Selasa, 19 Mei 2015

Agar Tamu Dapat Ilmu

Sebagai muslim yang memahami Islam sebagai pandangan hidup, apapun yang saya lakukan diupayakan agar selalu berada dalam koridor Islam. Mengenai konsep pernikahan, Islam memandang bahwa walimah (pesta) hukumnya sunnah, bertujuan untuk mengabarkan adanya dua orang yang telah mengikat janji pernikahan. Walimah juga dimaksudnya agar kedua mempelai dapat berbagi kebahagiaan dengan para kerabatnya.
Kalo di pernikahan saya sendiri 2 setengah tahun yang lalu, tidak diadakan walimah dengan konsep yang komplit. Kami hanya mengadakan makan – makan dan mengundang orang-orang terdekat saja. Sebab suami berpendapat, daripada uang dibikin buat pesta, lebih baik buat persiapan kehidupan pernikahan ke depannya, seperti buat modal usaha, sewa rumah dan sebagainya. Lagipula, saat itu dana kami juga terbatas, rasanya sayang kalau dipakai untuk pesta.
Kalau pun kami mengadakan walimah, saya senang kalau walimah tidak melanggar syariat Islam. Seperti pada konsep acara, saya ingin ada dua ruangan terpisah untuk tamu laki – laki dan tamu perempuan. Kalau acaranya digedung, maka ruangan dibagi dua bagian tengahnya. Tujuannya agar tamu laki – laki dan perempuan tidak berikhtilat (campur baur). Sekat pemisah bisa gorden cantik berwarna keemasan, bisa pula benda lainnya. Yang pasti dihias dengan indah, pakai rangkaian bunga melati misalnya. Tentu bunga melati yang terbuat dari plastik biar tidak layu.Lalu diberi wewangian yang menyegarkan ruangan. Kalau acaranya di rumah sendiri, maka minta izin pakai satu rumah tetangga untuk jadi lokasi walimah.
Agar tamu laki-laki dan perempuan nyaman berpisah dengan pasangannya, maka dibuatkan hiburan yang mengandung ilmu Islam. Kalau biasanya dalam pernikahan, hiburan identik dengan nyanyian, maka saya ingin hiburan di pernikahan saya adalah ceramah tentang konsep pernikahan Islami. Konsep pernikahan Islami yang disampaikan bukan hanya pada saat acara walimah saja, melainkan bagaimana memilih pasangan yang baik menurut Islam, bagaimana menyiapkan diri menjadi suami dan istri, bagaimana menjalani proses Islam menuju pernikahan, serta memberi gambaran kehidupan rumahtangga Islami agar menghasilkan anak-anak cerdas dan sholeh.Tujuannya agar tamu yang datang tidak sekedar menikmati hidangan, namun pulang membawa ilmu baru ataupun lebih menguatkan ilmu yang sudah dimiliki sebelumnya. Kelak diharapkan kaum muslim terbiasa menerapkan konsep pernikahan Islami dalam pernikahan mereka.
Agar ceramah tidak membosankan, maka penyampaian ceramahdisampaikan dengan santai sesekali pakai joke, diiringi alunan musik lembut, dan durasi ceramah dibuat singkat saja, sekitar per 15 menit. Setelah 15 menit ceramah, hiburan diselingi dengan menayangkan video pernikahan Islami yang pernah ada, bisa juga berbentuk foto - fotodisertai kalimat kalimat Islami penggugah iman, sekitar 15 menit. Lalu dilanjutkan dengan ceramah kembali. Inginnya, ceramah disampaikan oleh beberapa ustadz, agar ustadznya tetap fresh. Kalo satu orang saja, ustadznya bisa kelelahan dan kualitas ceramah menurun. Maunya sih, ustadz yang ceramah tidak dibayar. Beliau ceramah semata karena memenuhi kewajiban berdakwah. Wah, rasanya pernikahan lebih berkah.
Lalu kalau ada dua ruangan, bagaimana model lokasi hiburan, apa dibuat dua juga?Kalau saya lebih milih ceramah diruangan tamu lelaki. Lalu diruangan tamu perempuan, dipertontonkan video streamingnya saja.
Saat waktu sholat tiba, saya ingin para hadirin sholat berjamaah secara bergantian, diimami salah satunya oleh mempelai pria (ceritanya suami saya). Untuk itu disediakan sebuah ruangan khusus berkapasitas  sekitar 20 orang sebagai tempat sholat.
Untuk konsep makanan dan lainnya, saya memilih yang standar saja. Kesesuaian dengan syariat Islam, insya allah mendapat ridho Allah Swt. Saya pun merasa bahagia.


"Postingan Ini diikutsertakan pada Giveaway Konsep Pernikahan Impian"



         
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Klik untuk tembah komentar

Posting Komentar

Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...