupa nasyid, drama musikal, games, bagi-bagi doorprize dan lain-lain. Acara utama yaitu penyampaian materi berjudul “Kenali Diri, Gali Potensi, Ukir Prestasi”. Sebagaimana yang saya singgung di artikel sebelumnya, materi ini diberikan dengan tujuan agar adik-adik memahami hakikat diri, mampu menggali potensi hidup pemberian Allah Swt dan meraih prestasi dunia akhirat. Adapun ringkasan materi tersebut sebagai berikut :
a.  Kenali Diri

Mengetahui jati diri merupakan hal utama bagi manusia. Sebab, jati diri menentukan langkah hidupnya. Banyak yang menganggap bahwa hidup mengalir begitu saja. Akhirnya mengikuti kebiasaan orang-orang sekitar tanpa tahu baik buruk perbuatan tersebut menurut sang Pencipta. Contohnya, banyak perempuan berpakaian mini dan ikut mode, pacaran, gaul bebas dan kebiasaan lainnya, karena memang sudah dilakukan oleh orang lain di sekelilingnya. Ia hanya tahu perbuatan itu terasa nikmat, cuma bisa ikut-ikutan tanpa punya prinsip hidup. Efeknya, banyak yang terjerumus ke dalam keburukan dan menghabiskan hidupnya dengan sia-sia. Maka membentuk prinsip hidup mutlak diperlukan guna pencarian jati diri.
Caranya, mengenali diri dengan mengajukan tiga pertanyaan pada diri kita. Yaitu, dari mana kita berasal, mau kemana setelah kehidupan dan mau apa dalam kehidupan ini. Pertanyaan itu bisa dijawab dengan menghayati keberadaan kita, memahamai bahwa kita adalah makhluk yang tak mampu ada dengan sendirinya melainkan ada karena Sang Pencipta. Kitapun harus memikirkan Pencipta yang mana yang pantas disembah. Tentunya yang tidak memiliki sifat-sifat makhluk. Kalau makhluk bersifat lemah, berarti Pencipta itu kuat. Kalau makhluk serba bergantung pada yang lain, Pencipta tidak bergantung pada apapun. Kalau makhluk berkemampuan terbatas, maka Pencipta tidak punya keterbatasan . Pencipta yang demikian adalah Allah Swt.
Amati lagi, bahwa segala makhluk penuh keteraturan. Alam punya yang biasa disebut hukum alam, itulah keteraturan. Lalu kita pasti sampai pada kesimpulan bahwa hidup manusia pun dibekali aturan oleh Allah Swt. Pas, aturan itu tertera dalam wahyunya, kini sempurna dalam al Qur’an dan A s Sunnah. Sampai pada pemahaman ini, seseorang akan terdorong untuk mempelajari pedoman hidupnya tersebut. Jelas, dalam al Qur’an tertera bahwa tujuan manusia diciptakan untuk mengabdi sepenuhnya pada Allah Swt Sang Pencipta. Al Qur’an juga menjelaskan bahwa setelah kehidupan di dunia, ada kehidupan yang kekal yaitu di syurga atau neraka, sesuai hasil perhitungan amal manusia.
Klop, materi ini membantu memberi jalan untuk mengenal diri, tujuan hidup dan kampung halaman terakhir bagi manusia.
b.    Gali Potensi

Bagian ini mengajak adik-adik mengenal keistimewaan yang dimiliki manusia. Dengan potensi tersebut, manusia terdorong untuk melakukan perbuatan. Secara umum potensi manusia terbagi tiga. Yaitu, pertama; kebutuhan jasmani mencakup rasa lapar, rasa haus, ingin buang air dan sebagainya. Intinya, ia kebutuhan yang datang dari hasil kerja organ tubuh manusia. Kedua; manusia punya naluri. Naluri ini terbagi lagi jadi 3. Yaitu, naluri mengagungkan sesuatu, naluri mempertahankan diri dan naluri meneruskan keturunan. Rasa ingin menyembah dan beribadah pada Tuhan, rasa cinta pada lawan jenis, rasa ingin berprestasi dan lain sebagainya adalah wujud adanya ketiga naluri tersebut dalam diri manusia. Naluri muncul bukan dari hasil kerja organ tubuh sebagaimana kebutuhan jasmani, melainkan muncul atas rangsangan dari luar diri manusia. Ketiga; potensi yang paling vitas yaitu akal. Dengan akal manusia wajib mencari tau cara terbaik memenuhi potensi hidup dari Allah Swt.
Mengenal diri sebagai makhluk Allah lalu mengetahui nikmat hidup yang diberikan Allah akan menimbulkan rasa syukur dan cinta pada Allah Swt. Selanjutnya, tergerak untuk memenuhi segala potensi hidup sesuai aturan Allah Swt. Misalnya saja potensi menyukai lawan jenis. Ni biasa dialami oleh pemuda seperti adik-adik cama dan kakak-kakak mahasiswa saat itu. Seseorang yang tak menyadari bahwa rasa cinta adalah pemberian Allah, maka akan berbuat sesuka hati untuk memenuhinya. Bisa-bisa dia pacaran sebagaimana yang dicontohkan orang-orang tanpa mencari dalam Islam pacaran itu benar atau salah. Namun kalau dia sadar bahwa dirinya makhluk Allah, diberi nikma rasa cinta dan diberi aturan hidup oleh Allah, maka ia akan berusaha cari tahu cara terbaik untuk penuhi rasa cinta itu menurut Allah.
c.    Ukir Prestasi

Prestasi adalah hasil yang diharapkan dari dua poin sebelumnya. Dengan naluri yang dimilikinya, manusia pasti ingin berpenghidupan yang layak, banyak ilmu dan bermanfaat bagi orang lain, terutama orang-orang yang disayanginya. Maka, ia pasti ingin meraih dunia. Tapi seorang yang punya prinsip hidup Islam dan menyadari hubungannya dengan Allah Swt, akan meraih dunia sesuai petunjuk al Qu’ran dan As sunnah. Sehingga tidak hanya prestasi di dunia, dia akan meraih meraih prestasi akhiratnya.  

Materi tentang kenali diri, gali potensi, ukir prestasi disampaikan kurang lebih satu setengah jam. Teram adalah awal kami menjalin ukhuwah dengan adik-adik cama. J

2 komentar:

  1. Semoga banyak kampus-kampus lain yang mencontoh aktifitas ini ya, Mba

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...