8 November 2015

Tentang Target Nulis

Buku Antologi Bidadari Pelukis Dunia


Beberapa tahun lalu, saya udah cari tahu cara menjaga motivasi diri dan strategi meraih impian. Tahun lalu, sehabis Baca buku On-nya Ustadz Jamil Azzaini, saya mulai serius buat perencanaan sukses menjadi penulis. Terakhir, saya terinspirasi dengan gaya membangun rencana sukses nulis ala mbak Asri Supatmiati si kuli tinta di Radar Bogor itu. Beliau juga dapat motivasi dari Ustadz Jamil Azzaini. Jadilah sekarang saya menyimpan satu proposal hidup terkait hobi menulis itu, hasil tiruan dari proposal mbak Asri.


Dalam proposal yang ditulis awal tahun 2015 itu, saya merencanakan satu buku di tahun 2015. Dalam hal Ini maksudnya buku solo. Karena empat buku saya terdahulu adalah antologi. Saya sudah punya beberapa daftar tema untuk dibukukan. Dari tentang remaja, perempuan hingga buku akademis sesuai bidang saya.


Beberapa waktu berikutnya, saya membaca artikel tulisan seorang pengusaha penerbitan. Beliau beberkan rahasia tulisan yang bisa diterima di penerbit mayor. Beliau juga menyampaikan pentingnya membangun brand sebelum akhirnya kita benar-benar nawarin naskah ke penerbit.


Membaca tulisan beliau, timbul kurang pede dan akhirnya saya mengurungkan niat mengejar karya solo until tahun ini. Saya memilih mengasah lagi kemampuan menulis saya lewat ngeblog, mengenalkan tulisan-tulisan saya di medsos, ikut berbagai lomba dan berkenalan lebih luas dengan banyak penulis.


Tapi alhamdulillah, meski buku solo urung, buku antologi menjadi penggantinya. Pada salah satu lomba yang saya ikuti, tulisan saya terpilih jadi salah satu yang dibukukan. Dari kumpulan tulisan tersebut, lahirlah buku "Bidadari Pelukis Dunia".


Judul bukunya begitu lembut ya. Insya Allah isinya padat inspirasi. Segudang kisah para muslimah aktivis dakwah mengharu biru, memberi banyak hikmah kehidupan bagi yang haus akan kebaikan. Kalau kamu-kamu berminat sama bukunya, call me okey.


Rencana yang baru, saya mau selesaikan dulu tantangan nulis 1000 artikel dari Gaul Fresh.com, baru ngelanjuti nulis buat karya solo. Insya Allah.
18 Oktober 2015

Masa Kecil Bersama Nenek

Foto waktu kecil bareng nenek, softnya hilang bersama notebook saya yg dicuri. Versi hardnya ada dikampung. Jadi foto gedeannya aja nggak papa ya. sorry... :)

            Masa kecil yang penuh warna. Betul, saya juga ngerasain masa itu. My mom is single parent. So, saya tinggal bareng mamak, nenek dan tulang (paman). Sejak jadi singel parent, mamak saya bantu cari nafkah keluarga. Sementara tulang, kuliah dan bekerja. Praktis, di rumah saya banyak menghabiskan waktu bareng nenek. Sama kayak banyak nenek-nenek yang lain, nenek saya suka manjain saya. Sayang beliau banget-banget ke saya. Sampai-sampai nenek tu selalu menjaga saya supaya nggak main dengan hal-hal yang beliau anggap kotor, seperti menyentuh tanah, berlarian di luar rumah dan lain sebagainya.
Namanya juga anak-anak ya, pasti senang main apa aja. Nggak peduli mau kotor kek, yang penting enjoy. Toh kalau kotor bisa mandi pakai sabun anti bakteri, hehehe. Tapi nenek nggak mau tahu. Saya harus steril. Kalau bisa saya harus duduk manis di rumah dan selalu bersih.
Tapi beberapa hari saya nuruti aturan nenek, bosan juga. Nggak ada teman buat diajak main. Mamak kerja, tulang kuliah, nenek sibuk di dapur. Saya main dan ngobrol sendiri sama mainan masak-masakan saya. Wiih, bosaaaaaan. Nah, ini salah satu masa kecil yang saya kenang. Saya ingat saat itu saya berumur sekitar lima tahun. Nenek selalu sembunyikan kunci rumah di tempat tertentu. Dasar saya tipe pemberontak, bosan dikurung di rumah saya intip nenek saat menyimpan kunci rumah. Akhirnya saya tahu dimana kunci disembunyikan. Saat nenek ke kamar mandi, saya ambil kunci, buka pintu dan lari ke luar.
 Wah, betapa senangnya bertemu teman-teman. Saya main kejar-kejaran sama anak-anak tetangga. Waktu ketahuan nenek, nenek menyusul saya dan memarahi saya. Saya diajak pulang. Tapi saya menolak. Saya malah lari menjauh dari nenek. Nenek bermaksud menangkap bahu saya, tapi yang tertangkap malah rambut saya. Saya terus meronta hendak berusaha melepaskan genggaman nenek dari rambut saya. Akhirnya, saat nenek melepaskan genggaman, saya jatuh terpelanting. Dagu saya terhempas ke aspal. Sakit rasanya. Saya terdiam, langsung lemas dan pasrah diajak pulang sama nenek. Beberapa saat kemudian dagu saya bengkak dan terasa semakin sakit. Lalu nenek merawat saya hingga sembuh.
Sesudah beranjak dewasa, saya ngobrol sama nenek dan coba jelaskan mengenai cara mendidik anak yang saya dapatkan dari para pakar. Sebenarnya, bermain bagi anak adalah cara ia mengasah kreatifitas, supaya tumbuh kembangnya baik. Bukan harus diberi kebebasan mutlak ataupun dikekang habis-habisan, tapi perlu diawasi. By the way, apapun itu, yang pasti saya tahu nenek sayang sama saya. Sekarang umur nenek udah 77 tahun. Alhamdulillah, meski ada asam urat ringan, nenek terbilang sehat di usia senja beliau. Semoga umur beliau diberkahi dan selalu berada dalam lindungan Allah Swt, amin.


Hijabku, Fitrahku


Kalau mbak Ruli si empunya hajatan give away ini berproses panjang hingga 11 tahun sampai nemuin hijab terbaik bagi beliau, saya punya cerita sendiri. Sejak di bangku SMP saya udah berkerudung. Itupun karena belajar di Sekolah Islami. Kalau jebol sekolah negeri yang umum, mungkin lain lagi ceritanya. Hingga tamat SMU saya berkerudung cuma nurutin aturan sekolah, hanya kalau saya suka dan sekedar ikut-ikutan teman saja.
Nggak terpikir buat nutup aurat yang benar sesuai ajaran Islam saat itu. Kerudungnya transparan kayak yang masih banyak dipakai anak sekarang. Pakaiannya serba ketat bahkan kadang lengan bajunya sebatas siku atau bahkan pernah pakai baju lengan pendek berpadu kerudung. Aneh ya pakaiannya. Baju lengan pendek, pakai kerudung. Tapi begitulah dulu. Saya enjoy aja. Nggak terbebani, nggak ngerasa salah dan nggak pengen memperbaiki. Karena melihat orang-orang sekitar saya juga berprilaku sama dengan saya.

Sampai pada tahun 2009, saya duduk di bangku kuliah semester empat. Ada teman dari sebuah gerakan dakwah ngajak saya pakai gamis yang beliau sebut jilbab. Beliau perlahan mengajak saya berdiskusi. Menunjukkan dalil-dalil yang beliau jadikan sebagai hujjah pernyataan itu. Beliau tunjukin al Qur’an surat al ahzab ayat 59 untuk dalil jilbab dan an nur ayat 31 untuk dalil khimar.
 Beliau katakan, kalau memang khimar dan jilbab sama, mengapa ada dua dalil berbeda dan menunjukkan arti yang berbeda. Kalau khimar artinya penutup kepala. Kalau jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Beliau sebutkan tafsir seorang mufasir, bahwa yang dimaksud jilbab adalah pakaian bak terowongan, yang lurus tanpa berpotongan, tidak transparan dan tidak membentuk badan.
Hati dan pikiran saya bergejolak. Apa benar seperti itu? Meski belum maksimal mencari tahu lebih lanjut tentang tafsir ayat yang dimaksud, saya cenderung meyakini ucapan beliau. Saya juga melihat saat jamaah pengajian tersebut lagi berkumpul dan pakai jilbab (gamis) berpadu kerudung, mereka terlihat indah. Hati saya tersentuh. Sekitar sebulan berpikir, saya putuskan ikut mengkaji Islam bareng mereka dan pakai hijab yang terdiri dari jilbab plus kerudung.
Sejak pertengahan tahun 2009 saya memakai jilbab dan kerudung ke luar rumah, sembari sedikit demi sedikit mempelajari ilmu Islam. Lama kelamaan saya makin meyakini model hijab yang sesuai buat muslimah, yaitu jilbab dan kerudung. 
Saya sudah melihat tafsir ibnu katsir dan beberapa tafsir lainnya, bahwa makna jilbab yang dimaksud dalam al qur’an surat al ahzab ayat 59 memang pakaian yang menutupi seluruh badan. Alhamdulillah sampai kini masih istiqomah. Ditambah beberapa tahun belakangan, trend gamis dengan berbagai ragam modelnya semakin dikenal. Semakin banyak yang memakainya.
Meski ada yang tidak syar’i, fenomena jilbab patut dipandang sebagai kebangkitan muslimah menuju fitrahnya. Fitrah yang dimaksud disini adalah rasa alamiah pada diri kita yang ingin dilindungi. Bukankah hijab artinya pelindung, yang melindungi kita dari pandangan buruk dan potensi berbuat jahat. 
Memang tidak semua yang berhijab akan mengalami hal yang demikian. Tapi ketika berhijab karena ilmu, insya allah hijab itu akan menjaga dari prilaku yang tidak disenangi Allah Swt. Semoga semua yang berjilbab tetap istiqomah hingga akhir hayat, amin.
Well, hijab yang nyaman di hati saya, ya itu, jilbab (gamis) dan kerudung. Kalau model kerudung, awalnya sih saya mengikuti standar minimal panjang kerudung, yaitu sampai batas menutupi dada. Tapi lama kelamaan ngerasa lebih nyaman pakai yang lebih panjang. Saya suka kerudung berwarna krim, berbahan katun, dengan model segi empat dilipat dua dan dipakai dengan gaya sederhana. 
Kerudung besar yang lagi  in saat ini cantik-cantik sih. Tapi mengingat harganya yang bagi saya cukup mahal, back to nature aja deh. Intinya, saya suka yang simpel-simpel aja. Kalau jilbab (gamis), saya suka yang berwarna hitam dan berbahan apa aja asal nggak panas dipakai. Semakin lebar jilbabnya, saya semakin suka. Soalnya enak kalau dibonceng naik motor sama suami bisa duduk ngangkang. Bergerak juga bisa lebih leluasa kalau pakai jilbab longgar.
Harapan saya, semakin banyak muslimah yang kembali pada fitrahnya, berlindung dibalik hijab. Kewajiban berhijab adalah bentuk kasih sayang Allah Swt, untuk menjaga kehormatan para muslimah. Beruntung deh kita jadi muslimah. Karena Islam amat perhatian pada diri kita. Bila kita berusaha jadi sholehah, kita disebut perhiasan yang sebaik-baiknya di dunia. So, berbahagialah para muslimah.




11 Oktober 2015

HSG Khairu Ummah, Menempah Generasi Emas Islam



“Mi, bakso itu nggak bagus untuk kesehatan.”
“Mi, kalau beli apa-apa lihat dulu kompisisinya ya.”
“Mi, tempat tidur Azzam sama adek udah harus dipisahkan.”
Loh, kok anak ngajari ibunya?
Bukan ngajari bun, tapi mengingatkan.
Wah, sekolah di  mana sih? Bijak banget?

Bunda, perkenalkan, yang saya ceritakan itu bernama Azzam. Azzam anaknya teman saya. Azzam duduk di kelas satu SD, sekolah di Home Schooling Grup (HSG) Khairu Ummah Cabang Tembung, Medan, Sumatera Utara. Tepatnya di komplek TVRI, Tembung. Umi Azzam bercerita, dulu waktu sekolah TK, kalau Azam pulang sekolah, cerita yang dibawa adalah tentang pergaulannya dan cerita tentang jajan. Sangat sedikit porsi cerita tentang belajar. Sekarang, sekolah SD di HSG Khairu Ummah, tiap pulang sekolah, yang dibawa adalah ilmu baru. Umi Azzam senang loh melihat perkembangan Azzam yang bagus.

Tantangan buat anak-anak kita hari ini memang semakin berat bun. Anak-anak pelajar banyak yang nunjukin prilaku buruk. Seperti tawuran, pacaran, narkoba, blos sekolah dan lain sebagainya. Perlu usaha ekstra mendidik mereka supaya nggak terjerumus ke dalam prilaku buruk tersebut. Untuk itu saya mau menceritakan secara singkat profil sebuah sekolah berbentuk Home Schooling bernama HSG Khairu Ummah. Mudah-mudahan bisa jadi salah satu alternatif pilihan bagi para bunda untuk menyekolahkan anak.

Home Schooling Grup(HSG) Khairu Ummah adalah Sekolah Tahfizul Quran Plus Kurikulum Berbasis Akidah Islam. Adapun latar belakang didirikannya HSG Khoiru Ummah, sbb:

1.      Wujud kepedulian terhadap generasi muslim saat ini,  yang semakin rentan terhadap pengaruh peradaban buruk “Barat”,  yakni kapitalis, sekularis dan liberalis. Mereka  tidak memiliki jati diri sebagai generasi muslim yang mandiri, sholeh dan cerdas. Apatah lagi sebagai generasi pemimpin, generasi khoiru ummah, pembangun peradaban mulia (Islam) di tengah-tengah kehidupan manusia.

2.    Wujud kepedulian dan rasa tanggung jawab sekelompok orang tua untuk menyelamatkan anak-anaknya dari pengaruh buruk peradaban “Barat” , agar tidak terjerumus ke dalam jurang kerusakan berfikir, kebobrokan moral, dan keburukan perilaku yang mewajarkan berbuat ma’shiyat kepada Allah SWT. Dengan kata lain  menyelamatkan anak-anaknya dari api neraka.
3.      Wujud rasa tanggung jawab sekelompok orang tua untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya, yakni pendidikan berbasis aqidah Islam, yang menjadikan Al Qur’an dan Al Hadits sebagai sumber utama ilmunya.

4.      Wujud kepedulian dan rasa tanggung jawab sekelompok orang tua untuk mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak  yang shaleh  dan cerdas,  sehingga kelak menjadi aset di dunia (qurrota a’yun dan berbakti kepada orang tua) dan aset di akhirat (pembuka pintu surga bagi kedua orang tuanya).

5.      Rasa tanggung jawab sekelompok kaum muslim untuk melahirkan kembali generasi pemimpin, generasi khoiru ummah, pembangun peradaban mulia (Islam) di tengah-tengah kehidupan manusia

Kalau tujuan pendirian HSG Khiru Ummah, sbb:
1.      Mempersiapkan generasi muslim yang mencintai Allah dan RasululNya diatas kecintaan kepada yang lain.
2.      Mempersiapkan  generasi muslim yang mencintai Al Qur’an.
3.      Melahirkan anak-anak penghafal Al Qur’an (Hafizh dan Hafizhoh).
4.      Melahirkan anak-anak  yang memiliki pola pikir dan pola sikap Islami.
5.      Melahirkan anak-anak  yang mempunyai kemampuan berfikir ijtihadi.
6.      Melahirkan anak-anak yang cinta ilmu.
7.      Mewujudkan generasi unggul berjiwa pemimpin.
8.      Meletakkan dasar bagi terbentuknya kompetensi anak sebagai “Ulul Albab”.
9.      Meletakkan dasar bagi terbentuknya generasi faqih fiddin, yang mempunyai kompetensi sebagai ulama, ilmuwan, pemimpin, pengusaha dan penulis.
10. Meletakkan dasar bagi terbentuknya generasi pemimpin, generasi khoiru ummah.

 Insya allah tujuan pendirian HSG Khairu Ummah bukan sekedar ucapan tertulis semata. Dengan segala program yang dibuat, diharapkan tujuan itu bisa tercapai pada peserta didik.

        HSG Khairu Ummar udah punya cabang di banyak kota lo bun. Diantaranya di Medan, kota tempat saya tinggal. Yang saya tahu, di Medan ada tiga cabang. Di Tanjung Morawa, Medan, ada yang untuk tingkat TK, SD dan SMP. Kalau di jalan Garu 3 dan di Komplek TVRI Medan Perjuangan, baru ada yang tingkat TK dan SD saja.
   Beberapa bulan sekolah, hasilnya sungguh terlihat. Siswa mulai disiplin untuk mandiri ngurus dirinya sendiri. Merapikan tempat tidur, baca doa, mengulang hafalan dan lain sebagainya. Yang unik dari HSG Khairu Ummah, yang didik anak bukan Cuma guru di sekolah. Tapi sekolah mengharuskan orangtua ngikutin program mendidik dari sekolah. Orangtua mendapat ilmu parenting sebulan sekali. Plus pada pertemuan itu juga dibahaskan tentang perkembangan anak, kendala bunda dalam mendidik anak dan lain sebagainya.
  Kadang yang dikhawatirkan orangtua terhadap sekolah di Home Schooling, selain masalah sosialisasi, juga bayangan akan kesulitan anak nantinya dalam menyesuaikan diri dengan sekolah lembaga formal, bila nantinya ada niat untuk melanjutkan ke sekolah formal. Kalau saya bilang sih, jangan khawatir bun. Saya pernah tanya kepala sekolah HSG Khairu Ummah yang di Medan, beliau sampaikan bahwa di sekolah ini anak diajarkan dan dikondisikan untuk cinta belajar. Jadi insya allah, anak-anak ini akan jauh lebih pintar atau minimal sama pintarnya dengan anak yang sekolah di sekolah formal. Kalau mau bukti, bunda bisa cari tahu infonya lebih dalam.

   Selengkapnya bunda bisa baca di sini http://hsgku.sch.id/ untuk semua tingkatan sekolah. Dan di sini http://www.khoiruummah.sch.id/ untuk tingkat SD. Saya rekom bun HSG Khairu Ummah buat membantu bunda didik anak-anak. Semoga cabang HSG Khairu Ummah ada di sekitar bunda. Sukses didik anak ya bu :)
3 Oktober 2015

Bagi Saya, Buku Diet Islami Ini Bermanfaat


Judul Buku      : Diet Islami
Penulis             : Yuga Pramita (Praktisi Gizi)
Penerbit           : Pro-U Media
Tahun Terbit   : 2014
Tebal               : 190
Cetakan           : Pertama

            Percaya nggak percaya, saat saya lihat pengumuman pemenang bulanan Islamic Reading Chalenge yang diadakan http://yukmembacabukuislami.blogspot.co.id/. Alhamdulillah, ternyata saya jadi salah satu pemenang. Buku yang covernya bikin fresh ini adalah hadiahnya. Dan tahu nggak, kalau sebenarnya buku ini cocok lo buat problem saya. Saya emang mengalami kelebihan berat badan, hehehe. Untungnya nggak over. Jadi, saya mau ngikuti petunjuk dalam buku ini untuk mengembalikan berat badan saya hingga normal. Barangkali kamu yang punya problem sama dengan saya, bisa nyobain resep dari buku ini juga. Insya allah berhasil. 
           Sebelumnya kita mesti tahu dulu, mengapa kita harus diet? Dalam buku ini dikatakan kalau kegemukan atau kelebihan berat badan satu problem yang kerap berlanjut menjadi obesitas.

Peringatan bahaya obesitas mengemuka saat konferensi Internasional Oxford Health Alliance tahunan kelima digelar di Sidney, pada tahun 2008 lalu. Seorang Profesor Hukum Kesehatan asal Amerika, Lawrence Gostin, menyatakan bahwa obesitas (juga diabetes dan penyakit akibat merokok) dapat menimbulkan risiko lebih besar dibanding dampak buruk akibat terorisme global. (Hal. 21)

        Sejalan dengan Gostin, berbagai penelitian menunjukkan beragam dampak negatif dari obesitas. Diantaranya, dampak psikologi, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Dari segi kesehatan, obesitas bisa beresiko terhadap indera perasa, hati, ginjal, otak, menyebabkan kanker, mengganggu kesehatan reproduksi dan lain sebagainya. Pada hati, tatkala “tabungan” lemak semakin menumpuk, kesehatan organ hati (liver) bisa terancam, memunculkan luka, bahkan tak mustahil hingga tahap peradangan, atau kondisi serius yang lazim disebut penyakit liver (akibat) kegemukan non-alkoholik (nonalcoholic fatty liver disease/NAFLD).
28 September 2015

Puasa, Salah Satu Cara Taqarrub Ilallah



Picture by ayuhasyyati.wordpress.com

Judul Buku      : Meraih Syurga Dengan Puasa (Panduan Lengkap Puasa Setahun)
Penulis             : H. Herdiansyah Achmad, Lc.
Penerbit           : Puspa Swara, Anggota IKAPI
Tahun Terbit   : 2007
Tebal               : 140
Cetakan           : Pertama
ISBN                : 978-979 1481 50 2

            Salah satu amalan dalam Islam yang bisa mendekatkan kita pada Allah Swt ialah berpuasa. Dalam setahun, banyak waktu-waktu yang dianjurkan berpuasa. Buku ini bisa memandu kita untuk tahu tentang rukun, syarat, cara dan hal-hal yang membatalkan puasa. Ada pula penjelasan tentang macam-macam puasa selama setahun beserta dalil-dalilnya.

            Puasa dalam bahasa arab artinya menahan diri dari sesuatu. Sementara ibadah puasa artinya menahan diri dari segala hal yang bisa membatalkan puasa sehari penuh, yakni menahan diri dari hawa nafsu, makan, seks dan segala maksiat badan kita mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dengan disertai niat. (Hal. 5-6).

            Muhammad Ali As-Sabuni (ahli tafsir) dalam bukunya Rawa’in Al Bayan Tafsir Ayatul-I-Ahkam minal Al-Qur’an, mengatakan bahwa sekurang-kurangnya ada empat hikmah yang terkandung dalam puasa. Pertama, sebagai sarana pendidikan bagi manusia agar tetap bertakwa kepada Allah Swt. Kedua, Pendidikan bagi jiwa dan membiasakannya untuk tetap sabar dan tahan terhadap segala penderitaan dalam menempuh dan melaksanakan perintah Allah Swt. Puasa juga dapat menjadikan orang dapat menahan diri dari segala keinginan hawa nafsunya. Ia senantiasa berjalan di atas petunjuk syariat (hukum Islam).

Ketiga, sarana menumbuhkan rasa kasih sayang dan rasa persaudaraan terhadap orang lain sehingga terdorong untuk membantu dan menyantuni orang-orang melarat dan tidak berkecukupan. Keempat, menanamkan dalam diri manusia rasa takwa kepada Allah Swt dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya, baik dalam keadaan terang-terang maupun sembunyi-sembunyi, dan meninggalkan segala larangan-Nya. (Hal. 10-11)

           Supaya puasa kita bernilai dihadapan Allah Swt, maka kita harus memenuhi segala rukun dan syarat berpuasa. Rukun puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, niat dan ada orang yang berpuasa. Syarat wajib berpuasa adalah baligh, berakal, Islam dan mampu secara fisik dan syariat. Sementara syarat sah puasa adalah Islam, tamyiz (kemampuan membedakan baik dan buruk), Bebas dari haid dan nifas serta tidak berpuasa pada hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan hari-hari tasyrik.

Kita juga harus paham apa-apa saja yang bisa membatalkan puasa. Ada hal-hal yang menyebabkan batal puasa dan kita harus menggantinya sekaligus membayar kafarat, yaitu melakukan jimak atau hubungan suami istri. Ada hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi cukup menggantinya saja di hari lainnya, seperti keluar mani, muntah dengan sengaja, masuknya sesuatu ke dalam perut, dan lain sebagainya.

Puasa terbagi dua, puasa wajib dan sunah. Jenis-jenis puasa wajib yaitu puasa nazar dan puasa Ramadhan. Jenis-jenis puasa sunnah terbagi lagi ke dalam dua jenis yaitu, puasa yang dibatasi waktu seperti puasa senin-kamis, puasa enam hari di bulan syawal, puasa arafah dan lain-lain. Lalu puasa sunah yang tidak dibatasi waktu seperti puasa sunah Daud dan puasa sunah dalam berjihad.

Teristimewa buat puasa Ramadhan. Puasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan. Dimana dalam bulan itu ada malam seribu bulan, malam diturunkannya al Qur’an. Buat bulan istimewa Ramadhan, spesial disediakan ruang yang cukup banyak di buku ini untuk membahas topik tersebut. Mulai dari kisah Rasulullah Saw dalam menyambut Ramadhan, persiapan yang bisa kita lakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan, bahasan tentang penentuan awal dan akhir Ramadhan, cara menghidupkan bulan Ramadhan dan lain sebagainya. Ada pula panduan bagi orangtua untuk membimbing anak dalam berpuasa. Tak lupa dilengkapi dengan panduan mengisi momen lebaran dengan amal-amal baik serta panduan mudik.

Buku ini terbilang yang pertama kali saya beli sejak bersemangat mengkaji Islam lebih dalam. Bukunya cukup simpel dan praktis, mudah dipahami oleh kita yang kurang suka membaca bacaan rumit. Hanya saja kalau yang membaca butuh pendalaman dalil, tidak akan didapati dalam buku ini. So far so good lah. Met bertaqarub ilallah dengan puasa J


 Islamic Reading Chalenge (ISRC) 2015
14 September 2015

#SaveHutanIndonesia With Islam


Semua kita tentu merasakan keanehan ini, mengapa kebakaran hutan yang terjadi terus menerus tak juga selesai. Sudah jadi rahasia umum, kalau kebakaran hutan yang terjadi adalah efek dibalik kepentingan pihak swasta. Bapak penguasa, saat ini ekonomi kita lemah, daya beli masyarakat menurun karena harga-harga kebutuhan pokok semakin tinggi dan PHK besar-besaran sedang terjadi. Hingga saat ini media memberitakan ada sekitar 26 ribu orang diPHK di seluruh Indonesia. Kondisi keterpurukan ini sedikit banyak mempengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Daya tahan tubuh yang rendah amat beresiko terkena dampak asap kebakaran hutan yang saat ini sedang terjadi.
 
gambar diambil dari Harian Waspada Sumut edisi cetak 
Tolong pak, hentikan pembakaran hutan secepatnya. Hentikan keberpihakan pada para pemilik modal. Hentikan penerapan sistem kapitalis yang jadi legalitas keberpihakan pada para pemilik kekuatan uang. Kembalilah pada sistem Islam, terapkan syariah Islam dalam naungan Khilafah yang akan menyelesaikan masalah kebakaran hutan, kelemahan ekonomi dan masalah lainnya. Iman kami meyakini hanya Islam yang terbaik untuk diterapkan dalam kehidupan umat manusia.
#SaveHutanIndonesia #BloggerMuslimah #SpecialBlogWalking



Mengenal Ilmu Ushul Fiqih

Judul Asli Buku               : Studies In Usul ul-Fiqih
Judul Edisi Bahasa Indonesia  : Studi Tentang Ushul Fiqih
Penulis                       : Iyad Hilal
Penerjemah                   : Abu Faiz
Penerbit                      : Pustaka Thariqul Izzah
Tahun Terbit                  : 2007
Tebal                         : 191
Cetakan                       : ke-2
ISBN                          : 979-9478-52-9



Semakin dekat ke akhir zaman, banyak pendapat nyeleneh tentang Islam. Ada pendapat yang memperbolehkan perempuan menjadi muadzin saat sholat jum’at, ada yang bilang nikah sesama jenis boleh, nikah beda agama boleh, hingga adanya anggapan bahwa diperlukan kerangka baru dalam hukum Islam. Tak aneh kalo mungkin kita pernah dengar istilah fiqih minoritas, fiqih lintas agama dan lainnya. Mereka memandang bahwa seseorang dapat menarik hukum secara langsung dari teks-teks al Qur’an dan as Sunnah begitu saja.
Padahal ulama terdahulu tidak sembarangan dalam memutuskan suatu hukum yang digali dari al Qur’an dan Sunnah. Para ulama memenuhi syarat-syarat menjadi penggali hukum (mujtahid) dan berijtihad sesuai prosedur yang digariskan dalam Islam. Mereka memakai alat yang disebut ushul fiqih untuk memahami teks-teks al Qur’an dan as Sunnah.
Disitulah relevansi buku ini, yang bisa mengenalkan pada kita tentang ilmu-ilmu yang berkaitan dengan penggalian hukum oleh seorang mujtahid. Setidaknya kita perlu tahu ilmu tersebut secara garis besar seperti yang disajikan buku ini. Meskipun idealnya adalah kita punya pengetahuan rinci tentangnya. Supaya bukan sekedar tahu, namun kita bisa turut menjadi seorang mujtahid. Yaah, tapi tidak apalah. Kita harus akui semangat keislaman mayoritas muslim saat ini berada di titik rendah. Mau membaca buku yang tipis ini saja sudah bersyukur alhamdulillah. Manfaatnya, kita terdorong mencari tahu lebih jauh jika menemukan pendapat yang mencurigakan fitrah dan akal kita tentang Islam.
13 September 2015

Tips Cerdas Menjaga Kebersihan Dapur


Dapur impian hehehe...picture by denahrumahsederhana.com


Hey Moms, udah jadi tanggungjawab kita dong ya, menyediakan makanan buat anggota keluarga. So, sebagian waktu kita pasti dihabiskan di dapur. Selain mengolah makanan, dapur juga tempat kita menyimpan makanan. Kebersihan dapur tentu harus dijaga. Karena, selain tak sedap dipandang, kebersihan dapur pun menentukan tingkat kesehatan keluarga. Jangan sampai gara-gara dapur yang banyak kuman dan bakteri, kesehatan keluarga kita terganggu. Nih beberapa tips yang bisa saya share ke bunda sekalian.

*  Pastikan dapur bunda mendapat cahaya matahari yang cukup. Selain sebagai penerangan, rupanya cahaya matahari juga dapat menghindarkan dapur bunda dari hama pengganggu. Kecoa atau tikus misalnya, yang suka tempat lembab dan gelap.

*  Dapur harus punya jendela atau fentilasi udara yang cukup sebagai sarana sirkulasi udara. Jadi, asap dan uap dari proses memasak bunda dapat teralirkan ke luar. Selain itu fentilasi udara yang memadai juga menjaga kita aman dari gangguan kebocoran gas kompor kita.

*  Tiap selesai masak, baiknya bunda segera bersihkan dapur dari noda minyak dan remah-remah makanan. Ini berguna untuk menghindari bakteri dan kuman.

*  Selain bersih-bersih, selesai masak baiknya sampah di dapur langsung dibuang dengan segera. Bisa menimbulkan bau tak sedap bun. Dan sama aja kita ngundang kecoa dan tikus kalau sampah terus menumpuk di dapur.

*   Untuk kebersihan kulkas bunda, bersihkan wadah penampung air di bawah lemari es minimal dua kali dalam setahun. Supaya wadar tersebut tidak berjamur.(Inspirasi dari Buku Tips Cerdas Merawat Rumah dan Perabotnya by farida Utami)


Masih banyak tips lainnya yang bisa dilakukan buat menjaga kebersihan dapur bunda. Kali ini, cuma segini yang bisa saya bagikan..Semoga bermanfaat ya bun J
9 September 2015

Ada Potensi PHK Besar-Besaran

www.tribunnews.com
“PHK Massal Mengancam”. Ini judul sebuah berita di Harian Waspada tanggal 8 September lalu. Judulnya cukup mengkhawatirkan. Melemahnya rupiah yang berakibat pada melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok, daya beli masyarakat yang rendah dan pendapatan pengusaha yang menurun menyebabkan pengusaha termasuk UMKM terpaksa harus mengurangi biaya produksi dengan cara melakukan PHK. Sejumlah perusahaan di Medan sudah melakukannya. Hingga awal bulan September, sudah 839 buruh yang di PHK. Bukan berprasangka, tapi biasanya angka pengangguran yang meningkat berbanding lurus dengan meningkatnya angka kriminalitas. Sekarang saja Medan rawan begal. Sering terdengar kabar orang-orang di sekitar kita menjadi korban perampokan. Kita tidak berharap kriminalitas semakin marak. Tapi kemungkinan itu tetap ada, kalau pemerintah tidak segera ambil tindakan tepat.
            Dalam kondisi kritis seperti ini, pemerintah tidak memiliki formula jitu mengatasi potensi PHK besar-besaran tersebut. Himbauan Presiden Jokowi agar masyarakat Indonesia menggunakan produk lokal sebagai cara memperkuat nilai rupiah bukan solusi yang efektif. Sebab, kembali pada kalimat di atas bahwa daya beli masyarakat yang rata-rata kalangan menengah ke bawah ini sedang menurun. Bagaimana berharap masyarakat ramai-ramai beli produk lokal kalau sebagian mereka jadi korban PHK dan sedang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
4 September 2015

Sentuhan Dakwah Di Penjuru Dunia

Judul Buku    : Nyala Nyali Dakwah di Penjuru Negeri
Penulis          : Nur Maulidiyah, Damayanti Muhajar, Gilig Pradhana, Meinilwita Yulia,   
             Emma Kaze, Ice Trianiza, Rindyanati Septiana, Alga Biru,
             Aqila Fikriya, Anjar Rositawati, Dian Auliya, Caca Anastasia dan
             Kavana Elkava
Penerbit         : Al Azhar Fresh Zone
Tahun Terbit : 2013
Tebal              : 223
ISBN              : 602186627-4



Sebuah persembahan untuk orang-orang yang meniti jalan dakwah. Sebuah persembahan untuk orang-orang yang akan meniti jalan dakwah. Bermula dari ingin berbagi bahwa dakwah bukanlah profesi dan aktifitas tertentu. Bahwa dakwah dari seluruh dunia masih menyala. Bahwa kita, para pengemban dakwah tidak sendirian. Denyut dan nyala dakwah itu ada di titik-titik peta dunia. Dan Insya Allah tidak akan bisa dipadamkan walau banyak yang berusaha mematikannya.

Buku antologi ini adalah hasil dari sayembara menulis yang digagas oleh Nur Maulidiyah. Judulnya adalah NBR (Nulis Bareng Rombongan). Hasilnya, terhimpun tujuh belas kisah seru dan heroik tentang jejak-jejak para pengemban dakwah di seluruh penjuru negeri. Ada kisah dari Jepang, Amerika, Taiwan, Mesir dan dalam negeri sendiri.

Ketiga belas orang yang bercerita dalam buku ini asli Warga Negara Indonesia (WNI). Hanya saja sebagian mereka tinggal di berbagai negeri sebagaimana yang mereka ceritakan di buku ini. Uniknya, mereka dibina dalam satu partai politik internasional bernama Hizbut Tahrir. Hizbut Tahrir sendiri sudah tersebar luas di lebih dari lima puluh negara termasuk Indonesia, mencakup benua Eropa, Amerika, Asia dan Afrika dengan satu visi misi mengemban dakwah Islam untuk mengembalikan kehidupan Islam. Jadi, dimanapun berada, kisah aktivis Hizbut Tahrir tak pernah jauh dari dakwah.
27 Agustus 2015

Narkoba Mengancam Keluarga

Picture by serambiminang.com
         Bahaya narkoba sudah mengancam keluarga. Harian Waspada tanggal 20 Agustus 2015 memberitakan bahwa menurut pakar kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. H. Aznan Lelo, berdasarkan hasil kajian, ada jenis narkoba yang tanpa disadari masyarakat, telah tercampur ke dalam makanan sehari-hari. Jenis narkoba tersebut adalah monosodium glutamate (MSG). MSG dianggap sebagai narkoba terselubung yang terkandung dalam penyedap makanan. Meski tergolong jenis narkoba dan berbahaya, MSG belum terdaftar sebagai narkoba. Obat jenis ini tersedia dalam berbagai bentuk dan dikonsumsi masyarakat luas tanpa kendali, peredarannya aman dan diatur Undang-Undang.
           Selama ini saya sendiri dan mungkin banyak orang lainnya tidak begitu menganggap MSG sebagai bahan berbahaya sebagai penyedap masakan. Karena banyak sekali makanan yang menggunakan MSG. Masih menurut Profesor Aznan Lelo, meski MSG selalu ditemukan dalam berbagai jenis makanan, namun bukan berarti MSG itu aman dikonsumsi. Beliau mengaku pernah disuruh tutup mulut oleh salah satu perusahaan penyedap makanan ternama di Indonesia, agar tidak membeberkan kepada publik tentang bahaya MSG tersebut secara kajian ilmiah. Beliau juga mencurigai peristiwa keracunan makanan yang dialami pelajar di sekolah atau keracunan pada buruh di tempat kerja dan di asrama pada pemberitaan televisi diakibatkan oleh MSG. MSG dapat menimbulkan kecanduan seperti narkoba. Konsumsi MSG yang berlebihan telah dilaporkan dapat menimbulkan efek yang merugikan pada banyak organ tubuh, terutama mempengaruhi fungsi dan fisiologi otak, menyebabkan stres oksidatif yang berat.
23 Agustus 2015

Yes, Pernikahanku Samara


Judul Buku               : Risalah Khitbah
Penulis                     : Yahya Abdurrahman
Penerbit                   : Al-Azhar Press
Tahun Terbit            : 2007
Jumlah halaman      : 255
Cetakan                   : II
ISBN                        : 979-3118-67-9
            
            Semua muslim pasti ingin merajut pernikahan yang berkah. Tapi jujur, masih banyak dari kita yang butuh ilmu tentang proses menuju pernikahan sakinah mawaddah warahmah (samara). Pernikahan samara adalah janji Allah Swt pada pasangan yang menempuh jalan menuju pernikahan sesuai tuntunanNya. Nah, buku ini bisa jadi salah satu rujukan bagi kamu yang ingin mengisi diri dengan ilmu tentang proses pernikahan Islami. Sebelum saya menikah, buku ini menjadi salah satu bacaan saya. Saya sama dengan kamu, ingin punya keluarga samara J

            Buku ini terdiri dari 10 bab. Ustadz Yahya Abdurahman memulainya dengan pembahasan yang mendasar hingga ke inti pembahasan. Pada bahasan awal, buku ini mengajak pembaca merenung tentang potensi diri yang telah diberikan Allah sebagai awal munculnya keinginan memiliki pasangan. Tujuannya agar pembaca kembali mengingat nikmat Allah Swt dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut. Konsekuensi rasa syukur itu, diharapkan menumbuhkan semangat untuk memahami dan melaksanakan tuntunan Islam seputar pendahuluan ke arah pernikahan. 

18 Agustus 2015

Merdeka Itu, Ketika Muslimah Dilindungi Kehormatannya.

#BloggerMuslimah
#GerakanMenujuSholehah

Pernah suatu kali saya ke Toko resmi Acer cabang Medan di Jalan Putri Hijau, Medan. Keperluan saya, untuk memperbaiki laptop yang rusak. Sembari menunggu teknisi memperbaiki laptop saya, mata saya melihat-lihat seisi ruangan di sana. Tak berapa lama mata saya fokus memperhatiakan seorang pegawai perempuan yang serius membaca al Qur’an dengan suara pelan. Kok sedang kerja, malah baca al Qur’an? Ah, barangkali memang sedang nggak ada tugas yang hendak dikerjakan, pikir saya. Tapi, kenapa nggak menutup aurat? Nggak pakai kerudung? Bukannya salah satu adab membaca al Qur’an adalah menutup aurat. Ah, barangkali beliau hanya membaca artinya saja, hanya bermaksud mengerti terjemahan al Qur’an saja. Tapi saya tetap penasaran.
Saat ada kesempatan, saya menyapa beliau, “Rajin ya buk, baca Qur’an”.
“Ia, tugas saya melayani pelanggan yang ingin konsultasi. Jadi pas lagi sepi, bisa baca al Qur’an”, ujar beliau. Saya tatap al Qur’an di tangan beliau. Nggak ada terjemahannya. Berarti beliau sedang baca al Qur’an sebagai ibadah sunnah. “Maaf bu, bukannya adab baca al Qur’an menutup aurat ya buk?”
“Oh, di sini dilarang pakai kerudung. Tapi kalau di luar, saya pakai kerudung kok kemana-mana”
Nah, ini poin saya. Di zaman yang katanya sudah merdeka, masih banyak muslimah yang sulit melaksanakan aturan agamanya. Saya juga pernah dengar ini terjadi pada pramugari, pernah ramai juga dibahas terjadi pada polwan. Hal yang sama juga terjadi di Papua saat ini, terutama Tolikara. Kemarin media mengungkap adanya perda pelarangan menggunakan kerudung bagi muslimah di Tolikara.
Merdeka itu ialah ketika kita leluasa menghamba pada yang Kuasa. Merdeka itu ialah ketika kita mudah menjalankan aturanNya. Merdeka itu ialah ketika muslimah dilindungi kehormatannya. Merdeka itu ialah ketika kehidupan kita selalu dihiasi kebaikan, berkah dan rahmatNya.
Semoga kemerdekaan hakiki bisa kita raih kelak ketika kehidupan Islam diterapkan secara keseluruhan, amin.
"BW Spesial Blogger Muslimah"