31 Mei 2015

Cantik

gengsi-dong.blogspot.com 


Saya paling suka kalau diajak suami ke Perpustakaan Daerah (PUSDA). Kali ini beliau minta ditemani mencari buku seputar manajemen bisnis dan marketing. Bisnis yang ingin dijajaki beliau membutuhkan banyak tambahan ilmu.

Mudah-mudahan saja bisnisnya lancar, amin. “Isi dulu buku tamunya kak,”satu dari tiga orang penjaga buku tamu menyapa saya. Beda dari biasa, kali ini meja registrasi dijaga oleh pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sedang magang.

“Dari sekolah mana dek?” Saya iseng bertanya selepas menulis nama berikut tanda tangan saya.
Rupanya mereka berasal dari salah satu sekolah swasta yang cukup ternama di Medan. Sambil duduk menjaga, mereka bertiga membaca buku yang tersedia. Saya pun berlalu mengikuti jejak suami.

Tak mau ketinggalan saya mencari buku yang enak dibaca. Saya butuh buku-buku ringan dan bermutu yang bisa memancing ide menulis saya keluar. Pencarian kami pasti lumayan sulit. Sebab PUSDA sedang berbenah pasca renovasi. Buku-buku yang ada belum tersusun rapi semua.

Belajar Dari Kucing

http://mewarnai.us/309014-gambar-kucing-kucing-lucu-kucing-persia-kucing-anggoraanak-kucing
                Sebenarnya aku tak begitu suka dengan kucing. Tapi kucing yang ada di rumahku baik. Dia menjaga rumahku dari tikus-tikus nakal. Dia sangat gesit. Penciumannya tajam. Tikus yang coba iseng menginjakkan kaki di rumahku, tak berkutik disambar si kucing. Haap, secepat kilat kucing itu menangkap, lalu menikmati si tikus lezat tanpa sisa. 

                “Terima kasih ya kucing. Kau memang baik. Karenamu rumahku terjaga”. 

            Aku belum menamai kucing di rumahku. Ya karena itu, aku kurang suka padanya. Tapi, bukan pula aku membencinya. Hanya tak suka bermain dengannya. Ini masalah trauma masa lalu. Saat dulu aku pernah dicakar kucing yang sedang ku ajak bermain.

             Meski enggan menyentuh atau bermain-main dengannya, aku senang mengamati pola tingkah kucing itu. Dia kucing betina yang lucu. Bagi sesamanya dia pasti cantik. Buktinya ada dua kucing jantan yang sering mendekatinya. Yang satu kucing berbulu belang hitam putih bertubuh agak kurus. 

             Yang satunya lagi berwarna abu-abu bertubuh gemuk. Si jantan belang bertubuh kurus terlihat lebih sering bersama si kucing betina ketimbang yang satunya. Saat si jantan yang satunya melihat mereka berduaan, dia mengerang tanda marah. Sesaat kemudian kedua jantan itu  berkejar-kejaran. 

                 Lalu mereka saling serang, memperebutkan si betina. Di lain hari, si kucing betina terlihat berganti pasangan. Dia enjoy bersama si jantan bertubuh gemuk. Tak berapa lama kemudian datang si jantang belang. Kejadian yang pernah terjadi berulang. Mereka berkejar-kejaran, lalu saling serang memperebutkan si betina.
29 Mei 2015

Jodohku


Aku melamar jadi guru di bimbingan belajar yang satu itu bukan untuk cari jodoh. Meskipun, sebelumnya beberapa proposal pernikahan udah dilayangkan kebeberapa mak comblang. Tapi Allah Maha Tahu, siapa jodoh yang tepat buatku dan kapan waktunya. So, aku santai saja melalui hari tanpa kejelasan tentang jodoh.
Hari pertama ngajar, agak bingung waktu di tanya sama pria yang jadi bos bimbel, “gimana caranya ajukan proposal?”
“Ha, maksudnya apa?”, ku jawab dengan menampakkan wajah kebingungan.
“Ya udahlah nanti aja”, beliau menutup pembicaraan.
Beberapa hari berikutnya, aku sedang duduk santai di ruang tunggu bimbel tempatku ngajar, mengotak atik isi laptopku, sambil nunggu waktu ngajar tiba. Agak kaget, waktu si bos tiba-tiba menghampiri dan duduk berjarak sekitar satu setengah meter dihadapanku. Kami dipisahkan dengan meja. Ku lirik murid-murid di samping kanan kiriku. Barangkali si bos ada keperluan dengan mereka. Ternyata tidak, beliau ada keperluan denganku. Lalu beliau bertanya, “gimana caranya kalau saya mau dengan orang Hizbut Tahrir?”
26 Mei 2015

Teroris Botak


Ternyata teroris itu orang-orang botak, begitu penggalan kalimat di media sosial yang menggambarkan Biksu Ashin Wiirathu dan pengikutnya. Biksu yang memang botak plontos ini, digambarkan oleh Majalah Time sebagai wajah teror Budha dari Burma.
Biksu Budha ini dan para pengikutnya telah menunjukkan ajaran welas asih Budha di Burma (Myanmar). Dengan jubah agamanya, dia menyebarkan kebencian kepada Muslim Rohingya hingga menjadi pemicu pembantaian dan pengungsian ribuan manusia.
Dalam sebuah video yang menyebar di Youtube, si Biksu Budha ceramah di depan para pengikutnya. Dia menjelaskan kebenciannya kepada umat Muslim: karena punya solidaritas di antara sesama Muslim. Selain itu karena dia khawatiran Burma menjadi seperti Indonesia dengan populasi Muslim terbesar. (Saya tidak bisa bayangkan apa yang terjadi jika alasan yang sama digunakan di setiap negara dengan umat Budha minoritas).
Maka teror pun berlangsung secara "telanjang". Dia menjalankan ajaran kebaikan dengan melarang orang Budha belanja di toko Muslim, yang membuat Burma menjadi negara diskriminatif dan teror terbuka bagi Muslim. Untuk ini dia kemudian di penjara selama 25 tahun. Ketika rezim Burma berganti, kepemimpinan Presiden Thein Sein membebaskannya di tahun 2012 lalu--dari seharusnya 2028.

Racun Pluralisme


Sebentar lagi Natal tiba. Rencananya pasangan kekasih ini mau ngerayain Natal bareng di gereja tempat biasa si cowok ibadah. Sampai disini apa kamu merasa ada yang aneh? Belum? Apa anehnya kalau umat Kristiani merayakan Natal. Begitu?Toh, menurut mereka itu ajaran agamanya.
Tapi gimana perasaan kamu, mendengar bahwa si cewek itu muslim.“Ah jangan ngarang kamu. Ntar orang muslim tersinggung loh”. Apa kalimat itu yang ada di kepala kamu? Kalau kamu berpikir begitu, haloooo saya juga muslim. Saya gak kalah sakit hati dengan kamu membaca sepenggal kisah di atas. Tapi itu nyata terjadi.
Seorang mahasiswi di kampus saya berpacaran dengan lelaki beragama Kristen. Saya kurang tahu apa latarbelakang dia mau berpacaran dengan non muslim. Tapi pada umumnya sih alasan cinta. Lagi-lagi kata cinta jadi kambing hitam ya. Cinta buta yang tak lagi mengenal benar salah. Pacarannya saja udah salah, ditambah berhubungan dengan non muslim dan pergi ke gereja. Akidah sudah terancam, mengerikan.
Waktu ditegur gadis itu hanya bilang, “Ah gak papa la itu. Kan cuma mau nonton dramanya aja. Bukan ikut ritual ibadahnya.”Aduh salah kaprah. Larangan dalam kasus itu bukan mengikuti ritual ibadah mereka. Tapi, ikut merayakan perayaan agama mereka. Disamping, utamanya dia sudah mengikat hubungan akrab dengan pria yang bukan mahramnya. Non muslim pula.

Bersegera

catatanhapingzhah.wordpress.com
Hidayah akan dipeluk oleh orang yang bersegera mengambil kebenaran setelah mendengarnya. Dek Novri adalah orang yang bersegera itu. Ia baru saja beberapa minggu meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai di perusahaan pembiayaan dana cepat. Tahu dong tu pembiayaan dana cepat. Siapa butuh dana cepat untuk membiayai suatu keperluan, si perusahaan akan meminjamkan sejumlah uang. Syaratnya cukup BPKP motor, uang segera cair. Selanjutnya, peminjam harus mencicil hutangnya dalam tempo yang telah disepakati bersama. Tentunya uang yang dikembalikan jumlahnya lebih besar dibanding uang yang dipinjam. Berbunga 4%.
Bagi umat Islam, keharaman riba (bunga) kan sudah qath’i (pasti) ya. Salah satu dalilnya Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat : 275. Yang berkesan dari ayat itu, dikatakan bahwa “orang yang mengulang ulang riba, padahal sudah mengetahui keharamannya, maka akan masuk neraka dan kekal didalamnya”. A’udzubillah.

Menuju Puncak RPA Jakarta


Tak ada yang lebih layak diucapkan selain alhamdulillah, tsumma alhamdulillah,tsumma alhamdulillah atas terselenggaranya acara Rapat dan Pawai Akbar (RPA) 1436 H gelombang pertama pada 10 Mei 2015 lalu tanpa kendala yang berarti.  Hizbut Tahrir Indonesia sebagai penggagas acara RPA merasa bahagia, karena ramai umat Islamyang telah mengikuti acara tersebut di 17 kota yaitu Medan, Padang, Pekan Baru, Palembang, Batam, Bengkulu, Lampung, Semarang, Sorong, Yogyakarta, Surabaya, Mamuju, Mataram, Baubau, Palangkaraya, Palu dan Samarinda.Insya allah kota – kota lainnya menyusul, hingga menggenapi 36 kota untukmengadakan acara yang sama. Puncak acara RPA akan diadakan di Gelora Bung Karno Jakarta pada tanggal 30 Mei 2015 yang insya allah menghadirkan ratusan ribu umat Islam.
Hingga detik ini, HTI tetap mempertahankan komitmen perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah.Meski jalan dakwah dihantam berbagai cobaan, namun komitmen perjuangan Islam masih akan terus dipegang hingga cita-cita itu tercapai, insya allah. Acara RPA adalah salah satu bentuk kegiatan yang dihelat untuk semakin memperluas dan memperkuat opini Syariah dan Khilafah ke segala penjuru wilayah di Indonesia bahkan dunia.Karena tegaknya Khilafah mutlak memerlukan kesadaran umat Islam di berbagai kalangan terutama para intelektual. Islam tidak akan dipaksakan untuk diterapkan. Khilafah tidak akan ditegakkan dengan jalan kekerasan. Syariah dan Khilafah akan tegak dengan kerelaan umat Islam, bahkan dengan kerinduan yang teramat sangat untuk diatur dengan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Ini pula alasan mengapa tema besar yang diusung pada acara RPA yaitu “Bersama Umat Tegakkan Khilafah”.
22 Mei 2015

Gara - Gara Gaul Tanpa Batas



Tertawanya unik dan renyah. Senyumnya merekah dan sering menampakkan wajah ceria. Siapa tak senang dengan wajah yang ramah. Sejuk hati melihatnya. Demikian yang dirasakan gadis ini pada pembimbingnya. 

Si bapak pegawai kantor layaknya magnet yang menarik gadis itu untuk selalu ingin dekat dengannya. Kebetulan  si bapak memang bertugas mendampinginya di masa pelatihan kerja. Tiap hari begitu terus, ingin dekat dengan si bapak. Kalo si bapak hilang dari peredaran, si gadis serta merta merasa kehilangan. Ia langsung saja mengitari kantor hanya untuk tahu dimana keberadaan si bapak.

Perasaan apa yang merasukinya? Ah, tapi dia pun tak menyadari hal itu. Beberapa minggu berkenalan terdengar kabar, rupanya si bapak sudah menikah. Sudah tiga tahun usia pernikahannya. Si bapak dan istri  sedang merindukan tangis bayi di rumah mereka.

Apa yang terjadi pada si gadis? Gadis itu mendadak lemas. Seperti disambar petir di siang bolong, terkejut bukan kepalang. Lagi pula, siapa yang bilang si bapak lajang? Tidak ada yang mengatakan sebelumnya bahwa si bapak masih bujangan. Gadis ini saja yang luput dari berfikir demikian. Selama ini, dia hanya terlena dengan sosok menyenangkan si bapak.

Bila pembaca berfikir gadis itu akan berhenti dari angan-angan semunya, kalian salah. Dia tahu sudah terjebak dengan perasaannya. Tapi dia berpikir, “Tidak jadi masalah. Selama hati yang berkata, ikuti saja.” 

Jadi, dia ogah melepas yang telah singgah. Sakit hati hanya sebentar. Tak peduli status si bapak, dia tetap melakoni apa yang disebutnya sebagai kata hati. Ia larut, menikmati hari-harinya di kantor.
20 Mei 2015

Dicari, Pemuda Peduli Umat



Setiap jam istirahat tiba, dua pasang muda mudi ini langsung mengambil posisi duduk berdua-duaan di dalam kelas. Hanya mereka berempat yang ada di dalam kelas. Jangan pikir mereka cuma ngobrol saja. Lebih dari itu. Malu saya menceritakannya. Bagaimana dengan kondisi kelas lainnya? Wallahu a’lam.

Padahal sekolah ini bernuansa Islam loh. Ampun deh zaman sekarang, tidak kenal sekolah umum atau sekolah Islami, sama saja. Murid-muridnya sama-sama mengenal bahkan melakukan aktifitas pacaran. 

Kalau sekolah umum mungkin masih dimaklumi. Disana mata pelajaran agama memang sedikit porsinya. Namun yang satunya kan sekolah yang kental dengan pelajaran agama, mengapa bisa ada murid yang melakukan praktek pacaran?

Pacarannya terang-terangan pula. Sudah tidak pakai malu-malu rupanya. Mereka bukan berseragam putih abu-abu, melainkan putih biru. Lalu reaksi teman-teman mereka yang lain gimana?

Di dalam kelas itu ada pengemban dakwahnya loh. Ada seorang siswi yang aktifitas kesehariannya selain sekolah, mengkaji Islam dan berdakwah. Dia bukan pelajar biasa. Dia juara di kelasnya. Bahkan juara umum untuk angkatannya. 

Dia unggul di kelas dan di masyarakat. Dia hebat dihadapan teman-temannya, dan dihadapan Allah Swt. Kecil-kecil sudah jadi aktivis dakwah. Keren ya.

Meski dia sendiri, dia gak minder. Bahkan dia bangga dengan Islam yang dia bawa. Tak hanya dikenal cerdas, ia juga bersikap baik pada teman-temannya. Lalu apakah dia diam saja melihat kemungkaran dihadapannya?
19 Mei 2015

Agar Tamu Dapat Ilmu

Sebagai muslim yang memahami Islam sebagai pandangan hidup, apapun yang saya lakukan diupayakan agar selalu berada dalam koridor Islam. Mengenai konsep pernikahan, Islam memandang bahwa walimah (pesta) hukumnya sunnah, bertujuan untuk mengabarkan adanya dua orang yang telah mengikat janji pernikahan. Walimah juga dimaksudnya agar kedua mempelai dapat berbagi kebahagiaan dengan para kerabatnya.
Kalo di pernikahan saya sendiri 2 setengah tahun yang lalu, tidak diadakan walimah dengan konsep yang komplit. Kami hanya mengadakan makan – makan dan mengundang orang-orang terdekat saja. Sebab suami berpendapat, daripada uang dibikin buat pesta, lebih baik buat persiapan kehidupan pernikahan ke depannya, seperti buat modal usaha, sewa rumah dan sebagainya. Lagipula, saat itu dana kami juga terbatas, rasanya sayang kalau dipakai untuk pesta.
Kalau pun kami mengadakan walimah, saya senang kalau walimah tidak melanggar syariat Islam. Seperti pada konsep acara, saya ingin ada dua ruangan terpisah untuk tamu laki – laki dan tamu perempuan. Kalau acaranya digedung, maka ruangan dibagi dua bagian tengahnya. Tujuannya agar tamu laki – laki dan perempuan tidak berikhtilat (campur baur). Sekat pemisah bisa gorden cantik berwarna keemasan, bisa pula benda lainnya. Yang pasti dihias dengan indah, pakai rangkaian bunga melati misalnya. Tentu bunga melati yang terbuat dari plastik biar tidak layu.Lalu diberi wewangian yang menyegarkan ruangan. Kalau acaranya di rumah sendiri, maka minta izin pakai satu rumah tetangga untuk jadi lokasi walimah.
Agar tamu laki-laki dan perempuan nyaman berpisah dengan pasangannya, maka dibuatkan hiburan yang mengandung ilmu Islam. Kalau biasanya dalam pernikahan, hiburan identik dengan nyanyian, maka saya ingin hiburan di pernikahan saya adalah ceramah tentang konsep pernikahan Islami. Konsep pernikahan Islami yang disampaikan bukan hanya pada saat acara walimah saja, melainkan bagaimana memilih pasangan yang baik menurut Islam, bagaimana menyiapkan diri menjadi suami dan istri, bagaimana menjalani proses Islam menuju pernikahan, serta memberi gambaran kehidupan rumahtangga Islami agar menghasilkan anak-anak cerdas dan sholeh.Tujuannya agar tamu yang datang tidak sekedar menikmati hidangan, namun pulang membawa ilmu baru ataupun lebih menguatkan ilmu yang sudah dimiliki sebelumnya. Kelak diharapkan kaum muslim terbiasa menerapkan konsep pernikahan Islami dalam pernikahan mereka.
Agar ceramah tidak membosankan, maka penyampaian ceramahdisampaikan dengan santai sesekali pakai joke, diiringi alunan musik lembut, dan durasi ceramah dibuat singkat saja, sekitar per 15 menit. Setelah 15 menit ceramah, hiburan diselingi dengan menayangkan video pernikahan Islami yang pernah ada, bisa juga berbentuk foto - fotodisertai kalimat kalimat Islami penggugah iman, sekitar 15 menit. Lalu dilanjutkan dengan ceramah kembali. Inginnya, ceramah disampaikan oleh beberapa ustadz, agar ustadznya tetap fresh. Kalo satu orang saja, ustadznya bisa kelelahan dan kualitas ceramah menurun. Maunya sih, ustadz yang ceramah tidak dibayar. Beliau ceramah semata karena memenuhi kewajiban berdakwah. Wah, rasanya pernikahan lebih berkah.
Lalu kalau ada dua ruangan, bagaimana model lokasi hiburan, apa dibuat dua juga?Kalau saya lebih milih ceramah diruangan tamu lelaki. Lalu diruangan tamu perempuan, dipertontonkan video streamingnya saja.
Saat waktu sholat tiba, saya ingin para hadirin sholat berjamaah secara bergantian, diimami salah satunya oleh mempelai pria (ceritanya suami saya). Untuk itu disediakan sebuah ruangan khusus berkapasitas  sekitar 20 orang sebagai tempat sholat.
Untuk konsep makanan dan lainnya, saya memilih yang standar saja. Kesesuaian dengan syariat Islam, insya allah mendapat ridho Allah Swt. Saya pun merasa bahagia.


"Postingan Ini diikutsertakan pada Giveaway Konsep Pernikahan Impian"



         

Ditampar Maut



Hari itu kampusku gempar. Kabarnya, sepasang muda mudi yang terdaftar sebagai mahasiswa dikampusku mengalami kecelakaan motor. Motor yang mereka tumpangi tak terelakkan, terbentur sebuah mobil truk berbadan besar. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, satu dari mereka menghembuskan nafas di tempat. Ia gadis yang kuliah baru seumur jagung. Belum genap setahun. Sementara yang pria sekarat dan segera dilarikan ke rumah sakit oleh pak polisi. Mengenai supir truk, tak mau diamuk massa dia buru-buru melarikan mobilnya ke kantor polisi untuk menyerahkan diri.
Bagai ditampar, semua yang mendengar terkejut dan sedih. Siapa yang menyangka, mahasiswi yang tadinya baru saja berada di kampus, ceria dan bercanda bersama teman-temannya, lalu pulang diantar pacarnya, kini telah terbujur kaku tak bernyawa dalam keadaan mengenaskan. Keluarga berduka, teman-teman pun berbela sungkawa. Surat kabar memuat kejadian itu dan media sosial ramai membicarakan selama beberapa hari.

Cinta, Kok Sama Atheis?




“Dia memang atheis, tapi aku menyukainya”, kata si cewek. Tidak salah lagi, dia jatuh cinta dengan cowok berhaluan atheis. Lebih tepatnya, merasa jatuh cinta. Sebab untuk mengatakan diri jatuh cinta, seseorang harus mengerti hakikat cinta yang sebenarnya.

Nah, cowok ini sebenarnya tidak memberi cap pada dirinya, “Aku atheis”. Dia beragama kok. Hanya, dia meragukan adanya Tuhan. 

Dia tidak sampai kepada pemikiran yang mendasar dan menyeluruh, bahwa segala sesuatu ada yang menciptakan. Saya tahu dari mana? Dari cerita, bahwa setiap argumen plus prilakunya tidak pernah terlihat menjalankan ibadah.

Cowok itu kuliah di jurusan fisika. Dari penjelasannya tentang teori-teori fisika ala ilmuwan atheis barat, tampak bahwa dia mendukungnya. 

Tentang teori penciptaan alam semesta, hukum kekekalan energi dan lainnya, dia meyakini itu semua. Bahkan dia berusaha merangkai kata sebagus mungkin untuk mendukung keyakinannya.
14 Mei 2015

Super Women

Tak cuma para lelaki, sejarah peradaban Islam pun mengukir nama para muslimah istimewa. Satu diantaranya adalah Nusaibah binti Ka’ab. Dikenal pula dengan panggilan Ummu Imaroh. Shahabiyah yang satu ini amat besar cintanya kepada Islam. Pandangan hidup Islam telah membentuknya jadi super women alias wanita tangguh sang pembela Islam. Ia buktikan kecintaannya pada Islam dengan darahnya. Ia rela menjadi salah satu perisai Rasulullah Saw di perang Uhud. Ia melindungi saat Nabi diincar oleh kaum kafir Quraish yang haus akan darah sang Nabi.
Kisah heroik Nusaibah binti Ka’ab berawal dari sumpah setia di bukit Aqobah. 75 orang penduduk Madinah dari suku Aus dan Khazraj menemui Rasulullah Saw. Kedatangan itu demi menyatakan janji setia membela dan melindungi Nabi Saw, kayak membela keluarga mereka sendiri, saat nantinya Nabi datang ke Madinah untuk membangun kehidupan Islam disana.  Dua diantara mereka adalah wanita, Nusaibah salah satunya. Janji setia ini dikenal dengan sebutan Bai’at Aqobah II atau Baiat Perang. Sejak pertemuan itu, Nusaibah jatuh ke dalam pelukan Islam. Islam yang dikabarkan Rasulullah Saw amat mempesona baginya. Hingga ia senang jadi bagian penting dari detik-detik berdirinya pemerintahan Islam itu. Ia sadar betul apa yang ia lakukan. Ia paham, selepas berbaiat ia harus siap membela Rasulullah bahkan di medan perang sekalipun. Tak peduli meski ia seorang wanita.
Pada tanggal 7 Syawal tahun 3 Hijriyah, perang antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraish pecah di bukit Uhud. Tentara Islam berjumlah 700 orang, sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Perang Uhud dipimpin langsung oleh Rasulullah Saw. Rasulullah Saw dengan sigap mengatur pasukannya, memakai baju perang dan menyerahkan panji perang kepada Mushab bin Umair. Beliau tak lupa memotivasi pasukan Islam untuk ikhlas berperang semata-mata demi meninggikan kalimat Allah serta berpesan agar kaum muslim mentaati setiap perintahnya. Nusaibah turut bergabung dengan pasukan kaum muslim. Ia mengemban tugas penting di bidang penyedia bahan makanan dan obat-obatan. Para pasukan pun bergerak maju. Perang berkecamuk dengan sengit. 
Beberapa lama perang berlangsung, para pemanah yang ditempatkan Rasulullah di atas bukit mengira bahwa perang telah berakhir dengan kemenangan di pihak kaum muslim. Hingga mereka melanggar perintah Nabi dengan turun meninggalkan bukit. Kondisi itu dimanfaatkan oleh pihak musuh. Musuh bergerak memutar dari belakang bukit. Posisi berbalik, musuh telah sampai diatas bukit dan dengan mudah menyerang kaum muslimin. Seketika tentara kaum muslim dilanda kekacauan. Mereka dikepung musuh, terdesak dan berada dalam bahaya. Nabi Saw sampai terluka dan berdarah-darah karena serangan musuh.
Beberapa sahabat segera membentengi Nabi Saw denga fisik mereka. Nusaibah, satu-satunya dari golongan wanita turut tampil sebagai perisai Nabi Saw.  Ia tak rela sang Nabi tercinta disakiti. Ia berada di sekeliling Nabi Saw, melawan sabetan pedang dan siraman anak panah musuh. Nyalinya begitu besar. Ia sekuat tenaga tetap melindungi Nabi Saw tanpa mempedulikan tajamnya pedang yang melukai pundaknya. Tak satu dua luka, namun lebih dari 10 luka menganga di sekujur tubuh Nusaibah. Sabda Rasulullah Saw, “Tidaklah aku melihat ke kanan dan ke kiri pada pertempuran Uhud kecuali aku melihat Nusaibah binti Ka’ab berperang membelaku”.
Rasa cinta Nusiabah terhadap Islam, tidak hanya dibuktikan di satu perang. Dalam banyak peperangan ia turut andil memperkuat pasukan Islam. Bahkan hingga sepeninggal Nabi Saw, ia dan keluarganya tetap konsisten berperang di jalan Allah. Perang Yamamah menjadi saksi. Kaum muslim dibawah kepemimpinan Khalifah Abu Bakar saat itu mendapat ujian dengan banyaknya kaum murtad. Salah satunya dari wilayah Yamamah. Khalifah pun mengirim pasukan kesana. Diantara pasukan itu ada Nusaibah binti Ka’ab. Dengan gagah berani ia berperang melawan kaum murtad. Hingga belasan tebasan pedang dan lemparan anak panah mengenai pundaknya.
Dengan segala pengorbanannya kepada Islam Rasulullah Saw memuji Nusaibah dan keluarganya. Rasulullah Saw berkata kepada anak Nusaibah: “Semoga Allah Saw memberkahi keluargamu dan memberkahi ibumu”. Hanya satu yang diharapkan Nusaibah dengan pengorbanannya. Ia berkata : “Ya Rasulullah, doakan kami agar bisa menemanimu di syurga”. Atas kegigihannya membela kemuliaan Islam, Rasulullah pun mendoakan, “Ya Allah, jadikan keluarga ini kelak akan menemani kami di syurga”.
Kisah Nusaibah dapat menjadi inspirasi bagi kita, bahwa Islam yang tertanam kuat dalam diri seorang muslim mampu menjadikannya luar biasa. Pecinta Islam sejati akan sanggup mencurahkan segenap kemampuan untuk memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam kelak.
12 Mei 2015

Cinta “Gila”


Pernah dengar berita ini? Meski beritanya sudah lama, tapi fakta kehamilan remaja tetap hangat di sekitar kita. Seorang siswi SMA yang masih berseragam dipergoki warga melahirkan di sebuah kebun, (Merdeka.com, November 2014). Dia bukan ingin melahirkan dengan cara yang unik,di tempat terbuka. Tempatnya punya orang lain pula. Tapi dia lagi panik. Perutnya sudah semakin membalon. Bayi di dalamnya sudah mendesak hendak keluar. Sementara kondisinya sulit untuk mempersiapkan kelahiran si bayi dengan baik. Diri masih sekolah dan belum menikah. Siapa yang mau bertanggungjawab? Orangtua? Mereka justru marah dengan keadaan itu. Alhasil, si gadis belia melahirkan dalam kondisi menyedihkan.
Yang perlu kamu catat, peristiwa itu diawali dari pacaran. Ya, kehamilan itu pasti ada karena hubungan di luar nikah bernama pacaran. Siapa yang mau melahirkan dengan berpakaian seragam sekolah, di kebun milik orang lain dan sendirian?
Entah apa yang akan dilakukan gadis itu sehabis melahirkan andainya luput dari perhatian warga. Mungkin anak itu akan dibuang begitu saja seperti yang juga sering terjadi. Atau malah dibunuh. Allahu a’lam.
“Gila” ya. Atas nama cinta,sering pasangan zina tega berbuat nista, menyakiti darah dagingnya sendiri. Sudah berbuat dosa zina, ditambah lagi dengan membunuh. Dosanya dua kali lipat. Astaghfirullah.