30 Maret 2015

Ibu Ajarkan Anak Merokok


picture by me
Pantaskah seorang ibu mengajarkan anaknya merokok? Sebuah akun Facebook (FB) bernama Ve Royy Alvero beberapa waktu lalu memposting empat buah gambar seorang bayi berusia sekitar satu tahun. Terlihat ada sebuah tangan merapatkan sebatang rokok ke mulut si bayi. Salah satu gambar cukup jelas memperlihatkan rokoknya dihisap. Sebab asapnya ngebul dan cahaya bara apinya terang.  
Pemilik akun yang tak lain adalah ibu si bayi pantas dihujani komentar pedas dari puluhan orang. Sebab prilakunya buruk. Sudah umum diketahui rokok berbahaya bagi kesehatan orang dewasa apalagi anak-anak. Rokok dapat merusak jantung, paru-paru, pernafasan dan lain sebagainya. Namun ibu muda itu tega dengan sengaja merusak kesehatan anaknya.
17 Maret 2015

12 Lokasi Rawan Begal di Medan

By : Koran Waspada
1.    Jl. Prof. H.M. Yamin dan sekitarnya
2.    Jl. Krakatau/ Jl. Cemara
3.    Jl. Gatot Subroto
4.    Jl. Willem Iskandar, Kawasan Kampus Unimed,Rumah Sakit Haji, 
       Desa Medan Estate
5.    Jl. Menteng VII
6.    Jl. H.M. Jhoni
7.    Jl. Sisingamangaraja
8.    Jl. Brigjend Katamso
9.    Jl. Ahmad Yani dan sekitarnya
10.Ringroad
11.Kawasan Kanal Titi Kuning
12.Jl. Setia Budi
Aksi brutal begal di Medan cukup meresahkan. Sampai menewaskan korbannya, seperti yang terjadi di wilayah Hukum Polsek Medan Barat dan Polsek Medan Area. 49 orang anggota tim Polresta yang selama ini bertugas tak mampu menangani kejahatan ini. Hingga diturunkan bala bantuan dari personel Poldasu.
Ya iyalah, 49 orang petugas keamanan tak sanggup mengatasi kejahatan ini. Sementara kejahatan yang dilaporkan sebulan 300 sampai 400 kasus.
Sudah sebegini berbahaya kejahatan begal, tapi sepertinya penanganannya lamban. Aksi kriminal begal secara real meneror masyarakat. Kenapa tidak turunkan saja tim keamanan seganas Densus 88. Densus 88 begitu cepat menangkap bahkan orang yang baru diduga teroris. Tapi ini, kenapa oh kenapa???? Waspadalah waspadalah… 


16 Maret 2015

Catatan Halaqah……..


     
 Tak ada yang paling membahagiakan kaum muslim saat itu, selain menyambut kedatangan pemimpin mereka, Rasulullah Saw. Detik-detik Rasulullah Saw hijrah ke Madinah memang begitu heroik. Mata kaum muslim berbinar. Ada yang sampai memanjat pohon seraya memandangi ke kejauhan, kalau-kalau Rasulullah telah muncul. Tidak saja kaum muslim, kaum musyrik bahkan kaum Yahudi antusias menyaksikan sosok fenomenal Muhammad Rasulullah memasuki Madinah dalam rangka mengawali kemuliaan peradaban Islam dari sana.
12 Maret 2015

IBU OTOMATIS

Picture by me
Kupandangi balita itu yang hanya terdiam saat sang ibu menghela dengan kasar tangannya seraya bilang, “ntah apa aja la kerjaannya”. Gadis kecil itu baru saja dimarahi karena memegang sebuah benda di kedai saat ikut ibunya belanja. Benda itu dianggap nggak layak dipegang si anak, karena kotor dan baunya tak sedap. Ingin sekali aku bilang, “Anak itu bukan sedang berbuat nakal. Tapi dia ingin tahu benda yang ada disekitarnya”. Sebenarnya si ibu cukup menyebut nama benda itu, lalu dengan lembut melarang sang anak agar jangan memegangnya karena sebuah alasan tertentu. Dengan begitu, ada kebaikan yang bisa didapat. Anak dapat tambahan kosa kata. Yaitu nama si benda. Sekaligus informasi tentangnya, bahwa itu benda yang cukup dilihat saja, tidak perlu dipegang. Ekspresi si balita, menunjukkan kalau dia sering diperlakukan kasar oleh ibunya. Tanpa sadar, si ibu sedang membentuk anak pemalu, penakut dan minderan. Beginilah kalau jadi ibu otomatis.
4 Maret 2015

Peraturan Sekuler Tentang Pas Foto

Picture by me
Kebijakan sekuler di sekolah, pas foto untuk ijazah bagi muslimah tidak boleh pakai kerudung. Kasus ini terjadi di salah satu sekolah swasta Islam terpadu di Medan. Alasan larangan tersebut, sekolah khawatir siswa ditolak melanjutkan studi ke sekolah negeri. Karena foto berkerudung nggak nampak telinga. Waduh, emang kalau telinga nggak nampak kenapa ya? Sekolah bilang memang sudah peraturan pemerintah seperti itu.
Waktu si murid yang sudah mengerti tentang menutup aurat itu ogah di foto tanpa kerudung, terpaksa dia dibiarkan foto pakai kerudung. Dengan pesan, bahwa sekolah nggak mau bertanggungjawab kalo nanti si murid nggak diterima di sekolah negeri. Lalu, si murid disuruh untuk berfoto paling akhir. Agar, teman-temannya nggak niru prilaku si murid. Guru yang seharusnya ngajarin siswanya nutup aurat, eh malah seperti itu. Menyedihkan.