11 Juli 2014

Sejak Mengenalku




Picture By me
Seorang gadis sedang menuju kearahku.  Langkahnya mendekat, semakin mendekat. Dia telah menghampiriku. Lalu menatap seketika, terbelalak. Pandangannya mengikuti setiap jengkal dari diriku, menyiratkan kecurigaan. Sorot matanya tajam laksana pisau yang siap menyayat bagian – bagian dari diriku. Kelihatannya dia membenciku. Aku tak mengerti mengapa. Apa sebelumnya dia pernah mengenalku? Apa dia pernah punya pengalaman buruk denganku kala itu? Ah aku tak mengerti. Setelah beberapa detik memandang, gadis itu menyapa Aqla, gadis yang sedang bersamaku. Menyapa dengan sapaan dingin. Terjadi sebuah percakapan singkat antara mereka. Benar saja, gadis itu menyampaikan sejumput kegerahan mengenai diriku. Bahkan menganjurkan Aqla agar kelak tidak bersamaku terlebih saat bertemu dengannya. Aqla mencoba menjelaskan alasannya bersamaku. Tapi gadis itu tidak mau mendengar. Dia tidak suka, benar – benar tidak suka. Aku tidak tahu mengapa.

Murtad Karena Cinta



Picture by www.kisahemasputih.com 

     Siapa sangka artis Asmirandah telah keluar dari agama Islam. Siapa sangka artis yang biasa berperan menjadi muslimah sholeha pada beberapa sinetron di Televisi ini telah murtad. Saya masih ingat sosok dokter dr. Vivi di film Ketika Cinta Bertasbih yang diperankan oleh gadis yang biasa disapa Andah itu. dr Vivi tampak lugu berbalut kerudung dan jilbab. Andah sukses menghadirkan nuansa keimanan pada sosok yang diperankannya. Namun ternyata hal tersebut tak menjamin apa-apa. Kini, sekali lagi siapa sangka ia mengikuti agama sang kekasih Jonas Rivanno. Naudzubillahi minzalik.
 Kalau dikatakan terkejut banget sih, enggak. Sebab jejak yang sama juga dilakukan oleh banyak muslim lainnya. Baik yang secara terang-terangan keluar dari Islam ataupun menjadi penganut pluralisme agama. Maksudnya masih ber KTP Islam, tapi kerap mengikuti ritual agama lain. Seringnya itu terjadi karena pacar. Pemberitaan oleh Liputan6.com mengenai ditemukannya foto Asmirandah dan Jonas Rivanno pada Selasa pagi 28 Januari lalu sedang bersama di sebuah gereja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara hanya melengkapi daftar kaum muslim yang amat sangat lemah keimanannya.

"Jadilah Pemalas"




Picture by http://islamic-style.al-habib.info/
Malas itu buruk. Malas pangkal bodoh. Malas kata negatif yang harus dijauhi semua orang yang ingin hidupnya sukses. Setuju? Kalau saya sendiri berkata, “tergantung malas ngapain”. Malas tidak selalu berarti buruk. Malas tidak selalu menjadi penyebab kebodohan. Adakalanya malas merubah seseorang menjadi lebih baik.
Jika malas diartikan sebagai enggan melakukan sesuatu, maka kalau sesuatu itu adalah perbuatan buruk, malas melakukannya adalah baik. Bagi pelajar, malas menyontek itu baik. Kalau kamu malas menyontek, artinya kamu itu orang yang giat belajar dan persiapan ujian di sekolah matang. Tentu jadi pelajar yang beruntung karena tujuan belajar tercapai, yaitu mendapat ilmu. Malas bolos sekolah itu baik. Tentu ia adalah murid kesayangan para guru karena rajin pergi kesekolah.