Minggu, 15 Februari 2015

My Movement Medan

Picture by me
Pada Ahad, 15 Februari 2015 telah diselenggarakan event akbar Muslim Youth Movement (My Movement) 2015 di gedung Quba Asrama Haji Medan. Alhamdulillah, perhelatan spektakuler untuk para remaja ini sukses dilaksanakan. Lebih dari 300 remaja tingkat SMP dan SMA se Sumatera Utara mengadiri acara yang bertema “Kamilah Pemimpin Masa Depan” ini. Acara yang sama diselenggarakan pula di 28 kota besar di seluruh Indonesia.
Acara My Movement diadakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia dengan maksud menyatukan semangat para pelajar sebagai generasi muda untuk berbenah dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan berlandaskan pada syariat Allah Swt. Acara di isi dengan tayangan video, materi dan wawancara dalam bentuk talkshow. Tampilan video menayangkan potret kerusakan pemuda saat ini. Dimana pemuda sekarang moralnya rendah, suka nyontek, bergaul bebas dan jauh dari Islam. Dilanjutkan dengan pemaparan materi seputar pilihan hidup. Para peserta ditanya, “Apakah memilih jadi juara dan berprestasi tanpa nyontek, atau sebaliknya?” Semua kompak menjawab, “Ingin berprestasi tanpa menyontek”. Lalu peserta diberi bocoran untuk menjadi remaja berprestasi taat syariah. Yaitu dengan materi berjudul Bunga Dakwah (buku, ngaji dan dakwah). Ada pula tayangan video tentang harapan orangtua. Secara umum, para orangtua berharap anaknya menjadi sholeh dan sholeha, sukses menggapai cita-cita dan menjadi pejuang Islam yang tangguh. Orangtua tidak menginginkan materi dari anak-anaknya. Melainkan ingin anak-anak mereka memiliki keimanan yang kuat, pemikiran yang kuat dan taat pada Allah Swt.

Bagian menarik lainnya adalah saat sesi talkshow. Yaitu saat diwawancarainya dua orang siswa berprestasi yang sekaligus merupakan aktivis dakwah. Masing-masing mereka adalah Rahmat dari SMK Istiqlal (juara umum dan juara 2 design grafis se Sumatera Utara) Delitua dan Rahmat dari SMK Multi Karya Tanjung Morawa (juara umum). Mereka ditanya mengenai kesan selama dibina belajar Islam di Hizbut Tahrir. Mereka ditanya soal sejarah awal mereka mau mengkaji Islam bersama Hizbut Tahrir. Di akhir wawancara, mereka berpesan kepada peserta yang hadir untuk menyadari potensi mereka sebagai pemuda. Sistem kehidupan yang rusak saat ini jangan sampai di ikuti oleh para remaja. Pemuda harus serius mengkaji Islam dan berperan aktif mendakwahkan Islam sebagai wujud perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah. Berhubung pelajaran agama Islam di sekolah porsinya sedikit, maka mereka mengajak para peserta untuk membina diri dengan Islam di Hizbut Tahrir.  
Rangkaian acara My Movement 2015 di tutup dengan pernyataan komitmen dari para peserta. Mereka mengikrarkan diri untuk menjadi muslim sejati yang berbakti kepada orangtua, senantiasa menuntut ilmu serta memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah. Semoga semua harapan baik itu terwujud, amin. Wa ma taufiqi illa billah.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Klik untuk tembah komentar

Posting Komentar

Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...