Senin, 06 Agustus 2018

Agama Adalah Nasihat

(Review Buku)

Shopee


Judul Buku          : Taman Tausyiah Kumpulan Kultum dan Nasehat Terbaik

Penulis                 : Arief B. Iskandar

Penerbit                : Al Azhar Fresh Zone

Tahun terbit         : 2015

Ketebalan             : 152 halaman

Sebagai makhluk lemah yang mudah lupa serta lalai, manusia butuh nasihat. Bukan hanya bagi yang awam. Orang berilmupun tak luput dari kealpaan. Makanya Allah swt memerintahkan dalam al Qur’an surat al Asr, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.

Sebagaimana judulnya, buku ini cocok menjadi bahan tausiyah singkat. Biasanya kultum pasca salat subuh dan salat isya.

Tulisan di sampul bukunya secara jelas menunjukkan isi buku. Nasihat bagi pebisnis, pendusta, pendosa, penuntut ilmu, para pemimpin dan bagi kita semua yang bakal menyongsong kematian. Namun ternyata di dalamnya ada tambahan. Ada materi-materi dakwah singkat seputar bulan Ramadhan.

Nasihat seputar Ramadhan ditujukan agar muslim yang memperoleh materi tersebut bisa mengingat kembali pesan-pesan Rasulullah saw jelang Ramadhan. Mereguk keutamaan Ramadhan. Maksimal dalam proses penyucian diri. Bisa berlatih melembutkan hati. Berhati-hati pada hal-hal yang membatalkan pahala puasa. Terdorong untuk maksimal bersedekah. Lalu mengakhiri Ramadhan dengan kembali pada fitrah. Bisa menjadi hamba bertakwa sebagaimana tujuan berpuasa. Pada akhirnya dapat memelihara ketaatan pada Allah swt sebelas bulan berikutnya.

***

Pebisnis di zaman now rentan terlibat riba. Hal ini wajar. Sebab pondasi ekonomi kapitalis hari ini adalah riba. Ekonomi kapitalis sama dengan ekonomi ribawi.

Maka butuh kekuatan iman dan ilmu Islam untuk bisa menghindar dari riba. Harus bisa mengenali segala bisnis berbau riba. Butuh pula untuk selalu diingatkan dengan nasihat-nasihat Islami. Agar tetap terjaga dalam ketaatan.

Selasa, 17 Juli 2018

Perbedaan Pendapat Ulama Tentang Sedekah Pahala

(Review Buku)

Judul Buku   : Hukum Sedekah Pahala

Penulis         : Fathiy Syamsuddin Ramadlan An Nawiy

Penerbit       : Al Azhar Fresh Zone

Tahun terbit  : 2014

Ketebalan     : 84 halaman

Kehadiran buku ini oleh penulisnya ditujukan untuk merespon sikap sebagian muslim yang sulit menerima perbedaan dalam hal fiqih. Padahal masalah fiqih adalah ranah ijtihad (penggalian hukum).

Artinya para mujtahid (para penggali hukum) boleh berbeda pendapat tentang suatu hukum Islam. Asalkan pendapat tersebut dihasilkan sesuai syarat-syarat berijtihad dalam Islam.

Maka bukan menjadi masalah bagi muslim di masa Khilafah dulunya ketika Abu Bakar berbeda pendapat dengan Umar bin Khattab tentang masalah talaq dan ghanimah. Bukan masalah pula ketika Imam Syafi’i berbeda pendapat dengan Imam Malik dalam hal rincian praktek wudhu dan salat.

Masalah fiqih yang dibahas dalam buku ini mengenai sedekah pahala. Sebagian muslim di Indonesia mengamalkan beberapa hal dengan keyakinan pahalanya akan diterima oleh  orang yang dituju. Seperti membaca al Qur’an, berhaji atau berpuasa yang dimaksudkan agar pahalanya diperoleh seseorang yang telah meninggal dunia.

Senin, 16 Juli 2018

3 Alasan Sepele Yang Menjadi Sebab Perceraian



Bisa mempertahankan rumah tangga hingga akhir hayat adalah suatu hal yang hebat di zaman ini. Pasalnya jumlah rumah tangga rapuh makin banyak saja. Tak peduli lama pernikahan sudah belasan atau puluhan tahun, perceraian tetap terjadi. 

Konon lagi pernikahan seumur jagung dimana penyesuaian diri terbilang baru dijalani, perceraian juga terjadi. Alasannya macam – macam. Dari alasan klise seperti sudah tak cinta lagi atau sudah tidak ada kecocokan lagi. Sampai alasan-alasan tak masuk akal. Berikut beberapa alasan sepele menurut saya, yang menjadi penyebab perceraian.

Pertama; Bercerai karena sepak bola.

Terus terang saja, peristiwa lucu ini yang membuat saya memutuskan menulis tentang alasan sepele perceraian. Aneh sekali menurut saya. Ceritanya begini. Seperti yang saya baca di Harian Waspada Medan (09/ 07/ 2018) kolom Ada – Ada Saja.

Jumat, 06 Juli 2018

Catatan Idul Fitri 2018



Alhamdulillah syukur tiada terhingga, karena Allah swt masih berkenan mempertemukan saya dengan Ramadhan dan syawal tahun ini. Idul Fitri bertabur momen indah yang ingin dirasakan selalu. Utamanya berkumpul dengan keluarga serta silaturahmi dengan sanak saudara juga teman. Aktivitas yang jarang dilakukan di hari-hari selain idul fitri.

Setelah tahun lalu lebaran pertama di rumah orangtua saya. Kali ini lebaran pertama saya dan suami langsung menuju rumah mertua saya. Jarak antara tempat tinggal kami dan rumah mertua kurang lebih dua jam. Kami memilih salat ied di kampung.

Maka berangkatlah kami menuju kampung selepas salat subuh, sekitar pukul setengah enam. Jalanan begitu sepi hingga perjalanan kami begitu mulus. Melalui beberapa rel kereta api, saya sempat mengingatkan suami beberapa kali agar waspada.

Sebab beberapa hari sebelumnya dapat cerita dari mamak saya, bahwa ada satu keluarga yang melakukan perjalanan mudik di subuh hari tertabrak kereta api. Konon mereka membawa rasa rindu yang amat sangat pada keluarga, hingga motor mereka melesat cepat di jalanan. Alhasil takdir Allah swt menghendaki mereka menghembuskan nafas terakhir saat itu.

Kamis, 05 Juli 2018

Dua Nasihat Ustaz Hari Moekti



Ustaz Hari Moekti telah menghadap Rabbnya. Namun nasehat-nasehat darinya tetap berkesan di hati orang-orang yang mengenal dakwah beliau. Setidaknya dua diantara pesan beliau wara wiri di media sosial. Pertama; Dakwah itu menyampaikan apa yang harus mereka dengar. Bukan apa yang ingin mereka dengar.

Nasihat beliau menyiratkan keberanian dalam menyampaikan Islam. Rasulullah saw memang mencontohkan bahwa Islam harus disampaikan apa adanya. Meski barangkali ada hal-hal yang tidak ingin di dengar oleh seseorang. Sebagaimana orang-orang kafir quraish tidak suka mendengar berhala-berhala mereka disebut bukan Tuhan yang benar, tak patut di sembah. Namun Rasulullah saw senantiasa mendakwahkan semua ajaran Islam kepada siapa saja.

Yang lagi kasmaran bisa jadi tidak suka kalau kita sebut pacaran dilarang Allah swt. Yang sedang berbisnis dengan modal dari bank bisa tersinggung kalau kita bilang riba itu haram. Kalau kita katakan dihadapan rekan kerja bahwa suap menyuap ataupun korupsi sebagai hal buruk, bisa-bisa dia katakan kita sok suci atau munafik.

Termasuk sekarang ketika para pembenci Islam mencitranegatifkan ajaran Islam semisal poligami, jihad dan khilafah. Jika kepada orang yang termakan isu tersebut kita katakan mengenai ajaran Islam tersebut, dia mungkin akan marah. Tapi begitulah tabiat kebaikan. Dia pasti berbenturan dengan keburukan. Namun sebagaimana nasehat almarhum, untuk bisa menyadarkan saudara-saudara muslim yang kita sayangi, sampaikanlah apa yang memang harus mereka dengar. Untuk menyelamatkan saudara kita dari keburukan, sampaikanlah kebenaran meski pahit terasa.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...