Sabtu, 17 Januari 2015

Mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin


 Picture by https://kuweisdistro.files.wordpress.com
Salah satu surat kabar Medan pada Sabtu, 10 Januari 2015 memberitakan bahwa para ulama yang bergabung di Majelis Ulama Indonesia (MUI) siap mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Medan wujudkan masyarakat perkotaan yang Rahmatan Lil 'Alamin. Hal ini dikatakan oleh Ketua MUI Medan Prof Mohammad Hatta saat membuka acara dialog publik (Muzakarah) yang bertemakan “Masyarakat Perkotaan Yang Rahmatan Lil ‘Alamin” di Balai Tiara Convention Center. Tentu saja kita sebagai umat muslim yang menginginkan kehidupan yang berkah dibawah naungan Syariah Islam senang mendengar hal ini. Bahkan bukan hanya sebatas kota Medan, tetapi kita menginginkan rahmat Islam melingkupi seluruh alam (manusia, hewan, tumbuhan dan seisi alam di seluruh dunia).

Ditambah lagi Prof Hatta mengatakan bahwa kita perlu melihat kebelakang bagaimana perkembangan peradaban dunia dulu hingga sekarang. Islam memberi peranan penting dalam peradaban dunia tersebut. Setuju sekali. Kita penting mengingat bagaimana peran Khilafah Islamiyah dulunya dalam bidang pendidikan misalnya. Disaat Eropa berada di masa kegelapan, jauh dari perkembangan ilmu pengetahuan, Khilafahlah yang tampil sebagai wajah yang penuh kecerdasan. Dimasa pemerintahan khalifah Harun Ar Rasyid, pendidikan diberikan secara gratis. Perpustakaan tersedia dengan koleksi buku yang lengkap. Berdiri pula banyak bangunan laboratorium untuk kebutuhan belajar. Dan guru yang tersedia sangat berkualiatas dan merupakan guru-guru pilihan yang ahli dibidangnya. Hingga sejarah mencatat nama-nama ilmuwan Islam yang lahir seperti Al Khawarizmi sang matematikawan, si penemu pesawat terbang Abbas Ibnu Firnas dan lain sebagainya. Satu hal lagi, Khilafah menerima para pelajar dari negeri Eropa untuk belajar di sana. Mengingat sejarah ini tentu dapat membangkitkan semangat kita untuk memperjuangkan Islam. Jika gemilangnya peradaban Islam ada saat khilafah tegak, maka untuk kembali menjadi peradaban yang mulia kita harus menegakkan khilafah kembali.
Pak Prof lalu mengatakan bahwa Rahmatan lil ‘Alamin sering diartikan sesuai pemahaman masing-masing. Sekarang, seharusnya kita satu konsep bahwa Rahmatan lil “Alamin adalah sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist. Sebagimana perkataan beliau, memang Islam sebagai Rahmatan lil “Alamin jelas tertera di dalam Al Qur’an. Firman Allah Swt : “Dan tiadalah kami mengutus kamu(Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta”(QS. Al Anbiya:107). Bertolak dari ayat ini para mufassir berkesimpulan, keberadaan Nabi Muhammad Saw menjadi rahmat bagi seluruh manusia. Dikatakan demikian karena beliau diutus dengan membawa perkara yang menjadi sebab bagi kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat yaitu syariah Islam (Ibnu Katsir dalam Tafsir Al Qur’an al Azhim, vo. 3, al-Alusi dalam Ruh al-Ma’ani, vol.17 dan lain-lain).
Dengan demikian, jika merujuk pada sumber-sumber hukum Islam, kita akan dapati satu pemahaman yang sama bahwa rahmat atau kebaikan ada pada pelaksanaan Islam secara sempurna. Kebaikan ada pada sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan Islam, sistem sanksi Islam, sistem politik Islam dan lain-lain. Semua itu tentu hanya bisa dijalankan dalam pemerintahan Islam yang khas berbentuk khilafah Islamiyah. Semoga khilafah ‘ala minhajjin nubuwah cepat tegak hingga terwujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Klik untuk tembah komentar

Posting Komentar

Blogger Widgets

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...