Selasa, 26 Mei 2015

Bersegera

catatanhapingzhah.wordpress.com
Hidayah akan dipeluk oleh orang yang bersegera mengambil kebenaran setelah mendengarnya. Dek Novri adalah orang yang bersegera itu. Ia baru saja beberapa minggu meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai di perusahaan pembiayaan dana cepat. Tahu dong tu pembiayaan dana cepat. Siapa butuh dana cepat untuk membiayai suatu keperluan, si perusahaan akan meminjamkan sejumlah uang. Syaratnya cukup BPKP motor, uang segera cair. Selanjutnya, peminjam harus mencicil hutangnya dalam tempo yang telah disepakati bersama. Tentunya uang yang dikembalikan jumlahnya lebih besar dibanding uang yang dipinjam. Berbunga 4%.
Bagi umat Islam, keharaman riba (bunga) kan sudah qath’i (pasti) ya. Salah satu dalilnya Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat : 275. Yang berkesan dari ayat itu, dikatakan bahwa “orang yang mengulang ulang riba, padahal sudah mengetahui keharamannya, maka akan masuk neraka dan kekal didalamnya”. A’udzubillah.

Suatu hari dek Novri ketemu Bu Atin, seorang aktivis dakwah. Bu Atin menasehati Novri dan memberinya pengetahuan tentang pekerjaannya. Disampaikan bahwa posisi Novri sama saja memudahkan aktivitas riba. Terlibat dalam aktivitas riba, baik sebagai pemakan riba, pemberi ataupunperantara sama saja dosanya. Ini sesuai hadist Rasul.Bu Atin memahami kalau sebagai muslim, dirinya punya tugas watawassaubil haq (ingat mengingatkan dalam kebenaran). Mau diterima atau tidak, yang penting sudah disampaikan.
Alhamdulillah, hati dan pikiran Novri terbuka. Beberapa hari setelah mendengar argumen syar’i tentang profesinya, dia meninggalkan pekerjaan itu. Tak ada rasa takut di hatinya akan kehilangan rizki Allah Swt. Kini dia rutin belajar memahami Islam dan memperbaiki bacaan Al qur’annya bersama bu Atin dan teman – teman lain yang sama – sama mengkaji Islam di Hizbut Tahrir. Lalu bagaimana kehidupan ekonomi Novri setelahnya? Tenang, Allah tidak akan meninggalkan hambaNya yang memilih jalan kebenaran.

Latarbelakang keluarga Novri memang cukup menyedihkan. Ayahnya yang seorang mualaf, mengajak istri dan anaknya kembali pada agama yang lama. Ibu Novri tidak bersedia, sehingga keluarga mereka terpisah. Kakak dan abang Novri ikut jejak Ayah. Hanya ibu dan Novri yang tetap berpegang pada tali agama Allah Swt. Novri merantau ke Medan untuk kuliah. Sembari kuliah, ia bekerja. Sekarang ia tak lagi bekerja. Untuk menghemat biaya Novri tinggal di rumah bu Atin. Ibunya di kampung menitipkan dengan penuh keikhlasan Novri  kepada bu Atin. Sebab tempat tinggal Novri sebelumnya cukup rawan. Awalnya, dia tinggal bersama kakaknya yang murtad, yangselalu menyulitkannya menjalankan Islam. Subhanallah, rizki datang dari mana saja, dari arah yang tak disangka – sangka. Contohnya saja pakaian syar’i Novri, yang diperoleh dari infak teman – teman. Semoga Novri dan kita semua tetap istiqomah berada di jalan Islam, amin.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Klik untuk tembah komentar

Posting Komentar

Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...