Kamis, 11 Oktober 2018

Guru Belum Sejahtera

Pidjar.com


Ada peristiwa unik terjadi di Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul, DIY. Ratusan siswa di sebuah sekolah bernama SD Mentel 1 menyisihkan uang jajan mereka untuk tambahan gaji 8 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Para siswa tersebut merasa kasihan dengan guru mereka yang bergaji sangat kecil. 

Perbulannya GTT disana hanya digaji 100 ribu/ bulan ditambah 200 ribu dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Salah seorang guru mengaku menjalani kondisi prihatin tersebut sejak tahun 2005. Tak terbayangkan bagaimana mereka menjalani hidup selama ini. Dengan kondisi berbagai harga kebutuhan pokok yang meningkat, tentu hidup para GTT penuh keterbatasan. Hebatnya, sebagian besar mereka tetap bertahan untuk mengajar.

Apa yang kita rasakan, jika melihat ada orang yang mengambil alih tugas orang lain. Jika kita adalah orang ketiga, barangkali kita akan merasa kagum melihat ada orang yang mau mengerjakan tugas orang lain. Dimata kita orang itu baik hati dan peduli pada sesama. 

Rasa itu diikuti dengan rasa prihatin terhadap pihak yang mempunya tugas. Bisa – bisanya dia membiarkan orang lain memikul tanggung jawabnya. Maka sikap yang seharusnya dimiliki oleh orang yang memiliki tugas tersebut adalah malu. Selayaknya dia segera menghentikan pengambilalihan tugas tersebut dan menyelesaikan sendiri tugasnya.

Ilustrasi di atas penulis tujukan untuk kasus yang terjadi di SD Mentel 1 tersebut. Bagi kita, aksi heroik para siswa SD Mentel 1 yang dilakukan sejak Maret 2018 lalu itu memang patut diacungi jempol. Mereka adalah sedikit dari anak – anak zaman now yang memiliki kepedulian tinggi pada sesama. Tentu kita senang karena mereka menjadi cikal bakal pemimpin baik hati ke depannya. 

Minggu, 23 September 2018

Maksiat Resahkan Masyarakat

Regional Kompas

Masyarakat yang tinggal di sekitar Komplek MMTC Medan untuk sementara bisa bernafas lega. Sebelumnya mereka dibuat resah dengan keberadaan sebuah usaha ice cream yang dicurigai menjadi tempat peredaran narkoba dan seks bebas. 

Akhirnya, kasus tersebut terbongkar. Sepasang suami istri pengelola usaha tersebut pertengahan Agustus lalu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Medan. Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto menyebut bahwa tersangka diduga menjadikan lokasi usahanya sebagai tempat peredaran narkoba dan seks bebas bagi anak di bawah umur.

Penyebutan kata – kata’sementara bisa bernafas lega’ yang penulis gunakan di atas bukan tanpa alasan. Namun hal tersebut penulis lakukan berdasarkan fakta yang dirasakan. Tak ada yang bisa menjamin bahwa setelah penangkapan tersebut masyarakat bisa bebas dari seks bebas dan narkoba. Setidaknya ada beberapa alasan yang bisa penulis ungkapkan.

Pertama. Hukum Indonesia lemah. Sangat banyak pelaku kriminal narkoba keluar masuk penjara. Logika sederhana. Kalau memang hukum berefek jera, mengapa penjahat narkoba bukan berkurang, malah justru makin banyak? 

Senin, 06 Agustus 2018

Agama Adalah Nasihat

(Review Buku)

Shopee


Judul Buku          : Taman Tausyiah Kumpulan Kultum dan Nasehat Terbaik

Penulis                 : Arief B. Iskandar

Penerbit                : Al Azhar Fresh Zone

Tahun terbit         : 2015

Ketebalan             : 152 halaman

Sebagai makhluk lemah yang mudah lupa serta lalai, manusia butuh nasihat. Bukan hanya bagi yang awam. Orang berilmupun tak luput dari kealpaan. Makanya Allah swt memerintahkan dalam al Qur’an surat al Asr, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.

Sebagaimana judulnya, buku ini cocok menjadi bahan tausiyah singkat. Biasanya kultum pasca salat subuh dan salat isya.

Tulisan di sampul bukunya secara jelas menunjukkan isi buku. Nasihat bagi pebisnis, pendusta, pendosa, penuntut ilmu, para pemimpin dan bagi kita semua yang bakal menyongsong kematian. Namun ternyata di dalamnya ada tambahan. Ada materi-materi dakwah singkat seputar bulan Ramadhan.

Nasihat seputar Ramadhan ditujukan agar muslim yang memperoleh materi tersebut bisa mengingat kembali pesan-pesan Rasulullah saw jelang Ramadhan. Mereguk keutamaan Ramadhan. Maksimal dalam proses penyucian diri. Bisa berlatih melembutkan hati. Berhati-hati pada hal-hal yang membatalkan pahala puasa. Terdorong untuk maksimal bersedekah. Lalu mengakhiri Ramadhan dengan kembali pada fitrah. Bisa menjadi hamba bertakwa sebagaimana tujuan berpuasa. Pada akhirnya dapat memelihara ketaatan pada Allah swt sebelas bulan berikutnya.

***

Pebisnis di zaman now rentan terlibat riba. Hal ini wajar. Sebab pondasi ekonomi kapitalis hari ini adalah riba. Ekonomi kapitalis sama dengan ekonomi ribawi.

Maka butuh kekuatan iman dan ilmu Islam untuk bisa menghindar dari riba. Harus bisa mengenali segala bisnis berbau riba. Butuh pula untuk selalu diingatkan dengan nasihat-nasihat Islami. Agar tetap terjaga dalam ketaatan.

Selasa, 17 Juli 2018

Perbedaan Pendapat Ulama Tentang Sedekah Pahala

(Review Buku)

Judul Buku   : Hukum Sedekah Pahala

Penulis         : Fathiy Syamsuddin Ramadlan An Nawiy

Penerbit       : Al Azhar Fresh Zone

Tahun terbit  : 2014

Ketebalan     : 84 halaman

Kehadiran buku ini oleh penulisnya ditujukan untuk merespon sikap sebagian muslim yang sulit menerima perbedaan dalam hal fiqih. Padahal masalah fiqih adalah ranah ijtihad (penggalian hukum).

Artinya para mujtahid (para penggali hukum) boleh berbeda pendapat tentang suatu hukum Islam. Asalkan pendapat tersebut dihasilkan sesuai syarat-syarat berijtihad dalam Islam.

Maka bukan menjadi masalah bagi muslim di masa Khilafah dulunya ketika Abu Bakar berbeda pendapat dengan Umar bin Khattab tentang masalah talaq dan ghanimah. Bukan masalah pula ketika Imam Syafi’i berbeda pendapat dengan Imam Malik dalam hal rincian praktek wudhu dan salat.

Masalah fiqih yang dibahas dalam buku ini mengenai sedekah pahala. Sebagian muslim di Indonesia mengamalkan beberapa hal dengan keyakinan pahalanya akan diterima oleh  orang yang dituju. Seperti membaca al Qur’an, berhaji atau berpuasa yang dimaksudkan agar pahalanya diperoleh seseorang yang telah meninggal dunia.

Senin, 16 Juli 2018

3 Alasan Sepele Penyebab Perceraian



Bisa mempertahankan rumah tangga hingga akhir hayat adalah suatu hal yang hebat di zaman ini. Pasalnya jumlah rumah tangga rapuh makin banyak saja. Tak peduli lama pernikahan sudah belasan atau puluhan tahun, perceraian tetap terjadi. 

Konon lagi pernikahan seumur jagung dimana penyesuaian diri terbilang baru dijalani, perceraian juga terjadi. Alasannya macam – macam. Dari alasan klise seperti sudah tak cinta lagi atau sudah tidak ada kecocokan lagi. Sampai alasan-alasan tak masuk akal. Berikut beberapa alasan sepele menurut saya, yang menjadi penyebab perceraian.

Pertama; Bercerai karena sepak bola.

Terus terang saja, peristiwa lucu ini yang membuat saya memutuskan menulis tentang alasan sepele perceraian. Aneh sekali menurut saya. Ceritanya begini. Seperti yang saya baca di Harian Waspada Medan (09/ 07/ 2018) kolom Ada – Ada Saja.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...